
..."Akan Ada Hari yang Cerah Setelah Badai"...
...----------------...
Sore hari menjelang malam Vanya nampak terbangun dari tidurnya, Ia pun mulai melonjak kaget.
"Jam berapa ini?" ucapnya.
Vanya pun melihat jam di dinding kamar yang menunjukkan pukul 17.45 ,
"Hah? Udah jam segini belum masak, Belum rapi-rapi rumah," ucap Vanya yang langsung bangun dari tempat tidur dan bergegas turun ke bawah.
Dilihatnya Daffin yang tengah tertidur di sofa, Vanya pun mulai berjalan mengitari rumah, Dilihatnya pula pakaian yang telah berbaris rapi pada tiang penjemur pakaian, Semuanya sudah terlihat bersih dan juga rapi, Tidak seperti sewaktu ia baru saja datang tadi siang.
Vanya pun mulai terlihat tersenyum, Pasti Daffin yang mengerjakan semuanya batin Vanya.
Lalu Vanya pun memutuskan untuk kembali ke kamar dan mandi terlebih dahulu, Setelah itu Vanya mulai pergi ke dapur dan mulai memasak.
Daffin mulai terbangun karena aroma masakkan, Perutnya sudah merasakan lapar yang tak lagi tertahankan, Ia pun mulai berjalan ke dapur dilihatnya Vanya yang tengah sibuk memasak.
Daffin pun mulai mendekat dan memeluk Vanya dari arah belakang, Namun Vanya pun menjerit," Aahh!"
Daffin mulai melepaskan pelukannya lalu Vanya pun menoleh.
"Kaget aku, Aku kira siapa,"ucap Vanya.
"Memangnya siapa lagi yang peluk kamu kalau bukan aku?" tanya Daffin.
"Bukan gitu, Tadi kan kamu lagi tidur, Jadi aku kira bukan kamu" ucap Vanya.
Daffin pun hanya tersenyum sambil menggaruk kepalanya.
"Masaknya udah selesai? Aku laper" ucap Daffin.
"Oh iya sebentar lagi selesai, Kamu duduk dulu aja" ucap Vanya yang mulai kembali memasak.
Daffin mulai berjalan menuju kulkas membukanya lalu mengambil buah apel disana, Kemudian duduk di kursi dapur sambil melahap apel ditangannya, Membereskan rumah benar-benar menguras tenaga pikirnya.
Vanya telah selesai memasak, Ia mulai menyajikannya di atas meja.
"Maaf ya seadanya, Aku cuma masak telur balado aja, Kita belum belanja bahan yang lain lagi" ucap Vanya.
__ADS_1
"Iya enggak apa-apa, Aku makan apa aja kok, Apalagi kalau kamu yang masak" ucap Daffin seraya tersenyum.
Vanya pun ikut tersenyum dan mulai duduk serta makan bersama Daffin, Vanya sedang makan dengan tenang ia pun mulai melihat ke arah Daffin, Seketika Vanya mulai ternganga melihat Daffin yang makan dengan lahapnya, Telur yang tadinya 8 butir kini hanya tersisa 2 saja diatas piring.
Daffin pun telah menyelesaikan makannya dan mulai menghela nafas,
"Hhh aku kenyang banget" ucap nya seraya menyandarkan tubuhnya sambil mengelus perutnya.
Vanya pun tertawa geli melihat tingkah Daffin.
"Kamu kenapa? Kok ketawa" tanya Daffin.
"Abisnya kamu makannya enggak kira-kira" ucap Vanya.
"Oh iya, Aku laper banget abisnya, Beres-beres rumah ternyata menguras energi juga ya" ucap Daffin.
"Jadi kamu yang bereskan semuanya?" tanya Vanya.
"Iya, Abisnya kelihatannya kamu capek banget tadi, Jadi aku bantu aja sedikit," ucap Daffin.
"Oh iya, Nanti aku sekalian minta Papa deh buat kasih kita Asisten Rumah tangga, Biar kamu enggak terlalu capek" ucap Daffin lagi.
"Enggak apa-apa, Aku masih bisa kok kerjain semuanya sendiri" ucap Vanya.
"Ya nanti aku malah keenakan, Lagian jadi enggak leluasa nanti" ucap Vanya.
"Enggak leluasa?Emangnya kamu mau ngapain?" goda Daffin.
"Ha??" ucap Vanya yang masih belum menyadari perkataannya tadi.
