
BACA ✔
PLAGIAT ❌
Karena mikir menguras energi otak beda dengan tinggal nyomot😂, think smart 😉**
...****************...
Vanya telah dipindahkan ke kamar rawat inap, Daffin pun segera menemuinya, Dilihatnya Vanya yang tengah memejamkan matanya, Di tangannya terdapat selang infus, Wajahnya terlihat begitu pucat.
Daffin semakin tidak tega melihatnya, Vanya yang ceria, Kini hanya terbaring lemah, Daffin mulai mendekati Vanya, Disentuhnya pipi Vanya dan di usap pula rambutnya.
"Cepat sehat lagi ya sayang, Aku kangen lihat senyum kamu" ucap Daffin yang masih mengusap lembut rambut Vanya.
Daffin pun mulai duduk di samping Vanya, Digenggamnya tangan Vanya masih terasa hangat , Lalu Daffin mulai menempelkan tangan Vanya ke wajahnya.
Ada perasaan yang tidak dapat Daffin lukiskan, Ia benar-benar terlihat sedih dan merasa tak berguna sebagai suami, Bukannya menjaga Vanya dengan baik tapi malah sibuk memikirkan dirinya sendiri.
"Maaf" ucap Daffin kemudian.
Tidak lama kemudian Sandra beserta Mamanya pun datang dan mulai bertanya kepada Daffin,
"Fin, gimana keadaan Vanya?" tanya Mamanya.
"Sudah lebih baik dari sebelumnya, Cuma Vanya belum bangun juga" jawab Daffin.
"Udah kamu pulang dulu sana, Makan sama mandi dulu biar Mama yang jaga Vanya" ujar Mamanya yang langsung di tolak mentah-mentah oleh Daffin.
"Enggak Ma, Daffin mau di sini aja, Mau nunggu Vanya sampai bangun" ujarnya.
"Iya tapi kamu belum makan belum sarapan, Gimana kalau kamu sakit juga" ujar Mamanya.
"Tapi Daffin mau di sini, Daffin enggak mau ninggalin Vanya lagi" ucap Daffin bersikukuh.
"Ya udah kalau gitu Sandra beliin makanan aja buat Daffin biar dia sarapan di sini" ujar Sandra.
"Eh jangan, Kamu juga lagi hamil, Jangan pergi sendirian, Tunggu aja di sini biar Mama yang belikan" ujar Mamanya seraya berjalan pergi.
Daffin masih duduk di samping Vanya dan terus menatapnya, Sandra mulai menghampiri Daffin.
"Gimana kata Dokter?" tanya Sandra.
"Kurang nutrisi sama terlalu stres embak" jawab Daffin.
"Hhh dari semalam juga udah embak tegur dia, Makanannya enggak di makan, Cuma diaduk-aduk terus" ujar Sandra.
"Jadi semalaman Vanya enggak makan embak?" tanya Daffin yang menengadah ke arah Sandra
"Iya" jawab Sandra singkat.
Daffin semakin merasa bersalah, Seandainya semalam Daffin menemani dan juga Memperhatikannya mungkin Vanya tidak akan berakhir di sini.
Sandra mulai duduk di sofa ia menyandarkan tubuhnya, Sedangkan Daffin masih terlihat terus memperhatikan Vanya, Tidak selang berapa lama Mama Daffin datang membawa sarapan untuk Daffin.
"Ayo Fin makan dulu, Jangan sampai enggak makan nanti kamu sakit juga" ucap Mamanya.
__ADS_1
Daffin masih terdiam, Ia berpikir dari semalam Vanya tak memakan apapun, Bagaimana mungkin sekarang Daffin makan dengan enaknya.
"Heh makan ! Kamu mau gantian sama Vanya" Ucap Sandra.
"Iya embak" ucap Daffin mulai memakan sarapannya hanya beberapa suapan saja.
"Kenapa enggak dihabiskan Fin?" tanya Mamanya.
"Enggak Ma udah kenyang" jawab Daffin.
"Ma" panggil Daffin.
"Ya, Kenapa?" tanya Mamanya.
"Mamanya Vanya udah dikabarin?" tanya Daffin.
"Belum, Kenapa memangnya?" tanya Mamanya
"Jangan dikasih tahu dulu ya Ma," pinta Daffin.
"Memangnya kenapa? Kamu takut kena marah?" tanya Mamanya.
"Iya, Nanti aja kabarinnya, Biar Daffin aja yang kasih tahu" ujar Daffin.
"Ya sudah kalau begitu" ucap Mamanya.
Mama Daffin ikut duduk bersama Sandra di sofa, Mereka terlihat jenuh.
"Mama sama Embak Sandra pulang aja biar Daffin yang jaga Vanya di sini" ucap Daffin.
"Enggak Ma, Nanti aja pokoknya Daffin mau tunggu sampai Vanya bangun dulu, Daffin enggak mau kemana-mana, Jadi Mama sama embak Sandra pulang aja, Lagian kasihan juga embak Sandra lagi hamil, Biar Daffin jaga Vanya , Mama jaga embak Sandra di rumah," ucap Daffin.
