
BACA ✔
PLAGIAT ❌
Karena mikir menguras energi otak beda dengan tinggal nyomot😂, think smart 😉**
...****************...
Tidak terasa hari sudah mulai gelap, Daffin pun berencana pamit untuk pulang ke rumahnya, Ia mulai berpamitan kepada Mama dan Papa Vanya di dalam rumah, Setelah itu di luar rumah nampak Vanya yang tengah mengantarnya ke mobil.
"Aku pulang dulu ya, Kamu baik-baik disini" ucap Daffin seraya memeluk serta mengelus rambut Vanya.
"Iyaa" jawab Vanya.
"Ya udah aku pulang ya?" ucap Daffin lagi.
"Iya sana hati-hati" ucap Vanya
Tapi Daffin malah tak kunjung melepaskan pelukannya.
"Fin, Katanya mau pulang" ujar Vanya.
"Masih kangen, Rasanya belum mau buru-buru pergi" ujar Daffin.
"Udah pulang dulu aja nanti kamu kemaleman bahaya tahu di jalan, Lagian aku juga mau belajar untuk besok" ucap Vanya.
"Hhh Iya deh, Aku akan tahan 3 hari tapi setelah itu aku enggak mau tahan lagi pokoknya" ucap Daffin.
Daffin mulai melepaskan pelukan, Ia mulai menatap Vanya dengan cukup lama.
"Kamu nunggu apalagi? Udah sana cepet pu.." ucap Vanya yang terpotong karena sekarang Daffin mulai menciumnya.
Daffin mendorong tubuh Vanya secara perlahan hingga menempel ke dinding, Ia terus saja m*magut bibir Vanya tanpa henti, menyusuri tiap sisi bibir Vanya, Vanya pun nampak terhanyut dan membiarkan setiap permainan Daffin.
Daffin mulai melepas ciumannya, Ia memperhatikan Vanya yang tengah melihat ke arahnya juga, Lalu ia mulai mencium Vanya lagi, Tangannya kini mulai bermain di pinggang Vanya, Daffin semakin merapatkan tubuhnya ke tubuh Vanya, Daffin terlihat hilang kendali, Ia merasa menginginkan lebih dari sekedar ciuman.
Daffin mulai melepas ciumannya kembali, Ia nampak memegangi kepalanya,
"Kamu kenapa?" tanya Vanya bingung.
"Enggak apa-apa, Aku pulang dulu" ucap Daffin seraya masuk ke dalam mobil.
Ia pun mulai melajukan kendaraannya dan pergi meninggalkan Vanya yang nampak masih terlihat bingung.
"Arrghhh gila !!! Bener-bener udah enggak tahan lagi !! ucap Daffin sambil masih melajukan mobilnya.
"Pokoknya setelah ujiannya selesai aku enggak akan bersabar lagi, Tunggu aja Vanya" ucap Daffin.
...----------------...
Daffin pun pulang ke rumahnya setelah itu ia langsung menuju ke kamar Sandra,
Tok tok tok
Daffin mulai mengetuk pintu kamar, Tidak lama kemudian Sandra mulai membukakan pintu, Dan tanpa basa basi lagi Daffin mulai masuk ke dalam kamar Sandra.
__ADS_1
"Kamu mau ngapain Fin?" tanya Sandra.
"Daffin mau pindahin semua pakaian Vanya ke kamar Daffin" ujarnya yang masih sibuk mengeluarkan pakaian.
"Eh yang itu jangan itu punya embak, Punya Vanya ada di lemari sebelahnya" ujar Sandra.
"Fin, Kamu mau pindahin itu semua apa nanti Vanya enggak akan marah?" tanya embak Sandra.
"Embak enggak perlu khawatir, Dia enggak akan marah" ucap Daffin yang kini mulai berjalan membawa pakaian Vanya ke kamarnya.
"Tapi Fin.." ucap Sandra.
"Udah embak tenang aja !!! Dia enggak akan marah !!"ucap Daffin dengan nada tinggi.
Sandra tak lagi bisa mencegah Daffin, Daffin pun berjalan pergi membawa pakaian milik Vanya.
...----------------...
3 hari berlalu...
"Akhirnya ujian selesai juga " ucap Meta bersemangat.
"Kita mau kemana nih?" tanya Meta.
"Besok aja Ta kita jalannya hari ini mau balik cepet" ujar Vanya.
"Kenapa emang?" tanya Meta.
"Mau jalan sama Mama , sama Papa juga " ucap Vanya.
