
BACA ✔
PLAGIAT ❌
Karena mikir menguras energi otak beda dengan tinggal nyomot😂, think smart 😉**
...****************...
Sore harinya,
Infus dilengan Vanya telah di lepas, Pakaian semasa di Rumah Sakit sudah di rapikan ke dalam tas, Nampak Mama Vanya beserta Papanya ada disana begitu juga dengan Mama Daffin.
Hari ini Vanya sudah diperbolehkan pulang ke rumah, Ia nampak duduk ditepi tempat tidur Rumah Sakit, Dan Daffin berdiri tepat di sampingnya.
Daffin mulai memeluk Vanya, Ia sandarkan kepala Vanya didadanya, Daffin ingin sekali membawa pulang Vanya ke rumahnya, Namun saat meminta izin Mama Vanya malah mengacuhkannya.
"Ayo Vanya" ajak Mama dan juga Papanya.
Daffin nampak tak rela melepas Vanya, Lagi-lagi ia harus tinggal terpisah, Vanya dan Mamanya mulai keluar dari ruangan dan diikuti Daffin di belakangnya.
"Pa mana tas Vanya, Coba bawa kemari" ujar Mamanya.
Papa Vanya memberikan tas itu kepada Mamanya, Lalu Mama Vanya mulai berjalan menghampiri Daffin.
"Nih bawa ke rumah kamu" ujar Mama Vanya seraya menyerahkan tas berisi pakaian milik Vanya.
Daffin menerima tasnya namun ia terlihat bingung.
"Ini gimana maksudnya Ma?" tanya Daffin.
"Masih kurang jelas? Kamu bawa tasnya ke mobil kamu beserta pemiliknya" ujar Mama Vanya lagi.
Daffin mulai mengembangkan senyumnya, Karena ternyata saat ini Vanya diperbolehkan pulang bersamanya.
"Terima kasih Ma" ujar Daffin yang terlihat senang.
"Iya, Tapi ingat kamu harus jaga dia dengan baik kali ini karena kalau sampai hal buruk menimpa Vanya lagi, Mama tidak akan pernah lagi mengembalikan Vanya sama kamu," ujar Mama Vanya.
"Iya Ma, Pasti " ucap Daffin.
...----------------...
Sesampainya di rumah,
Vanya naik ke atas dan masuk ke dalam kamar untuk beristirahat, Ia sedang menyandarkan tubuhnya di tempat tidur. Sementara Daffin sedang ke bawah untuk mengambilkan Vanya air minum.
Vanya mulai turun dari tempat tidur dan berjalan menuju lemari, Dibukanya lemari pakaian, Lalu ia mulai mengambil pakaian bayi yang ia beli tempo hari bersama Daffin.
Masih ada kesedihan di hati Vanya, Ia mulai merindukan bayinya, Lalu dipeluknya pakaian bayi itu.
Kamu udah gak ada ya di perut Mama batin Vanya.
Daffin yang baru datang melihat Vanya yang tengah memeluk pakaian bayi sambil melamun, Ia pun menghampiri Vanya dan mulai memeluk Vanya dari arah belakang, Menyadarkan Vanya dari lamunannya.
"Kenapa sayang?" tanya Daffin.
"Enggak apa-apa" ucap Vanya.
"Ingat lagi ya?" tanya Daffin.
"Iya" jawab Vanya singkat.
__ADS_1
"Beli ice cream yuk" ajak Daffin agak Vanya tak terus menerus memikirkan bayi mereka yang telah tiada.
"Ya udah aku ganti baju dulu" ucap Vanya.
"Iya, Aku tunggu dibawah ya" ucap Daffin seraya melepaskan pelukannya.
Daffin mulai berjalan keluar kamar dan menunggu Vanya dibawah, Sedangkan Vanya mulai mengganti pakaiannya, Setelah selesai Vanya mulai turun dan menghampiri Daffin yang tengah duduk di sofa.
"Ayo aku udah siap" ajak Vanya.
"Ya udah ayo jalan" ajak Daffin.
Akhirnya mereka pergi ke sebuah minimarket, Daffin sebenarnya ingin sekali mengajak Vanya jalan-jalan ke tempat yang jaraknya agak jauh, Tapi ia memikirkan kesehatan Vanya yang masih dalam masa pemulihan.
Daffin mulai masuk ke dalam minimaret bersama Vanya, Ia nampak berdiri didepan tempat ice cream, Dan mulai memilah milih ice cream.
"Vanya" panggil seseorang.
Vanya pun menoleh dan terlihat kaget, Daffin yang ikut menoleh pun mulai mengapit kedua tangannya sambil menatap sinis orang di depannya.
"Kamu kenapa enggak masuk 2 hari ini?"tanya orang itu yang tak lain adalah Niko.
"Emm aku sakit" jawab Vanya sambil melirik ke arah Daffin.
"Halo Pak, Kebetulan ketemu disini juga" ujar Niko.
"Iya" ucap Daffin dingin.
