VANYA : After The Storm

VANYA : After The Storm
Hari yang Baru


__ADS_3

Jam pelajaran terakhir telah selesai


"Aduuuhhh suntuk banget nih nge-mall yuk nonton terus makan" ucap Fani sambil merentangan tangannya


"Ide bagus tuh"ujar Meta semangat


"Iya ayo Riri mau" ucap Riri


"Ayo gas lah balik sekolah kita langsung cabut, Gimana Va lo ikut kan?" tanya Fani


"Iya" jawab Vanya singkat


"Eh tumben langsung iya" ujar Fani heran


"Ya kan gue juga suntuk, Nanti tinggal kabarin Mama aja terus kita berangkat deh" ujar Vanya


"Nah ini nih gue suka, Yuk buru cabut"ucap Fani semangat


Fani,Meta dan Vanya berangkat dengan sepeda motor mereka masing-masing dan Riri diantar oleh Evan


Meta,Fani dan Riri sudah melaju terlebih dahulu didepan sementara Vanya tertinggal dibelakang, Vanya merasa ada yang tidak beres dengan motornya


"Kok mati!?" keluh Vanya kemudian


Vanya menepikan motornya dan mengeluarkan ponselnya Vanya berniat menelpon Meta agar kembali menjemputnya


tapi tiba-tiba layar ponselnya pun mati


Vanya duduk ditrotoar dan mulai mengeluh


"Hh apes banget sih, Mau seneng-seneng aja enggak bisa" Vanya mulai kesal


Tiba-tiba ada motor yang berhenti didekatnya


"Vanya, Kamu ngpain disini?" tanya orang di motor itu yang ternyata adalah Niko


Mogoooook~ " ucap Vanya tanpa sadar dengan manja nya


"Oh mogok, Kayaknya didepan ada bengkel deh sini aku bantu dorong, Kamu tunggu disini aja ya jagain motor aku, Biar aku yang kesana dorong motor kamu" ucap Niko


Vanya menunggu Niko kembali sekitar 10 menit, Dan niko pun menghampiri Vanya


"Va,Kamu mau kemana emangnya kok tumben lewat sini" tanya Niko


"Tadinya mau nonton sama yang lain tapi motornya malah mogok, Mau telpon Meta handphone nya malah mati"ujar Vanya memelas


"Ya udah aku anterin aja kayaknya motor kamu masih lama selesainya nanti pulangnya aku anter lagi kesini" ucap Niko memberi saran

__ADS_1


Vanya tak bergeming


"Aku juga sekalian mau ke toko buku soalnya ada buku yang mau dibeli jadi kita satu tujuan" ujar Niko lagi


"Oh ya udah kalau gitu" Vanya bangun dan bersiap naik ke motor Niko


Dijalan


Hhh tuh kan jadi flashback pas dibonceng waktu itu batin Vanya


Mereka pun sampai dan terlihat Meta, Riri dan Fani menunggu didepan pintu mall


Niko pergi ke parkiran motor dan Vanya turun lalu menghampiri mereka


"Va lo kemana di telponin malah enggak aktif baru juga mau gue susulin"ujar Fani panik


"Iya maaf si kimi mogok tadi"ucap Vanya menyesal


"Emang udah waktunya tuh si kimi di lembiru ( lempar yang lama beli yang baru)" celetuk Fani


"Enak aja gitu-gitu juga motor kesayangan gue" jawab Vanya sewot


"Terus lo kesini naik apa?" tanya Meta


"Naik motor bareng Niko tadi ketemu dijalan"jawab Vanya


"Itu lagi parkirin motornya dulu"jawab Vanya


"Ya udah yuk kita masuk" ajak Vanya


"Yee tar dulu ga ada akhlak udah nebeng juga, Tungguin dulu lah si Niko nya kasian" ujar Fani


"Iya iyaa"ujar Vanya


Setelah memarkirkan motornya Niko menghampiri mereka


"Hai Nik" sapa Meta


"Hai, Kok belum masuk katanya mau pada nonton" ujar Niko


"Iya nih, Nungguin lo dulu siapa tau lo mau bareng" ujar Meta


"Oh duluan aja padahal nanti ketinggalan jam nontonnya emangnya mau pada nonton apa sih?" tanya Niko


"Mau nonton Teman tapi Menikah" jawab Riri


"Iya nih lo mau ikut nonton juga enggak?" tanya Meta

__ADS_1


"Enggak apa-apa nih ikut gabung"ujar Niko


"Ya enggak apa-apa ayo masuk" ajak Meta


Niko mengikuti mereka dibelakang


Lalu Meta segera membeli tiket, Yang lainnya memesan minuman dan popcorn, Setelah selesai Meta menghampiri teman-temannya


"Ini ada 5 tiket cuma yang 2 tiket tempat duduknya enggak sejajar cuma beda 1 baris aja" ucap Meta menjelaskan


"Yah enggak asik dong enggak barengan" protes Fani


"Ya abis nya udah tinggal itu doang jam kedua masih 2 jam lagi, Apa enggak kelamaan nunggunya gue sih ogah mending ambil yang ada" ucap Meta


"Nih Nik lo sama Vanya ya" ucap Meta sambil memberikan 2 tiket pada Niko


"Eh kok gue" ujar Vanya kaget


"Iya itung-itung hukuman karena lo telat nyaris aja kita keabisan tiket" ucap Meta pura-pura kesal


"Udah yuk masuk udah mau mulai filmnya"ajak Meta


Mereka memasuki ruangan dan duduk ditempatnya masing-masing


Film di mulai Vanya duduk disebelah Niko, Ia pun terlihat canggung,Tiba-tiba Niko memulai obrolan,


"Kamu suka hadiahnya?"tanya Niko.


"Iya suka, Makasih ya"jawab Vanya canggung


"Kok enggak dipakai?" tanya Niko.


"Oh.. Itu.. Takut ilang makanya disimpen dirumah" jawab Vanya gugup.


Vanya hendak mengambil minumannya, Namun secara tidak sengaja ia menyentuh tangan Niko.


"Eh maaf" ujar Vanya reflek menarik tangannya.


Niko hanya tersenyum


Vanya mengambil minuman dan meminumnya, Setelah itu meletakkannya kembali, Namun sebelum Vanya menarik tangannya kembali, Niko meletakan tangannya tepat dipunggung tangan Vanya.


Vanya melirik ke arah Niko, Niko masih serius menonton film, Perlahan Vanya mulai menarik tangannya, Tapi kini Niko malah menariknya kembali lalu menggenggamnya dan tersenyum ke arah Vanya, Wajah Vanya seketika memerah ia tersipu malu.


"I have been hiding this love in my heart everytime. We meet everytime and we face each other. Do you know how much I have to force myself?"


Note : Jangan lupa tinggal kan Like dan juga Votenya. Terima kasih😊

__ADS_1


Lanjut terus bacanya masih banyak kisah seru di bab-bab selanjutnya...


__ADS_2