VANYA : After The Storm

VANYA : After The Storm
Saran


__ADS_3

Daffin nampak sedang bermain game di ponselnya tiba-tiba ada panggilan masuk yang membuatnya terbelalak lalu senyumnya mulai mengembang, Dan terlihat dilayar ponselnya.


...ISTRIKU...


"Malam istriku" ucap Daffin saat mengangkat teleponnya dengan sumringah.


"Iya malam juga ,"jawab Vanya


"Jadi ini alasan kamu larang aku buat hubungin kamu, Karena kamu yang mau hubungin aku duluan ya" ucap Daffin dengan percaya diri.


"Emm sebenernya ada yang mau aku tanyain penting" ucap Vanya.


"Oh gitu, Kamu mau tanya apa? Pasti aku jawab kok" ucap Daffin yang terlihat agak kecewa


"Aku mau buat Papa sama Mama balikan tapi bingung caranya, Kamu ada saran gak?" tanya Vanya.


"Emm.. Apa ya.." ujar Daffin seraya berpikir.


"Ayo apa dong?" desak Vanya.


" Suruh nonton aja" ucap Daffin.


"Hish mereka kan bukan anak ABG lagi" ucap Vanya.


"Oh kalau enggak liburan bersama , Cocok tuh kayaknya jadi mereka bisa dekat lagi satu sama lain" ujar Daffin lagi.


"Mama mana mau liburan berdua sama Papa, Eh tapi kalau aku ikut mungkin mereka mau" ucap Vanya


"Enggak boleh !" larang Daffin.


"Kok enggak boleh?" tanya Vanya.


"Kamu lagi hamil, Enggak boleh berpergian jauh, Nanti kamu kecapekan, Inget kamu enggak boleh terlalu capek" jelas Daffin


"Iya..." jawab Vanya.


"Apa aku ajak kemah aja ya tapi di halaman rumah kayaknya seru," ucap Vanya kemudian.


"Hah? Kemah? Aku juga mau, Aku boleh ikut juga ya?" ucap Daffin semangat.


"Enggak usah nanti kamu ngerusak suasana" ucap Vanya.


"Enggak kok, Aku enggak akan rusak suasana, Aku ikut ya??" tanya Daffin lagi


"Enggak, kamu lain kali aja" ucap Vanya.


"Ya udah kalau gitu makasih buat sarannya" ujar Vanya lagi seraya mematikan ponselnya.


"Tapi aku..Eh kok dimatiin??" ucap Daffin.


"Jadi kamu telepon aku cuma buat nanyain itu aja? Awas ya kamu" ucap Daffin pada ponselnya.


...----------------...


Di kantin saat jam istirahat,


Vanya sedang duduk bersama teman-temannya,


"Eh lihat deh, Itu Pak Daffin lagi sama siapa sih tuh ?"ucap Fani.

__ADS_1


Vanya pun menoleh ke arah depan ruang kelas dimana ada Daffin yang berdiri bersama dengan Alexa yang tengah tertawa disampingnya.


"Cantik ya badannya tinggi banget, udah kayak model, langsing lagi" ucap Riri


"Itu kalau enggak salah Kak Alexa deh kayaknya" ucap Meta..


"Oh jadi cewek keganjenan itu namanya Alexa" ucap Vanya yang di sambut dengan tatapan heran dari teman-temannya.


"Kenapa lo Va? Tumben banget kayak enggak suka gitu lihatnya." ucap Fani.


"Ya emang keganjenan kok lo lihat aja sendiri" ucap Vanya sewot.


"Iya sih," ucap Fani.


"Eh tapi serasi banget ya kelihatannya sama Pak Daffin sama-sama tinggi, cantik sama ganteng" ucap Meta.


"Serasi dari mananya?? Lagian dia tuh udah punya istri" ucap Vanya kesal


"Ah istrinya aja enggak jelas, Gue rasa sih istrinya tuh jelek deh makanya dia enggak pernah upload foto muka istrinya" celetuk Fani


Eh si*lan lo Fani gue dibilang jelek batin Vanya.


"Kalau sama gue cantikan mana?? " tanya Vanya.


" Ya jelas cantikan gue lah" ucap Fani.


"Dih pede" ucap Vanya.


"Eh Pak Daffin dikasih apa tuh?" ucap Meta yang melihat Alexa memberikan sebuah bungkusan kepada Daffin.


"Gue rasa sih makanan" ucap Fani.


