VANYA : After The Storm

VANYA : After The Storm
Mencoba Melupakan


__ADS_3

..."Akan Ada Hari yang Cerah Setelah Badai"...


...----------------...


Sinar mentari pagi nampak menghangatkan tubuh,


Sayup-sayup terdengar suara ketukan pintu, Namun ia tak lantas membuka mata,


Matanya begitu berat dan lelah,


Tangisnya yang pecah tadi malam masih menyisakan bekas disana,


Meskipun luka belum kering ia harus terus berjalan,


Dan seiring berjalannya waktu berharap semua luka akan sembuh dengan sendirinya.


Tok tok tok...


"Va? Vanya sudah jam 6.25, Ayo siap-siap ke Sekolah" ucap mama Vanya dari luar kamarnya.


Perlahan mata sayu itu pun mulai terbuka,


"Iya Ma" jawab Vanya.


Vanya mulai berangsur turun dari tempat tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi, 10 menit berlalu, Ia telah menyelesaikan mandinya dan mulai membuka lemari mengambil seragam Lalu memakainya, Kemeja lengan pendek berwarna putih bersih berlogo SMA Harapan Bangsa disakunya dengan rok kotak-kotak hitam rambutnya yang panjang sengaja ia urai kedepan untuk menutupi sisa bercak kemerahan yang ditinggalkan oleh laki-laki br*ngs*k itu.


Vanya mulai menghela nafas,


*Hhh harus tetap semangat, Harus jadi yang terbaik dengan nilai ter*tinggi batin Vanya


Vanya sadar walau pun telah mngecewakan Mamanya karena gagal menjaga yang paling berharga dari dirinya, Tapi ia masih berharap mempunyai hal lain yang bisa membuat Mamanya bangga.


Vanya mulai mengambil tas dari atas meja, Lalu membuka pintu kamar dan menutupnya kembali serta mulai berjalan menyusuri tangga ke bawah menemui Mamanya yang tengah menunggu di meja makan untuk sarapan bersama.


"Ma, Vanya langsung berangkat ya udah telat nih" ucap Vanya yang hanya mengambil sepotong roti untuk mengganjal perutnya agar tidak terlalu kosong.


"Ya udah hati-hati dijalan jangan ngebut-ngebut bawa motornya" ujar Mamanya

__ADS_1


"Iya Ma" jawab Vanya sambil berlari.


...----------------...


Sesampainya di Sekolah,


Vanya bergegas menaruh tas nya dikelas, Lalu ia pergi berkumpul di lapangan untuk upacara seperti biasanya...


Setelah upacara selesai para siswa dan siswi masuk ke kelas mereka masing-masing bersiap untuk jam pelajaran pertama mereka.


"Va, mata lo bengkak sih" tanya Fani yg duduk di depan nya bersama Riri.


Meta yang duduk di samping Vanya yang sedari tadi tidak menyadari kini mulai memperhatikan matanya yang sembab


"Iya sih Va kenapa?" tanya Meta


"Ih pada enggak peka deh itu udah dari kemarin tahu pasti kebanyakan nonton drakor ya kan" ucap Riri polos


"Ah kalau lihat-lihat sih kayak abis nangis," tanya Meta


"Setiap kali orang bertanya padaku apakah aku baik-baik saja, hal ini semakin mengingatkan bahwa aku tidak baik-baik saja."


Namun sebelum Vanya berbicara, Pak Firman pun datang dan mengawali pelajarannya.


"Pagi anak-anak ayok keluarkan buku kalian buka halaman 39 " ucap Pak Firman.


Mereka mengikuti pelajaran sampai akhirnya bel tanda istirahat pun berbunyi


Kriiiiiiiiiiiiinnggggggggggg......


"Akhirnya... laper banget nih yuk ah cepet kita ke kantin" ajak Fani


"Duluan aja sama Riri, Nanti gue nyusul sama Vanya"ucap Meta


"Ya udah ayo Ri buru nanti ngantri" ajak Fani kepada Riri


"Lo mau ngapain dulu emang Ta?" tanya Vanya

__ADS_1


"Gue mau interogasi lo" jawab Meta.


"Lah? Kok gue? Emang gue kenapa? " tanya Vanya pura-pura tidak tahu


"Lo ada masalah apa?" tanya Meta to the point


"Emang siapa yang punya masalah" ujar Vanya masih berusaha menyembunyikan.


"Va gue tahu lo, Baru kali ini gue liat mata lo sampe bengkak kayak gitu berantakan banget , Dari kemarin juga udah curiga sebenarnya, Tapi gue enggak mau ngerusak suasana di hari ulang tahun lo" ucap Meta


Ya Meta memang yang paling perhatian dan mengerti Vanya,


"Kelihatan ya " ujar Vanya.


"Papa pisah sama mama Ta" ucap Vanya kemudian.


"Pisah? Maksudnya cerai?" tanya Meta


Vanya hanya mengangguk,


"Mereka bertahan cuma buat gue, Tapi ternyata selama ini yang gue liat tuh semu, Mereka enggak pernah saling sayang,Mereka bersama cuma buat bikin gue seneng aja, Padahal mereka sendiri enggak nyaman, Dan sekarang Papa udah ambil jalannya sendiri tinggal gue sama Mama terus gue.. " lidah Vanya seakan kelu ia tak sanggup menceritakan apa yang telah terjadi pada dirinya.


Meta mulai memeluk Vanya, dan mengelus punggungnya.


"Sabar ya Vanya, Mungkin memang berat, Tapi lo tetap harus semangat, Ada gue Riri sama Fani yang akan selalu mendukung disini"ujar Meta menenangkan


"Iyaa.. Makasih ya Ta" ucap Vanya seraya memeluk Meta dengan erat dengan air mata yang mengalir di pipinya.


..."Jangan pernah putus asa. Badai membuat orang lebih kuat dan badai tidak pernah bertahan selamanya." - Roy T. Bennett...


Mungkin ada hal yang tidak selalu orang lain harus tahu, Vanya memilih menyimpan semuanya sendiri, Ia berharap perlahan bisa melupakan semuanya, Membuka lembaran baru dan tidak terus berlarut dalam kesedihan, Vanya ingin memberikan yang terbaik untuk Mamanya dan mencoba melupakan apa yang sudah terjadi mungkin adalah jalan yang terbaik.


Note : Jangan lupa tinggalkan Like, Komen serta Vote nya juga.


terimakasih😘😘


Happy Reading💞

__ADS_1


Lanjut terus ya....


__ADS_2