
"Duuuuhh Kok bisa-bisanya sih, Tadi tuh beneran atau mimpi sih" gumam Vanya yang mulai salah tingkah seraya membenamkan wajah ke bantal serta berguling ke kanan dan ke kiri.
Sementara itu, Daffin yang sedang merebahkan tubuhnya ditempat tidur pun mulai mengetik sesuatu di ponselnya,
Ping
Ada 1 pesan masuk di ponsel Vanya, Lalu ia pun mengambil ponselnya yang ia letakan di meja tidak jauh darinya, Dan mulai membuka pesan yang masuk,
Daffin :" Selamat tidur sayang, Mimpiin aku ya, Love you muaahh "
Vanya semakin tak karuan menerima pesan dari Daffin,
Kok dia jadi sok manis gini Batin Vanya
Lalu Vanya pun mulai mengetik...
'Iya kamu juga, Selamat ti |
Hishh apaan sih ngapain dibales Batin Vanya
Ia pun mulai menghapus pesannya lagi.
Lalu menaruh ponsel disampingnya.
Daffin terdiam sambil menunggu balasan dari Vanya, Tapi Vanya tak kunjung membalas pesan darinya.
Daffin pun menghela nafas, Agak sedikit kecewa karena Vanya mengabaikan pesan darinya.
Daffin pun memutuskan untuk tidur, Namun saat Daffin telah tertidur tiba-tiba ada pesan masuk,
Dilayar ponsel Daffin
ISTRIKU : "Iya selamat tidur juga, Makasih juga buat makanannya😊"
...----------------...
Keesokan harinya,
Daffin yang baru saja bangun, Lalu mengambil ponsel untuk melihat jam di layar ponselnya, Ia pun melonjak bangun dan duduk melihat ada 1 pesan masuk dan itu dari Vanya.
Ia nampak tersenyum dan senang, Lalu bergegas untuk mandi dan bersiap-siap,
Daffin pun turun dari kamarnya dan duduk disebelah Vanya, Lalu Vanya pun dengan sigap menutup hidungnya seraya berkata,
"Kamu abis mandi pakai parfum berapa botol?" tanya Vanya seketika dan mulai menjauh.
" Howek... howek.. " Sandra langsung bangun dan pergi ke kamar mandi untuk muntah.
"Iya sih Fin, Kamu pakai parfum berapa banyak? Mana banyak ibu hamil, Ibu hamil tuh sensitif sama bebauan, Mama yang enggak hamil aja mual nyiumnya" ujar Mamanya sambil menutup hidung.
Papa Daffin hanya menggelengkan kepalanya. Sedangkan Mas Daniel mulai tertawa sambil berkata
" Daffin daffin.. kamu lagi puber nih kayaknya" ledek Mas Daniel
"Daffin ganti baju dulu deh" ujar Daffin yang langsung naik ke atas kembali sambil menahan rasa malunya.
"Duuh malu-maluin aja, Niatnya biar Vanya betah dan suka malah jadi berantakan" ucap Daffin dikamarnya.
...----------------...
__ADS_1
Disekolah,
Saat Vanya sedang membantu Daffin mengkoreksi soal latihan, Vanya terus saja menutup mulutnya dan mencoba untuk menahan tawa.
"Kamu kenapa?" tanya Daffin
"Enggak apa-apa" ujar Vanya sambil tersenyum
"Baru kali ini aku sebal liat kamu senyum" ucap Daffin sambil mengerenyitkan dahinya
"Loh kenapa?" tanya Vanya yang masih saja berusaha menahan tawa.
"Ya pasti kamu tuh inget kejadian tadi pagi kan" ujar Daffin sewot
Vanya tak lagi bisa menahan tawa, Ia pun tertawa dan berkata,
"Ya abisnya kamu tuh ada-ada aja, Parfum dipakai buat mandi ya? Wanginya nyengat banget, Embak Sandra aja sampai muntah-muntah, Untung aku buru-buru nahan nafas terus cepat-cepat ngejauh tadi" ujar Vanya masih sambil tertawa.
"Ya kan aku pakai juga supaya wangi, Supaya kamu betah dekat-dekat sama aku"
ujar Daffin malu-malu
"Ha? ujar Vanya yang mulai canggung mendengar ucapan Dafiin
Mereka pun sama-sama diam.
Lalu Daffin berkata lagi,
"Vanya, Nanti malam nonton yuk? Aku juga pengen ngerasain jalan sama kamu" ujar Daffin sambil menatap Vanya.
"Kalau kamu takut ada yang lihat nanti aku pakai baju yang tertutup semua terus mata juga, Aku pakai kacamata biar enggak ada yang ngenalin, Sama nanti nontonnya ambil jam terakhir aja, Terus pulangnya kita makan di tempat biasa deh, Gimana? Mau ya?" tanya Daffin sambil terus memandang Vanya dan menunggu jawabannya.