"Oh itu... Maksudnya mau ngapa-ngapain jadi enggak bebas"ucap Vanya lagi.
"Iya emangnya kamu mau ngapain? Kok enggak bebas?" tanya Daffin sambil tersenyum.
"Emm.. Ya... Mau ngapain aja jadi enggak bebas aja, Udah lah aku mau cuci piring dulu" ucap Vanya yang mulai beranjak dari duduknya dan mencuci piring.
Vanya tengah sibuk mencuci piring, Tanpa sadar ternyata Daffin telah berdiri dibelakangnya, Vanya pun mulai menoleh ke belakang, Ia pun tertegun.
"Aku tahu kamu takut enggak leluasa untuk ini kan" ucap Daffin yang kini mulai menyentuh dagu Vanya serta memagut bibirnya.
Vanya pun hanya terdiam karena sekarang bibirnya tengah dikunci oleh bibir Daffin, Setelah beberapa saat Daffin pun mulai melepas pagutannya, Ingin sekali rasanya Daffin mencumbunya lebih jauh dari ini, Tapi ia ingat saat kemarin malam Vanya mulai kalut karena ulahnya.
__ADS_1
Akhirnya Daffin mulai beranjak pergi dari sana seraya berkata," Aku mau ke atas dulu mau baca berkas-berkas lagi" ucapnya seraya berjalan pergi.
Vanya masih terlihat terdiam disana, Lalu ia pun mulai teringat suatu hal dan mulai memanggil Daffin kembali,
"Daffin" panggil Vanya.
Daffin pun menoleh dan dengan cepat Vanya menghampirinya menarik bahu Daffin dan menjinjitkan kedua kaki serta mulai mengecup bibir Daffin seraya berkata," Makasih ya kamu udah bantu aku beres-beres rumah" ucap Vanya.
"Iya sama-sama sayang" ucap Daffin yang mulai mengelus kepala Vanya.
"Udah ya aku tinggal dulu" ucap Daffin seraya kembali berjalan pergi.
Malam telah semakin larut Vanya mulai kembali masuk ke dalam kamar, Terlihat Daffin yang tengah duduk bersandar di tempat tidur dan membaca sebuah buku ditangannya.
Vanya mulai berjalan masuk dan naik ke atas tempat tidur, Daffin masih nampak serius membaca, Ia sama sekali tidak menyapa Vanya sedikitpun.
Ada sedikit perasaan kecewa dihati Vanya karena saat ini ia merasa terabaikan, Karena biasanya Daffin selalu saja menempel pada dirinya namun kini ia malah terus saja memperhatikan buku ditangannya.
Kerjanya belum aja udah dicuekin, Apalagi kalau udah batin Vanya.
Tiba-tiba ingin rasanya Vanya mendekat serta bermanja-manjaan kepada Daffin, Namun ia takut akan mengganggu konsentrasi Daffin.
Akhirnya Vanya memutuskan untuk kembali tidur, Ia pun mulai merebahkan tubuhnya dan membelakangi Daffin.
Daffin mulai menoleh ke arah Vanya, Ingin rasanya ia mendekat serta memeluk Vanya dengan erat, Namun ia takut tak bisa mengendalikan dirinya lagi seperti kemarin malam, Akhirnya Daffin memutuskan untuk tetap di tempatnya tanpa mendekat ke arah Vanya, Ia pun tertidur dengan sama-sama memunggungi Vanya.
...----------------...
Keesokan harinya,
Vanya tengah sibuk menyiapkan sarapan, Tidak lama setelahnya Daffin pun mulai turun dan menghampiri Vanya.
Setelah sarapan siap Vanya dan Daffin pun mulai sarapan bersama, Setelah selesai sarapan Daffin mulai berkata,
"Aku mau ke rumah Papa, Sekalian mau tanya-tanya tentang berkas perusahaan, Kamu mau ikut atau tinggal di rumah?" tanya Daffin.
"Hmm aku ikut deh sekalian main kesana, Sama kasih oleh-oleh juga buat Mama dan Embak Sandra." ujar Vanya.
"Ya udah kalau gitu kamu siap-siap dulu, Setengah jam lagi kita berangkat" perintah Daffin.
"Iya, " Ucap Vanya yang mulai berjalan pergi menuju kamar untuk bersiap-siap.
__ADS_1
Note : Jangan lupa tinggalkan like , komen dan juga Votenya, Terima kasih😘