"Kamu sakit apa memangnya sampai 2 hari enggak masuk?" tanya Niko lagi.
Vanya hanya terdiam, Ia bingung harus menjawab apa.
Vanya mulai melirik ke arah Daffin lagi, Kini tatapan sinis itu pun berpindah kepadanya.
Aduh murka nih pasti, Tapi masa sih harus bilang yang sebenernya disini batin Vanya.
"Kamu kok disini ?" ucap Vanya yang mulai mengalihkan pembicaraan.
"Iya abis main tadi dari rumah Abi," jawab Niko.
" Oh gitu," Jawab Vanya singkat.
"Gak jadi beli ice cream nya??" ucap Daffin.
"J-Jadi kok" ucap Vanya gugup.
Vanya mulai berbalik lagi dan mulai mencari ice cream kesukaannya.
"Ini" ucap Niko yang memberikan ice cream cone rasa stroberi kepada Vanya.
"Oh makasih ya Nik, Kok kamu tahu aku cari yang ini?" tanya Vanya setelah menerima ice cream dari Niko.
"Iya Meta yang cerita, Katanya kamu suka banget yang itu" ucap Niko seraya tersenyum.
Daffin mulai terlihat kesal, Ingin rasanya ia menyeret Niko keluar saat ini juga, Namun ia mencoba menahan diri, Ia ingin Vanya sendiri yang memberitahu kepada Niko tentang hubungan mereka.
"Udah belum??" tanya Daffin kemudian.
"Udah" jawab Vanya.
"Ya udah kita ke kasir" ajak Daffin yang mulai berjalan dan diikutin Vanya dibelakangnya.
__ADS_1
"Duluan ya Nik" ucap Vanya.
Niko mulai merasa ada yang tak beres, Vanya pergi bersama Pak Daffin? pikirnya.
Setelah selesai membayar, Vanya dan Daffin mulai pergi dari sana dan menuju ke mobilnya.
...----------------...
Di dalam mobil,
"Teman-teman kamu sudah tahu tentang kita, Kapan kamu kasih tahu dia juga?" tanya Daffin.
"Iya pasti aku kasih tahu kok" ucap Vanya.
"Ya tapi kapan?" tanya Daffin
"Enggak tahu" jawab Vanya.
Daffin tersenyum kecut lalu berkata, " Kamu kenapa sih?? Masih suka sama dia???" tanya Daffin yang mulai terlihat emosi.
"Bukan gitu Fin, Aku sama dia kan gak ada hubungan apa-apa, Masa tiba-tiba aja aku bilang udah nikah sama kamu, Nanti aku dibilang kepedean lagi, Sedangkan dia nanya juga enggak" ucap Vanya menjelaskan.
"Ya tapi dia suka sama kamu !" ucap Daffin lagi.
"Ya tapi kan aku juga sayangnya sama kamu" ucap Vanya.
"Tapi kamu masih suka juga kan sama dia??" terka Daffin.
Vanya terdiam,
"Kenapa? Kok diem??" tanya Daffin.
"Berarti bener kamu masih suka sama dia??" tanya Daffin.
"Fin, Niko tuh udah baik banget sama aku selama ini," ucap Vanya.
"Gak kayak aku yang udah jahat sama kamu?" ucap Daffin tersenyum kecut.
"Bukan gitu juga, Ada saat dimana aku tersentuh sama setiap perlakuan manis dia ke aku, Aku gak muna , Awalnya memang aku suka sama dia, Tapi sekarang kan aku udah sama kamu dan sayang sama kamu, Niko tuh cuma sekedar lewat aja di hidup aku, Aku cuma suka cara dia memperlakukan aku udah itu aja" Jelas Vanya.
Daffin masih terlihat diam.
"Fin" ucap Vanya sambil memegang bahu Daffin, Namun Daffin menepisnya.
Vanya mulai memajukan tubuhnya ia mengulurkan kedua tangannya lalu melingkarkannya di tubuh Daffin.
"Kamu jangan kayak gitu, Aku sedih tahu enggak, Kalau kamu cuekin aku" ucap Vanya dengan manjanya.
Daffin mulai menghela nafas, Ia benar-benar tidak pernah bisa marah kepada Vanya, Emosinya berangsur reda dan ia pun kini balas memeluk Vanya.
"Aku tuh sayang sama kamu, Aku enggak mau lihat kamu dekat dengan lelaki lain selain aku" ucap Daffin.
"Iya... Lagi tadi kan cuma enggak sengaja ketemu, Lagi pula setelah lulus juga udah enggak akan ketemu lagi" ucap Vanya.
"Iya...Eh ice cream kamu mencair nanti" ucap Daffin setelah teringat.
"Oh iya" ucap Vanya yang langsung melepas pelukan Daffin dan mengambil lalu membuka ice creamnya.
Note : Jangan lupa like, komen dan juga votenya. Terima kasih semua.
Kiss dari Daffin muuaaahh😘😘😘
__ADS_1