"Ya sudah kalau memang mau kamu begitu" ucap Mamanya kepada Daffin
"Ayo Sandra kita pulang" ajak Mamanya.
Mama Daffin beserta Sandra pun akhirnya pulang ke rumah, Sementara Daffin menjaga Vanya di rumah sakit.
...----------------...
Vanya mulai tersadar dan membuka matanya, Dilihatnya Daffin yang tengah tertidur sambil menaruh telapak tangan Vanya di pipinya.
Vanya tersenyum, Diusapnya dengan lembut pipi Daffin, Daffin pun mulai membuka matanya dan melihat Vanya yang tengah menatap kearahnya.
"Kamu udah bangun!??" ucap Daffin yang begitu senangnya dan mulai berdiri serta memegang kening Vanya.
"Panasnya udah turun, Kamu makan dulu ya terus minum obatnya" ucap Daffin lagi.
Daffin pun mengubah posisi tempat tidur Vanya agar ia bisa bersandar, Lalu Daffin mulai mengambil makanan di meja yang telah diberikan perawat sebelumnya.
Daffin mulai menyuapi Vanya,
"Ayo buka mulutnya" ucap Daffin.
Vanya menerima suapan Daffin lalu mulai mengunyah serta menelannya, Namun baru dua suapan Vanya sudah tidak menginginkannya lagi.
__ADS_1
"Udah, Enggak enak rasanya hambar" ucap Vanya.
"Tapi kamu harus makan yang banyak supaya cepat sehat lagi" ujar Daffin.
"Tapi enggak enak, Aku enggak suka" ucap Vanya dengan manjanya.
"Enggak apa-apa sayang, Kamu harus tetap makan terus minum obatnya" bujuk Daffin.
"Aku maunya ayam bakar di tempat biasa," ujar Vanya.
"Ayam bakar? Tapi kamu masih sakit, Nanti ya kalau udah sehat kita beli sebanyak yang kamu mau" ujar Daffin.
"Sekarang makan dulu ini" ucap Daffin lagi.
"Sesuap lagi aja tapi rasanya enggak enak" tawar Vanya.
"Ya udah enggak apa-apa sesuap lagi terus kamu minum obatnya" ucap Daffin.
Vanya mulai memakan satu suapan lagi, Lalu meminum obatnya, Setelah itu Daffin mulai duduk di sebelah Vanya dan mulai menggenggam tangannya lagi seraya terus menatap Vanya.
"Kamu ngapain ngelihatin aku terus?" tanya Vanya.
"Enggak apa-apa, Aku lagi pengen aja lihatin istri aku yang cantik" ucap Daffin seraya tersenyum.
"Tuh kan aku denger suara buaya lagi" ucap Vanya.
"Kok buaya sih??" protes Daffin sambil membulatkan matanya.
Vanya hanya tersenyum melihat ekspresi Daffin, Lalu Daffin pun ikut tersenyum, Akhirnya ia dapat melihat senyuman Vanya lagi, Senyuman wanita yang ia sayangi.
...----------------...
Keesokan harinya,
Mama Vanya menerima telepon dari sekolah yang memberitahukan bahwa Vanya tidak masuk sekolah kemarin, Mama Vanya tampak bingung, Lalu setelah menutup teleponnya, Mama Vanya berusaha menghubungi Vanya namun tak kunjung di angkat, Sampai akhirnya Mama Vanya menghubungi Mama Daffin dan mau tak mau Mama Daffin memberitahu kalau Vanya sedang di rawat di rumah sakit.
Mama Vanya datang ke ruangan dimana Vanya dirawat dengan tergopoh-gopoh dan dengan segera menghampiri Vanya yang tengah bersandar di tempat tidur dan Daffin di sebelahnya.
"Saya sudah mencoba mempercayakan Vanya sama kamu, Tapi kamu malah merusak kepercayaan saya,"ucap Mamanya kepada Daffin.
"Vanya setelah kamu sembuh kamu pulang ke rumah Mama" perintah Mamanya.
"Tapi Ma, Vanya istri Daffin, Dia harus pulang ke rumah Daffin" protes Daffin.
Mama Vanya tersenyum kecut seraya berkata," Suami macam apa kamu tidak becus menjaga istri !!" ucap Mama Vanya yang membuat Daffin hanya menelan ludah,
Ya benar apa yang dikatakan oleh Mama Vanya, Ia tak becus mengurus Vanya, Sampai Vanya akhirnya jatuh sakit, Tapi ia pun tak ingin berpisah dari Vanya, Daffin benar-benar tidak mau kehilangan Vanya.
"Tapi Ma..." ucap Vanya.
"Jangan membantah Mama Vanya !" bentak Mamanya yang membuat Vanya hanya tertunduk diam.
Note : Jangan lupa tinggalan like, komen dan juga votenya.😉
Hari ini up se bab aja ya, moodnya lagi ga dapat nih, Besok baru up lagi.😔
__ADS_1
Terima kasih untuk yang masih setia membaca😘