VANYA : After The Storm

VANYA : After The Storm
Extra Part


__ADS_3

Saat akhir pekan,


Vanya dengan kaus berwarna abu-abu dan juga celana panjang berwarna senada, Tengah duduk menyilangkan kaki di atas sofa sambil membaca buku di tangannya, Disampingnya nampak sepiring mangga muda yang telah dipotong kecil-kecil beserta sambalnya, Ia pun asik membaca dan sesekali mengambil mangga disampingnya lalu memasukkannya ke dalam mulut.


Sementara itu sang suami tercintanya Daffin tengah duduk dibawah sambil menopang dagu diatas meja, Ia hanya dapat memandangi istri tercinta itu dari jarak tak kurang dari satu meter, Ingin mendekat pun tak bisa, Sebab pasti seketika istrinya itu berubah menjadi mode sangar.


"Sayang" panggil Daffin.


"Hmm.. Kenapa?" tanya Vanya yang matanya masih sibuk melihat kedalam buku ditangan kirinya sementara tangan kanannya tengah memegang potongan mangga muda.


"Kangen" ucap Daffin mengerucutkan bibirnya layaknya anak kecil.


"Ngapain kangen, Kan dari tadi aku disini enggak kemana-mana" ucap Vanya yang kini melihat ke arah Daffin seraya memasukan potongan mangga tadi ke dalam mulutnya lalu mengunyahnya.


"Kangen mau peluk, Mau cium, Mau nengokin junior juga" ucap Daffin seraya mengembangkan senyumnya.


"Haish dasar m*sum" ucap Vanya seraya kembali menatap buku ditangannya.


"Kok mesum, Wajar kan sayang aku udah seminggu nih enggak bisa deket-deket sama kamu, Kapan dong selesai mual-mualnya"protes Daffin.


"Katanya sih ada yang bilang kayak gini tuh cuma sampe 4 bulan, Tapi ada yang bilang juga sampai lahiran" ujar Vanya.


Seketika Daffin membulatkan matanya, Ia seolah tak terima jika harus berjauhan dengan Vanya selama 4 bulan atau bahkan 9 bulan lamanya.


"Yang bener aja dong sayang, Kok lama banget sih !" protes Daffin lagi.


"Ya mana aku tahu, Ya namanya juga bawaan bayi beda-beda" ujar Vanya.


"Aku coba sekarang aja ya, Kali aja sekarang udah enggak mual" ucap Daffin bersemangat dan bergegas bangun dari duduknya


"Jangan coba-coba !" ucap Vanya seraya menatap tajam ke arah Daffin.


Daffin kembali terduduk lemas,


"Kamu tega banget sih sayang" ucap Daffin yang kini mulai terlihat kesal.


"Ada juga kamu tuh, Kamu enggak ngerasain jadi aku, Baunya tuh bikin kepala pusing, terus mual, Belum lagi kalau sampai muntah lemes tahu, Lagian ini juga kan gara-gara kamu" ucap Vanya.


"Kok aku sih?" protes Daffin lagi.


"Kok aku sih, Emangnya yang buat aku hamil siapa???" tanya Vanya yang melirik sinis ke arah Daffin.


"Ya aku" jawab Daffin singkat.


"Nah makanya nikmatin aja, Aku juga lagi nikmatin hasil perbuatan kamu" ujar Vanya seraya kembali membaca buku ditangannya.

__ADS_1


Daffin menghela napas kini ia beranjak dari duduknya serta berjalan pergi dan duduk di dekat jendela.


"Sayang tolong ambilin air minum dong" pinta Vanya.


Namun tak ada jawaban dari suaminya itu karena ternyata ia sudah tak berada di tempatnya dan ia oun tak menyadari kepergiannya tadi.


Vanya mulai menutup bukunya dan berjalan ke dapur untuk mengambil air minum, Setelah minum kini ia mulai berjalan menghampiri Daffin yang ternyata tengah duduk di dekat jendela.


"Sayang" panggil Vanya.


Daffin menoleh dengan raut wajah yang terlihat sebal.



"Kamu lagi apa disitu?" tanya Vanya.


"Lagi meratapi nasib" ucap Daffin.


