VANYA : After The Storm

VANYA : After The Storm
Tidak lagi Menutupi


__ADS_3

BACA ✔


PLAGIAT ❌


Karena mikir menguras energi otak beda dengan tinggal nyomot😂, think smart 😉**


...****************...


Vanya mulai membuka ice creamnya dan dengan cepat memakan bagian yang mulai meleleh, Terlihat ice cream yang berceceran dibibirnya ia mulai mengatupkan bibir untuk membersihkannya, Daffin tengah memperhatikan Vanya lalu mulai berkata," Masih ada yang ketinggalan tuh" ucapnya.


"Mana?" tanya Vanya yang mulai memainkan lidahnya untuk mencapai ice cream yang berantakan dibibirnya.


Daffin yang gemas melihatnya pun langsung membantu Vanya, Ia mulai mendekatkan wajahnya dan mulai ******* bibir Vanya, Kini mata Vanya membulat dengan sempurna, Daffin mulai melepas pagutannya, Dan Vanya nampak mengerenyitkan dahinya.


"Udah, Udah aku bantu bersihin" ucap Daffin tanpa rasa bersalah.


Vanya terlihat kikuk dan mulai memakan ice creamnya lagi dengan perlahan, Sementara Daffin tersenyum lalu mulai melajukan kendaraannya lagi dan pulang ke rumah.


...----------------...


Keesokan harinya,


Vanya terbangun dari tidurnya nampak tangan Daffin yang melingkar di pinggangnya, Vanya mulai melirik ke arah Daffin ditatapnya wajah Daffin yang sedang tertidur.


Vanya mulai tersenyum melihat laki-laki disampingnya tertidur dengan pulas, Ia mulai menatap dari mata, hidung dan kini tatapannya mulai terfokus pada bibir tebal yang Daffin miliki, Pikiran Vanya mulai melayang ia mulai membayangkan berciuman bersama Daffin.


Vanya mulai mengedipkan kedua matanya untuk menyadarkan dirinya sendiri, Sejak kapan pikiran menjadi liar seperti ini pikirnya, Daffin benar-benar membuatnya kehilangan akal sehat.


Kini Vanya mulai menaruh telapak tangannya di pipi Daffin, Daffin pun mulai membuka matanya seraya berkata," Pagi sayang" ucapnya.


"Iya pagi juga" ucap Vanya seraya tersenyum.


Daffin pun mulai mempererat pelukannya kepada Vanya.


"Fin" panggil Vanya kemudian


"Kenapa sayang?" tanya Daffin.


"Udah siang, Yuk kita siap-siap berangkat ke sekolah" ajak Vanya.


"Memangnya kamu mau masuk hari ini?" tanya Daffin


"Iya," jawab Vanya.


"Disekolah juga ngapain, Kan tinggal nunggu hasil ujian aja, Mending di rumah berduaan sama aku" ucap Daffin.


"Hish kamu tuh, Dari semalam kan udah berduaan terus, Lagian ini masa-masa terakhir di sekolah, Jadi aku enggak mau lewatin gitu aja" ucap Vanya.


"Ya udah deh, Ayo siap-siap " ucap Daffin.


Vanya mulai beranjak bangun namun Daffin masih tetap melingkarkan tangannya dipinggang Vanya.


"Fin, Katanya ayo tapi kenapa gak dilepasin juga?" tanya Vanya.


"Cium dulu" pinta Daffin sambil memajukan bibirnya.

__ADS_1


Vanya masih terlihat salah tingkah, Meskipun ini bukan yang pertama kalinya, Vanya tetap saja merasa malu.


" Ayo dong sayang" ucap Daffin lagi.


Vanya pun akhirnya mendekat dan mulai mengecup bibir Daffin, Daffin mulai tersenyum seraya berkata" Makasih sayang."


Daffin mulai melepas pelukannya dan Vanya mulai berjalan ke lemari pakaiannya, Mengambil pakaian lalu pergi ke kamar mandi.


Setelah selesai ia pun keluar dengan pakaian yang sudah rapi dan bergantian dengan Daffin yang kini mulai masuk ke dalam kamar mandi.


Vanya mulai merapikan tempat tidur lalu menyiapkan pakaian untuk Daffin, Setelah itu ia mulai duduk diatas tempat tidur sambil mengecek pesan diponselnya.


Tidak lama kemudian Daffin mulai keluar kamar mandi dengan handuk yang melingkar dipinggangnya, Serta tangannya yang memegang handuk untuk mengeringkan rambutnya.


"Sini aku bantu keringin" ucap Vanya kemudian.


Daffin tersenyum dan mulai menghampiri Vanya memberikan handuknya serta duduk di bawah, Vanya mulai membantu Daffin mengeringkan rambut, Sudah tidak ada kecanggungan lagi pikir Daffin, Vanya benar-benar telah menerima dirinya.


