
Sepulang sekolah,
Daffin telah kembali ke rumahnya, Seharian ini ia belum bertemu sama sekali dengan Vanya, Karena ia tak ada jadwal di kelas Vanya dan juga karena ia tidak leluasa berdekatan dengan Vanya di sekolah.
Ia pun masuk ke dalam rumah dan mulai merebahkan tubuhnya di sofa,
"Fin, Ayo makan dulu" ajak Mamanya.
"Iya Ma" jawab Daffin seraya berjalan menuju ruang maka dan duduk disana.
"Ma, Vanya kemana ? Masih belum pulang juga ?" tanya Daffin.
"Belum" jawab Mamanya.
Daffin pun mulai mengeluarkan ponselnya, Ia mencoba menelepon Vanya, Namun tak ada jawaban.
"Fin kalau lagi di meja makan jangan main handphone, Taruh dulu handphonenya" tegur Mamanya.
"Iya Ma" ucap Daffin seraya menaruh kembali ponselnya.
Setelah selesai makan, Daffin mulai mencoba menelepon Vanya kembali.
Kok enggak diangkat-angkat sih batin Daffin
"Fin " panggil Sandra.
"Apa sih embak !" jawab Daffin dengan nada tinggi.
"Yee biasa aja dong, Embak manggil baik-baik kamu malah sewot" ucap Sandra tak terima.
"Ya maaf embak, Abisnya Vanya enggak angkat-angkat telepon Daffin" keluh Daffin
"Ya biarin sih, Orang lagi di rumah Mamanya, Lagi ngapain kali sama Mamanya jadi enggak sempet angkat telepon kamu" ujar Sandra
"Embak kata siapa? Bisa aja kan dia belum pulang ke rumah Mamanya" ujar Daffin.
"Ya embak kata Vanya sendiri tadi, Dia bilang masih mau menginap disana" ujar Sandra.
"Kok dia enggak bilang sama Daffin?" tanya Daffin lagi
"Ya embak mana tahu kamu tanya sendiri lah sana" ucap Sandra sambil berjalan naik ke atas menuju kamarnya.
Daffin terus mencoba menelepon Vanya dan akhirnya diangkat,
"Vanya, Kapan kamu pulang?" tanya Daffin setelah Vanya mengangkat teleponnya.
"Enggak tahu" jawab Vanya
"Kok enggak tahu??" tanya Daffin
"Iya nanti pulang" ujar Vanya
"Kapan?" tanya Daffin
"Abis ujian aku selesai" ujar Vanya.
__ADS_1
"Hah??? Yang bener kamu?? Kok lama banget." ucap Daffin.
"Iya, Abisnya kamu suka iseng, Sama ganggu aku terus disana, Aku enggak bisa fokus belajar, Jadinya aku mau disini dulu aja sampai ujian selesai" jelas Vanya.
"Jangan gitu dong sayang, Besok pulang ya?" bujuk Daffin.
"Enggak bisa Fin, Nanti aku pulangnya sehabis ujian selesai aja ya" ujar Vanya.
"Tapi nanti aku gimana?" tanya Daffin.
"Gimana apanya?" ujar Vanya balik bertanya.
"Ya nanti kalau aku kangen sama kamu gimana?" ujar Daffin memelankan suaranya
"Ya ditahan! Udah dulu, Aku mau lanjut belajar lagi" ujar Vanya sambil memutus sambungan teleponnya.
...----------------...
Malam harinya,
Daffin memutuskan untuk pergi ke kafe nampak ia tengah duduk sendirian disana sambil menikmati minumannya, Karena merasa bosan ia pun memutuskan untuk memanggil teman-temannya untuk bergabung tidak lama kemudian Leo datang disusul juga oleh Hans.
"Kenapa lo tumben banget" tanya Leo kepada Daffin seraya duduk dikursinya.
"Suntuk gue" ujar Daffin
"Bini lo kemana emang?" tanya Leo
"Nginap di rumah nyokapnya" ujar Daffin lesu.
"Pantesan " ujar Leo yang tersenyum kecut.
"Pantesan lo panggil gue kesini, Tahunya buat nemenin laki orang yang kesepian di tinggal bini" ujar Leo
Daffin pun hanya tersenyum, Sementara itu Hans masih sibuk dengan ponselnya sambil terus tersenyum sendiri.
"Nah ini lagi om om yang satunya udah mulai kumat sint"ngnya" ujar Leo.
"Tahu lo Hans nyengir mulu dari tadi kering tuh gigi" ujar Daffin.
"Lo bedua mana paham, Cewek gue manja banget, Gue tuh bawaannya gemes terus sama dia, Gue tinggal bentar aja udah ngerengek nyariin" ujar Hans sambil tersenyum.
"Kok bini gue enggak kayak gitu, Gue bilang kangen aja suruh ditahan, Bikin gue gregetan aja jadinya" ujar Daffin.
"Ah elah, Gue kesini malah dengerin curahatan om om " ujar Leo.
Daffin dan Hans pun tertawa.
"Udah lah gue ke toilet dulu" ucap Leo
Daffin pun terdiam, Hans masih sibuk dengan ponselnya, Sementara Leo bergegas pergi ke toilet.
"Hans" panggil Daffin
"Kenapa?" tanya Hans.
__ADS_1
"Itu lo sama cewek lo gimana?" tanya Daffin.
"Gimana apanya?" tanya Hans bingung.
"Ya dia kan hamil, Terus nyokapnya enggak ada marah atau gimana gitu sama lo" ujar Daffin lagi.
"Ya marah lah, Ibu mana sih yang enggak marah kalau anaknya kenapa-napa" ujar Hans.
"Tapi cewek gue selalu belain gue, Lagipula waktu itu dia yang minta kok" ujar Hans lagi.
"Hah? Serius lo?" tanya Daffin tak percaya.
"Iya, Seriusan" ujar Hans.
"Ah parah, Masa sih kok bisa??"tanya Daffin.
"Ya begitu lah" ujar Hans yang kembali sibuk dengan ponselnya.
Daffin pun ikut mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan untuk Vanya.
Ping
Satu pesan masuk di ponsel Vanya,
Daffin : Sayang
Vanya pun membalas pesan dari Daffin.
ISTRIKU : Kenapa?
Daffin : Aku kangen sama kamu
ISTRIKU : Kemarin yang bilang jangan sampai kangen siapa ya??
Daffin pun nampak terdiam ia merasa malu dengan ucapannya sendiri kemarin. Lalu ia pun mulai membalas lagi pesan dari Vanya.
Daffin : Iya deh aku yang bilang
Vanya tak lagi membalas pesan dari Daffin,Daffin pun mulai mengirim pesan lagi.
Daffin : Aku kesana ya?
ISTRIKU : Mau ngapain?
Daffin : Kangen-kangenan
ISTRIKU : Udah malam aku ngantuk mau tidur
Daffin : Emangnya kamu lagi enggak mau makan apa gitu
ISTRIKU : Enggak
Daffin pun mulai menghela nafas,
"Hhh lama banget sih kelarnya tuh ujian si*lan!" umpat Daffin.
__ADS_1
Note : Untuk yang membaca dan suka dengan karyaku jangan lupa untuk tinggalkan like, komen dan juga vote untuk dukungan supaya author makin semangat lagi menulisnya.
Happy Reading💞