Vanya pun segera keluar kelas, Ia ingin segera pulang hari ini ia akan pergi makan bersama Papa dan juga Mamanya dan setelah itu ia akan pulang ke rumah Daffin.
...----------------...
Malam harinya,
Nampak Papa dan juga Mamanya mengantarkan Vanya ke rumah Daffin, Sesampainya di sana dan sebelum ia turun Vanya mulai memeluk erat Papa dan juga Mamanya.
"Papa sama Mama yakin enggak mau masuk dulu?" tanya Vanya.
"Enggak sayang ini sudah terlalu malam, Kamu cepat masuk istirahat" ujar Mamanya.
"Siap Ma" ucap Vanya yang mulai berjalan masuk ke rumah Daffin.
Sesampainya di dalam Vanya tengah di sambut oleh semua orang kecuali Daffin yang tak berada di antara mereka.
Vanya terlihat sebal, Karena Daffin terus menerus mengharapkanya pulang namun tidak ikut menyambut kedatangannya.
Vanya mulai naik ke atas dan masuk ke kamar Sandra, Ia pun membuka lemari dan mulai mencari pakaian tidurnya, Namun ia tak menemukan satu helai pun disana.
" Embak? Kok baju Vanya enggak ada semua??" tanya Vanya kepada Sandra yang baru datang menyusulnya.
" Oh itu.. Daffin bawa semua dia pindahkan ke kamarnya" jawab Sandra.
"Hah?? " ucap Vanya kaget.
__ADS_1
"Kemarin udah embak coba cegah cuma dia marah, Dia kalau udah marah suka kasar, Embak enggak berani cegah lagi, Terus dia ambil semua pakaian kamu" ujar Sandra
Vanya pun mulai berjalan ke kamar Daffin dan mengetuk pintu kamarnya.
Tok tok tok
Pintu kamar di ketuk oleh Vanya, Nampak Daffin yang tengah duduk di atas tempat tidur di dalam kamarnya menyandarkan punggung serta bermain game di ponsel miliknya, Ia nampak tersenyum karena mengetahui pasti Vanya yang tengah mengetuk pintu kamarnya.
"Daffin" panggil Vanya dari luar.
"Iya masuk aja" perintah Daffin.
"Pakaian aku kamu kemanain?" tanya Vanya
"Ada di lemari kita" jawab Daffin
"Lemari kita?" ucap Vanya sambil mengerenyitkan dahinya.
"Iya di sana" ujar Daffin sambil menunjukan lemari miliknya.
"Kok baju aku kamu pindahin semua kesini?" Tanya Vanya.
"Emang kenapa? Ini kan kamar kamu, Kamar kita" jawab Daffin.
"Hish, Kamu mulai lagi deh seenaknya kamu sendiri" protes Vanya.
Daffin tersenyum,
"Ada juga kamu tuh yg seenaknya ganggu ruang pribadi orang lain, Udah tahu embak Sandra punya suami kamu malah tidur di kamar mereka" ujar Daffin
"Ya i-itu kan" ucap Vanya gelagapan
"Itu apa? Kamu tuh udah ganggu mereka, kemarin aja kamu bingung sendiri gara-gara mereka lagi berhubungan di kamar, Padahal itu emang udah sewajarnya, Yang enggak wajar justru kamu malah maunya tidur disana" ucap Daffin sambil menggelengkan kepalanya.
Wajah Vanya memerah karena ucapan Daffin benar adanya.
"Udah, Kamu enggak usah tidur di kamar Embak Sandra lagi, Tidur di sini aja sama aku"Ucap Daffin sambil tersenyum.
"Hishhh" ucap Vanya cemberut.
Vanya pun mulai membuka lemari dan mengambil pakaiannya, Lalu ia mulai berjalan menuju kamar mandi.
"Kamu mau kemana?" Tanya Daffin.
"Ke kamar mandi ganti baju" jawab Vanya
"Kenapa enggak di sini aja gantinya?" ucap Dafin.
"Hish dasar mesum" ujar Vanya.
"Kok mesum? Kan aku suami kamu, Lagian bagian mana yang belum pernah aku lihat?" ucap Daffin seraya tersenyum.
" Kamu..! " Ujar Vanya yang wajahnya mulai terlihat memerah.
Akhirnya Vanya memutuskan untuk bergegas masuk ke kamar mandi dan mengganti pakaiannya.
__ADS_1
Note : Jangan lupa tinggalkan like, komen dan juga votenya, terima kasih😘