Vanya pun menatap kesal kepada Daffin, Lalu setelah Alexa pergi meninggalkan Daffin, Nampak Daffin yang berjalan ke arah Vanya dan teman-temannya.


"Kayaknya Pak Daffin mau kesini deh" ucap Meta


Ternyata benar saja Daffin menghampiri Vanya dan teman-temannya, Lalu meletakan bungkusan tadi di tengah-tengah mereka,


"Ini untuk kalian" ucap Daffin.


"Itu apa Pak?" tanya Fani.


"Kue, Kalian makan sama-sama ya" ucap Daffin.


"Wah beneran nih Pak?" tanya Fani meyakinkan.


"Iya makan aja" ucap Daffin seraya melihat ke arah Vanya, Nampak Vanya yang melihat ke arah lain sambil memasang tampang kesal.


Daffin pun tersenyum melihat Vanya, Ia berjalan pergi namun sebelum itu ia meletakan telapak tangannya di kepala Vanya seperti akan mengelusnya lalu mengangkatnya kembali seraya berjalan pergi, Daffin terlihat paham kalau Vanya kesal melihat kebersamaan dirinya dan Alexa tadi.


Ping


Satu pesan masuk ke ponsel Vanya, Ia merogoh sakunya dan mulai menyalakan serta membaca pesan di ponselnya.


Daffin : Kamu enggak ikut makan?


ISTRIKU : Aku gak suka !


Daffin pun tersenyum melihat balasan pesan dari Vanya, Lalu ia pun mulai membalas lagi,

__ADS_1


Daffin : Enggak suka kuenya atau enggak suka sama orang yang kasih kuenya?


ISTRIKU : Dua-duanya


Daffin : Kalau sama aku suka enggak?


Vanya pun terbelalak, Pertanyaan menjebak pikirnya, Lalu ia memutuskan untuk tidak lagi membalas pesan dari Daffin.


...----------------...


Sepulang sekolah,


Vanya dijemput oleh Mamanya, Mamanya telah menunggu di depan gerbang sekolah, Dan Vanya pun mulai masuk ke dalam mobil.


Di dalam mobil,


"Ma lusa, Kita kemah yuk" ajak Vanya.


"Mau kemah dimana?" tanya Mamanya.


"Di halaman rumah aja" jawab Vanya.


"Kamu nih ada-ada aja, Bawaan bayi apa gimana?" ucap Mamanya sambil tersenyum.


"Tapi mau sama Papa juga, Boleh Ma?" ucap Vanya hati-hati.


"Kamu ini enggak usah aneh-aneh !" ucap Mama Vanya gelagapan.


"Tapi Ma, Vanya kangen kebersamaan kita dulu, piknik jalan-jalan, Kita bertiga Ma" ucap Vanya.


Mamanya mulai menepikan kendaraannya seraya berkata,


"Vanya, Dengarkan Mama, Kamu sudah tahu kan kalau hubungan Papa dan Mama sudah selesai, Jadi kamu enggak perlu repot-repot minta ini itu" ucap Mamanya sambil menatap ke arah Vanya.


"Gimana kalau ini permintaan terakhir Vanya Ma" ujar Vanya


"Maksud kamu?" tanya Mamanya heran.


"Vanya minta ini untuk terakhir kalinya sama Mama, Lagipula nanti Vanya juga akan sibuk dengan anak Vanya sendiri, Vanya cuma ingin kita punya kenangan indah bersama bukan sebaliknya." ucap Vanya yang terlihat sedih.


Mama Vanya mulai menghela nafas,


"Ya sudah kalau begitu" ucap Mama Vanya pada akhirnya.


Vanya mulai memeluk Mamanya dan berkata, "Makasih ya Ma"


"Iya sama-sama" ucap Mamanya dengan setengah tersenyum.


Mama Vanya mulai melajukan kendaraannya lagi, Dan sesampainya di rumah Vanya mulai naik ke kamarnya untuk mengganti pakaian.


Namun setelah itu Vanya mulai mengetik sesuatu di ponselnya.


Vanya : Pa, Lusa kita jadi kemah di rumah, Mama udah setuju, Vanya harap Papa enggak lewatin kesempatan ini Pa, Papa harus bisa baikan sama Mama.


Papa : Iya, Papa pasti akan lakukan yang terbaik, Papa tidak akan mundur lagi.


Vanya : Semangat Papa !!


Note : Jangan lupa like, komen, dan votenya untuk mendukung author supaya makin semangat up nya.😊

__ADS_1


Terima kasih 😘


__ADS_2