
Kilas Balik...
Setelah Vanya pergi dari kantin untuk menemui Niko, Tidak lama kemudian Daffin datang menghampiri teman-teman Vanya serta menanyakan keberadaannya.
"Vanya kemana?" tanya Daffin.
"Emm enggak tahu Pak" ucap Meta.
Ia sengaja menutupi kalau saat ini Vanya tengah menemui Niko, Ia berharap Vanya dan Niko segera menyelesaikan semuanya terlebih dahulu.
"Masa enggak tahu? Kan dari tadi Vanya sama kalian" ucap Daffin yang tak percaya.
"Ih kamu gimana sih Meta, Tadi kan kata Vanya dia mau ketemuan sama Niko" ceplos Riri.
Aduh Riri pinternya kebangetan batin Meta.
Daffin pun meninggalkan mereka dan bergegas mencari Vanya, Lalu ia pun menemukan Vanya di belakang sekolah bersama Niko.
Namun tiba-tiba Daffin terlihat shock karena Niko mulai memeluk Vanya dan bahkan Vanya tidak menolaknya.
Sebenarnya Daffin tak ingin marah, Tapi ia tidak bisa mengendalikan amarahnya, Ia merasa kecewa, merasa terkhianatin karena diam-diam Vanya bertemu dengan Niko bahkan mereka sedang berpelukan.
Daffin mulai menghampiri mereka, Ditariknya Niko lalu ia mulai memukul Niko tepat di wajahnya.
Vanya terlihat kaget dan berusaha menghalangi Daffin agar tak lagi memukul Niko.
...----------------...
Di kamar Daffin,
Vanya tengah merapikan kembali pakaian yang tadi dibuka secara paksa oleh Daffin,
"Maafin aku ya?" ucap Daffin menyesal.
"Lagi-lagi aku melakukan hal bod*h" ucapnya lagi.
Vanya hanya mengangguk,
"Iya aku juga minta maaf soal tadi siang, Aku cuma mau menyelesaikan semuanya sama Niko" ucap Vanya.
Daffin pun mulai mendekat serta memeluk Vanya.
"Iya, Yang terpenting sekarang semuanya sudah selesai, Aku juga sedikit lega karena dia sudah tahu tentang kita dan seharusnya dia sudah tidak akan mendekati kamu lagi kan" ucap Daffin.
"Iya Fin" ucap Vanya.
"Ya udah kamu istirahat ya,"ucap Daffin.
Vanya mulai merebahkan tubunya di tempat tidur lalu Daffin mulai menyelimuti tubuhnya, Ia pun melingkarkan tangannya pada pinggang Vanya, Dikecupnya kening Vanya seraya berkata, " Selamat tidur sayang" ucap Daffin.
...----------------...
Setelah hari itu Niko benar-benar tidak pernah bertemu lagi dengan Vanya, Walaupun tidak sengaja berpapasan Niko nampak menghindar bahkan seperti tidak pernah saling mengenal dengan Vanya, Hari-hari terlewati begitu saja sampai tiba pada hari kelulusan mereka.
Mereka nampak berkumpul di lapangan, Kini kepala sekolah mulai memberikan sambutan, Sampai puncaknya pengumuman kelulusan dan murid sekolah mereka dinyatakan lulus 100%.
Suasana haru pun menyelimuti mereka saat ini mereka mulai saling berpelukan, Masa-masa sekolah mereka telah usai, Perjuangan mereka di bangku SMA telah berakhir.
Vanya sedang berpelukan bersama teman-temannya,
"Enggak kerasa kita udah lulus sekarang" ucap Vanya.
__ADS_1
"Iya, Enggak kerasa, Maafin gue ya Va, Kalau gue punya banyak salah sama lo" ucap Meta.
"Iya gue juga" ucap Vanya.
Riri nampak menangis sesenggukan,
"Kenapa lo Ri?" tanya Fani.
"Riri disuruh kuliah di LN, Riri enggak bisa barengan sama kalian lagi" ucap Riri.
"Enak dong Ri, Gue juga mau kalau boleh" ucap Vanya.
"Iya gue juga mau banget kalau bisa" ucap Fani.
"Tapi kalau Riri kangen sama kalian gimana??" tanya Riri.
"Ya elah Ri, Bisa kali video call jangan kayak orang susah" ucap Fani.
"Iya bener tuh " timpal Meta.
"Tapi nanti enggak bisa ngumpul lagi nonton film sambil ngemil" ucap Riri.
"Bisa pas kalau lagi libur Ri, Lo maen kesini kita atur waktu buat bisa kumpul" saran Fani.
"Oh iya gimana kalau hari ini kita ngumpul main sepuasnya" saran Vanya.
"Gue sih mau aja, Tapi laki lo kasih izin enggak?" tanya Fani.
"Enggak tahu hehe" ucap Vanya nyengir.
"Mending lo tanya dulu sana" ucap Meta.
"Lagi pada ngomongin apa nih" ucap Daffin yang ternyata datang menghampiri mereka.
"Iya makasih ya" ucap Vanya.