"Udah, Aku tunggu di bawah ya" ucap Vanya seraya memberikan handuknya lagi kepada Daffin.


"Iya, Makasih ya sayang" ucapnya.


"Iya sama-sama" ujar Vanya yang mulai berjalan pergi.


Tidak berapa lama kemudian Daffin turun kebawah dan mereka mulai sarapan bersama, Setelah sarapan Vanya mulai beranjak dari duduknya yang disusul Daffin dibelakangnya.


"Vanya" panggil Daffin.


"Hmm kenapa?" Vanya seraya berhenti dan kemudian menoleh.


"Emm.. Emangnya enggak apa-apa ?" ucap Vanya.


"Ya memang kenapa? Kamu udah enggak harus menutupi hubungan kita lagi, Kalau ada yang tanya jawab aja yang sebenarnya, Lagi pula teman-teman kamu juga udah tahu."


"Ya udah ayo" ajak Vanya.


Akhirnya Vanya pun berangkat bersama Daffin, Ya tak ada yang mesti ditutupi lagi pikirnya, Toh sekarang ia pun tidak sedang hamil jadi orang-orang tidak akan tahu kalau ia telah hamil lebih dulu sebelum menikah dengan Daffin.


...----------------...


Sesampainya di sekolah,


Vanya mulai turun dari mobil Daffin teman-temannya nampak sedang menunggu Vanya tidak jauh dari sana, Lalu Vanya pun mulai menghampiri teman-temannya.


"Aku duluan ya, Temen aku udah nungguin disana" ucap Vanya yang tengah menunjuk ke arah Meta, Riri dan Fani yang berdiri tidak jauh dari dirinya.


"Ya udah sana" ucap Daffin seraya tersenyum.


Vanya pun mulai menghampiri teman-temannya.


"Cieeeee Udah mulai terang-terangan nih sekarang" ledek Meta


"Apaan sih" ucap Vanya malu-malu.


"Udah yuk ah masuk" ucap Vanya lagi.

__ADS_1


Mereka pun masuk, Di dalam tampak ramai hari ini ada pertandingan bola basket antar kelas dan kelas mereka pun yang mendapat gilirannya, Nampak Niko yang tengah bersiap-siap untuk mewakili kelasnya, Sebelum pertandingan di mulai Niko nampak menghampiri Vanya Lalu mulai membungkuk serta membisikan sesuatu ditelinga Vanya.


"Nanti setelah tanding aku mau bicara sesuatu berdua sama kamu" ucap Niko yang kini mulai berlari kembali ke lapangan.


"Si Niko bilang apa Va?" tanya Meta.


"Dia mau ngomong sesuatu katanya abis tanding" ucap Vanya.


"Dia belum tahu ya?" ucap Fani.


"Belum" ucap Vanya sambil menggelengkan kepalanya.


"Dia masih ngarep sama lo Va, Lo harus kasih tahu ke dia, Jangan terus-terusan buat dia berharap lebih sama lo" ujar Meta.


"Iya Ta, Gue tahu nanti gue sekalian jujur sama dia" ucap Vanya.


Pertandingan pun di mulai, Persaingan nampak sengit namun Niko nampak tak menyerah, Hingga akhirnya pertandingan di menangkan oleh kelas mereka.


Setelah selesai pertandingan Vanya dan teman-temannya mulai pergi ke kantin untuk membeli makanamn serta minuman.


Ping


Pesan masuk di ponsel Vanya.


Niko : Aku tunggu di belakang sekolah ya


Vanya : Iya Nik


"Ta, gue mau ketemuan sama Niko dulu ya" ucap Vanya.


" Ya udah sana , Lebih cepat lebih baik" ucap Meta.


Vanya mulai pergi dari kantin untuk menemui Niko,


"Hhh gue kasian sama si Niko jadinya" ucap Fani.


"Iya, Padahal Niko sama Vanya cocok sih, Tapi ya mau gimana lagi udah nasibnya jadi sadboy" ujar Meta.


"Mending sama gue aja lah ketauan lagi jomblo," celetuk Fani.


"Ya kalau mau dianya sama lo" ujar Meta.


"Iya sih" ucap Fani.


Sementara itu Niko sedang duduk sambil menunggu Vanya, Vanya pun datang dan mulai menghampiri Niko serta duduk di sampingnya.


"Ada yang mau aku bicarakan sama kamu" ucap Niko.


"Apa?" tanya Vanya.


Niko mulai merogoh saku celana dan mulai mengeluarkan sesuatu dari dalam sakunya.


Bersambung....


Note : Jangan lupa tinggalkan like ,komen dan juga votenya. Terima kasih😊

__ADS_1


__ADS_2