Vanya tersenyum, Sebenarnya ia juga merasa kasihan kepada suaminya itu, Namun apa boleh buat karena kehamilannya kali ini benar-benar berbeda dari sebelumnya, Sebelumnya ia selalu ingin makan di tengah malam, Namun kali ini ia sulit sekali untuk makan karena rasa mual yang selalu saja menyerang apalagi bila berdekatan dengan suaminya itu.


"Mau minta tolong boleh?"


"Minta tolong apa?" tanya Daffin masih dengan raut wajahnya yang sebal.


"Peluk aku, Sebentar aja tapi" ucap Vanya.


Vanya berdengus,


Hmm mulai ngambek batin Vanya.


Vanya pun sebenarnya merindukan Daffin yang senang bergelayut manja kepadanya.


"Ya udah kalau kamu enggak mau ya enggak apa-apa" ucap Vanya yang tak kalah sewotnya.


Vanya pun berbalik dan bergegas pergi meninggalkan Daffin.


"Hish ngeselin banget, Tadi aja bilang kangen mau peluk, Giliran suruh peluk malah marah" gerutu Vanya seraya berjalan.


Namun tiba-tiba saja...


Grep


Daffin mulai melingkarkan tangannya pada tubuh mungil istrinya itu dari arah belakang, Ia pun menyandarkan kepalanya pada tengkuk leher Vanya.


Daffin nampak tersenyum, Sementara Vanya terlihat tersenyum sekilas sampai akhirnya ia merasa kepalanya pusing dan rasa mual yang kembali menyerang, Namun ia tetap berusaha menahannya, Sementara Daffin terlihat tak ingin melepas pelukannya, Meskipun pada akhirnya ia lepas juga.

__ADS_1


"Kamu enggak apa-apa?" tanya Daffin setelah melepas pelukannya.


Vanya hanya menggeleng sambil mengatupkan bibirnya, Ia tengah berusaha menahan rasa mual namun percuma saja karena kini ia mulai berlari ke kamar mandi dan muntah disana.


Daffin mulai menghampiri Vanya, Ia baru saja keluar dari dalam kamar mandi sementara Daffin mencoba untuk sedikit menjauh.


"Sayang kamu enggak apa-apa?"tanya Daffin yang kini terlihat khawatir.


Vanya hanya menggeleng.


"Maaf ya, Lagi-lagi aku egois, Harusnya tadi aku..."


"Udah enggak apa-apa, Aku mau ke kamar dulu mau tidur sebentar kepala aku pusing" ucap Vanya seraya berjalan pergi menuju kamar.


Tak lama setelahnya Daffin nampak menyusul Vanya, Dilihatnya istrinya itu tengah berbaring di atas tempat tidur dan memejamkan matanya.


Daffin pun kembali menutup pintu kamar, Ia ingin membiarkan Vanya beristirahat.


2 jam berlalu...


Vanya kembali membuka matanya perlahan, Tidur membuatnya merasa sedikit lebih baik, Ia mulai menurunkan kakinya dari atas tempat tidur, Sampai akhirnya matanya tertuju pada sebuah buket bunga mawar yang berada diatas meja, Vanya bangun dari duduknya dan mengambil buket bunga tersebut, Ada sebuah memo yang terselip disana dan Vanya mulai membacanya.



...Sehat terus untuk istriku tercinta dan juga calon anak kita...


...I Love You Sayang...


Vanya nampak tersenyum, Lagi-lagi suaminya itu melakukan hal yang manis.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Manis ya mupeng kan authornya... Dah lama enggak dikasih bunga nih,


Beb mana bunganya beb (Eror mode on)😂


dah lah abaikan😁


Lagi-lagi di masa hiatus aku malah up lagi😅


Aku on paling sambil nyicil nulis karya kedua, Tapi tahunya pas nengok Daffin ada yang kasih vote dunk, Langsung semangat dan lanjut lagi


Labil banget emang ya author yang satu ini 😁


Terimakasih ya votenya, 😘😘😘

__ADS_1


Jadi semangat ehe..


Makasih juga buat yang udah like dan nyimak extra part dari Daffin dan Vanya😍😍😘😘😘


__ADS_2