"Aduh Vanya jiwa jomblo gue meronta-ronta, Please bisa enggak peluk-pelukannya di rumah aja" pinta Fani.
"Ulu ulu kacian, Sini gue aja yang peluk" ucap Meta seraya memeluk Fani.
"Dih ogah ah sama lo, Maunya sama cowok" ucap Fani seraya melepaskan pelukan Meta.
"Yee rese lo" ucap Meta yang mulai melepaskan pelukannya.
"Va, Boleh enggak pinjem sebentar" pinta Fani.
"Enak aja yang ini punya gue" ucap Vanya seraya memeluk Daffin.
"Si*l*n lo Va !! Bikin gue ngiri aja" ucap Fani.
Vanya menjulurkan lidahnya untuk meledek Fani, Sedangkan Daffin tersenyum sambil mengusap kepala Vanya.
"Oh iya, Pulangnya nanti, Boleh enggak aku main sama temen-temen aku dulu? " tanya Vanya.
"Boleh" ucap Daffin.
"Asik, Makasih " ucap Vanya seraya tersenyum.
"Iya sama-sama" ucap Daffin.
...----------------...
__ADS_1
Sepulang sekolah,
Akhirnya mereka memutuskan untuk main ke rumah Riri sekaligus perpisahan karena ia akan melanjutkan pendidikannya di luar negeri.
Vanya sampai di depan rumah Riri,
"Aku masuk dulu ya," ucap Vanya.
" Nanti dulu, Kamu lupa?" tanya Daffin.
"Oh iya " ucap Vanya yang mulai memajukan wajahnya serta mengecup bibir Daffin.
Kecupan adalah rutinitas wajib bagi Vanya dan Daffin saat ini, Ketika bangun tidur, Berpisah saat akan pergi kemana pun, Vanya wajib mengecup bibir Daffin terlebih dahulu, Selain untuk meningkatkan keintiman diantara mereka, Daffin ingin Vanya benar-benar menerima sepenuhnya kehadiran Daffin agar tak ada lagi kecanggungan diantara mereka berdua, Apalagi hingga saat ini Daffin belum sepenuhnya menerima haknya sebagai suami, Ia ingin lebih bersabar dan menunggu Vanya untuk siap melakukan itu bersamanya tanpa ada lagi paksaan seperti sebelumnya.
"Aku masuk dulu ya" ucap Vanya.
"Iya sayang"ucap Daffin.
Vanya mulai berjalan masuk ke gerbang rumah Riri sementara Daffin melajukan kendaraannya lagi dan pergi dari sana.
Vanya telah berada di teras rumah Riri, Ia mulai menyalakan bel rumah, Mama Riri mulai membukakan pintu untuk Vanya dan mempersilahkan Vanya untuk masuk.
Vanya mulai menyusul Riri dan yang lainnya di halaman belakang.
"Akhirnya datang juga" ucap Meta.
"Iya nih lama banget sih lo, Pasti mesra-mesraan dulu ya sama Pak Daffin" ucap Fani.
"Iya dong harus" ucap Vanya memanasi Fani.
"Si*l*n banget, Awas aja ya kalau gue punya pacar mau gue pamerin di depan lo " ucap Fani.
Vanya hanya tersenyum, Fani mulai asik dengan ponselnya, Lalu Meta mulai berkata kepada Vanya.
"Vanya, Gimana sama Niko?" tanya Meta.
"Apa sih Ta masih aja di bahas , Kan semuanya udah selesai" ucap Vanya.
"Iya gue tahu, Tapi gue dapet amanat dari Niko katanya dia minta maaf kalau selama ini dia punya salah sama lo, Dia mau ngomong langsung enggak enak katanya makanya dia sampein ke gue sama dia juga mau lanjut kuliah di LN," ucap Meta.
"Iya Ta, Gue juga malah lebih banyak buat salah sama dia, Ya gue berharap sih dia bisa dapetin cewek yang lebih baik dari gue" ucap Vanya.
Riri pun datang dengan makanan di tangannya, "Nih aku bawain masakan Mama aku" ujar Riri.
"Akhirnya Riri.... Makasih banget lo enggak masak hari ini" ujar Fani.
"Emangnya kenapa kalau Riri yang masak?" tanya Riri.
"Gue suka enggak tega makannya Ri kalau lo yang masak," ucap Fani.
"Saking enaknya ya?" tanya Riri.
"Iya saking enaknya berasa pengen gue pajang aja gitu enggak gue sentuh" ucap Fani.
"Bohong Ri, Maksudnya tuh masakan kamu enggak enak" ucap Vanya.
"Dih diperjelas lagi" protes Fani.
"Iiihh~~~ Fani jahat banget sih" ucap Riri.
Hari ini Vanya menghabisikan waktu bersama teman-temannya, Waktu yang berharga yang tidak tahu kapan akan ia rasakan lagi.
__ADS_1
*Note : Akhirnya lulus juga... Mudah-mudahan mood authornya bagus terus ya jadi bisa lanjut sampai selesai.
jangan lupa like, komen dan juga votenya😉*