"Emm ya udah" ucap Vanya
" Ya udah iyaa" jawab Vanya
"Makasih" ujar Daffin yang langsung mengambil buku latihan soal bagian Vanya sambil tersenyum
"Eh kok diambil?" tanya Vanya bingung
"Iya enggak apa-apa, Aku aja yang koreksi ini semua, Kamu cukup nemenin aku aja disini" ujar Daffin yang mulai bersemangat mengkoreksi soal latihan
...----------------...
Malam harinya
Akhirnya Daffin dan Vanya pergi menonton film bersama,
Saat dipertengahan film Vanya terlihat sesekali menggosok-gosok tangannya.
Daffin pun yang memperhatikan sedari tadi berinisiatif membuka jaketnya dan memberikannya kepada Vanya,
"Ini pakai, Kamu enggak pakai sweater lagi ya tadi" ujar Daffin
"Iya kelupaan buru-buru" ujar Vanya
"Ayo cepat pakai" perintah Daffin
Vanya pun memakai jaket milik Daffin
__ADS_1
"Sini tangan kamu" pinta Daffin
Vanya pun mengulurkan tangannya Lalu Daffin pun mengambil kedua tangan Vanya dan mulai menggosok menggunakan tangannya.
Vanya pun terus memandangi Dafiin yg berusaha menghangatkan tangannya.
"Masih dingin?" tanya Daffin sambil memandang ke arah Vanya
Vanya pun menggeleng, Ia pun merasa sedikit lega karena gedung bioskop yang gelap, Dengan begitu Daffin tidak dapat melihat wajahnya yang merona sedari tadi disertai degupan jantungnya yang kencang.
Daffin pun melepaskan tangan Vanya dan kembali menonton, Tetapi hanya satu lengan yang ia lepaskan, Tangan yang satunya tetap ia genggam dengan erat. Vanya semakin tak karuan dibuatnya. Detak jantungnya semakin tak beraturan.
Kenapa jadi deg-degan gini Batin Vanya Sambil sesekali melirik ke arah Daffin yang serius menonton Film.
Setelah film berakhir mereka pun makan bersama di tempat biasa mereka makan.
Lalu setelah selesai mereka pun pulang kerumah,
Vanya sedang tertidur di mobil, Ia sangat lelah hari ini, Ditambah lagi dengan menyantap ayam bakar ditempat langganan mereka tadi, Kantuknya jadi semakin tak tertahankan.
Daffin terus memperhatikan wajah Vanya yang sedang tertidur,.
"I feel in love the way you fall asleep : Slowly, and then all at once"
Meskipun sedang tidur kamu tetap cantik Batin Daffin
Lalu ia mulai mendekat, menyentuh dagu Vanya dan mulai m*magut bibirnya.
Vanya yang tertidur pun terbangun dan mulai memalingkan wajahnya.
"Kamu kenapa enggak bangunin aku?" tanya Vanya kemudian
"Kan barusan aku lagi bangunin kamu" ujar Daffin
"Ya enggak gitu juga caranya" ujar Vanya
"Terus gimana?" tanya Daffin
"Gini" ujar Daffin yang dengan cepat mulai mencium Vanya lagi.
Daffin terus m*lum*t bibir Vanya, menyuruh Vanya membuka mulutnya dan mulai memainkan lid*hnya, Vanya nampak terbawa dengan permainan Daffin, ia terus saja memejamkan matanya. Perasaannya kian campur aduk.
Setelah beberapa menit berlalu Daffin mulai melepasnya pagutannya lalu ia pun berkata,
"Rasa ayam bakar" ujar Daffin sambil tersenyum
Apaan sih!?" ujar Vanya malu-malu lalu mencubit pinggang Daffin
"Aduhh, Sakit sayang" ucap Daffin yang membuat perasaan Vanya makin tak karuan.
Daffin sangat bahagia hari ini, Akhirnya penantian serta usahanya membuahkan hasil, Dinding tebal antara dirinya dan Vanya mulai memudar, Vanya tak lagi menghindar dan bersikap dingin kepadanya.
Namun sebaliknya Vanya terlihat nyaman saat berada disampingnya.
Note : Terimakasih untuk pembaca setia karyaku, Maaf kalau masih ada kekurangan, dan maafkan juga kehaluan tingkat tinggi authornya😆 dan Terimakasih juga untuk dukungannya sampai hari ini,
Karena kalau bukan karena dukungan kalian mungkin aku udah berhenti ditengah jalan, karena kurang pede dengan yang aku tulis, takut pembaca ga suka dan juga yang lainnya.
Untuk yang membaca dan suka dengan karyaku jangan lupa untuk like, komen dan juga vote nya untuk dukungan supaya author makin semangat lagi menulisnya.
__ADS_1
Happy Reading💞
Sekali lagi terimakasih ya💕💕😘