
BACA ✔
PLAGIAT ❌
Karena mikir menguras energi otak beda dengan tinggal nyomot😂, think smart 😉**
...****************...
Acara telah selesai Vanya kembali berpelukan bersama tiga sahabatnya.
"Bakalan kangeeenn" ucap Fani sambil menangis
"Gak relaaa masih mau sekolah" ucap Meta yang juga ikut menangis.
"Riri enggak mau pisah, Riri mau sama kalian terus" ucap Riri yang telah sesenggukan.
Sementara Vanya terdiam sambil menangis, Ia tak bisa melukiskan perasaannya sekarang hanya dengan sekedar ucapan, Terlalu banyak kenangan yang ia lewati di sekolah, Dari yang manis hingga pahit, Namun hidup tetap harus terus berjalan dan kini saatnya mereka menentukan jalannya masing-masing.
...----------------...
Vanya berpamitan dengan teman-temannya dan mulai kembali memasuki mobil bersama Daffin.
Di tengah jalan nampak Daffin melewati jalan yang bukan seharusnya, Vanya yang mulai merasa heran pun bertanya kepada Daffin.
"Kita mau kemana?" tanya Vanya kepada Daffin.
"Nanti juga kamu tahu" ucap Daffin yang masih terus melajukan kendaraannya.
Vanya nampak semakin terlihat bingung karena ternyata Daffin membawanya ke kafe, Dimana kejadian kelam yang pernah ia alami waktu itu bersama Daffin.
"Kok kamu bawa aku kesini??" tanya Vanya.
"Ayo masuk" ajak Daffin yang tak menjawab pertanyaan Vanya sebelumnya.
Daffin dan Vanya sampai di depan pintu kafe lalu Daffin mulai menyuruh Vanya membuka pintu.
" Ayo buka pintunya terus masuk ke dalam" perintah Daffin.
Vanya semakin terlihat penasaran sebenarnya apa yang sedang Daffin lakukan, Namun untuk menjawab rasa penasaran itu Vanya mulai membuka pintu dan masuk ke dalam.
Sesampainya didalam, Lampu ruangan telah dipadamkan, Hanya ada cahaya lilin yang meneranginya disana membentuk sebuah jalan lurus , Tebaran kelopak bunga mawar mawar nampak terhampar di lantai.
Vanya mulai berjalan masuk dan melewati tebaran kelopak bunga mawar.
Hingga ia pun tiba di dalam sana,
__ADS_1
"Ini apa Fin?" tanya Vanya.
"Kejutan untuk kamu," ucap Daffin seraya mulai berlutut dengan satu kaki sebagai tumpuannya di hadapan Vanya dan telah memegang satu buket mawar putih di tangannya.
"Aku tahu disini adalah awal pertemuan kita yang buruk dan sekarang aku ingin mengakhirinya, Aku mau kita memulai semuanya dari awal lagi, Kita buka lembaran baru, Kita lupakan semua awal yang buruk yang pernah kita lewati, Vanya maukah kamu menghabiskan sisa waktu dan hidup kamu bersama aku?" ucap Daffin.
Vanya nampak menghela nafas, Ya disini lah tempat ia bertemu dengan Daffin kala itu, Pertemuan yang menjadi luka untuknya, Yang mengubah hidupnya, Masih ada sedikit rasa sakit itu, Tetapi laki-laki yang ada di hadapannya saat ini adalah suaminya, Ia telah berubah, Ia telah banyak melakukan hal yang terbaik untuk Vanya, Selalu mencoba memenangkan hatinya, Selalu mencoba membuatnya tersenyum, Selalu mencoba melakukan hal-hal manis dan yang terpenting laki-laki di hadapannya saat ini adalah laki-laki yang mencintai serta menyayangi Vanya dengan sepenuh hatinya.
Vanya mulai menganggukan kepalanya dan berkata," Iya aku mau"
Vanya mulai mengambil bunga dari Daffin, Ia pun mulai bangun serta memeluk Vanya, Dikecupnya kepala Vanya.
"Aku sayang kamu" ucap Daffin.
Daffin terus memeluk erat tubuh mungil Vanya.
"Oh iya ada satu hal lagi yang mau aku tunjukin" ucapnya lagi.
Daffin mulai melepaskan pelukannya dan mengambil sesuatu dari atas meja lalu memberikan kepada Vanya.
"Ini surat undangan siapa?" tanya Vanya.
"Kamu baca aja" ucap Daffin.
Vanya mulai membuka serta membacanya,Nampak nama yang tertera disana.
......................
...&...
...Vanya Satya Utama...
......................
"Ini nama kita" ucap Vanya.
"Iya, Ini undangan resepsi pernikahan kita, Selama ini karena takut orang-orang tahu kalau kamu sedang hamil saat masih bersekolah kita hanya menikah tanpa membuat resepsi, Dan sekarang waktunya kita buat resepsi pernikahan kita yang sempat tertunda, Dan aku sudah atur semuanya hanya tinggal fitting pakaian pengantin karena aku enggak bisa lakukan itu sendiri, Gimana menurut kamu?" tanya Daffin.
Vanya masih terlihat diam, Ia mulai berpikir mereka memang menikah hanya dihadiri orang tua, Tidak ada teman atau pun sahabat yang hadir, Pernikahan karena keterpaksaan keadaan yang mengharuskannya menikah dengan Daffin, Tapi kini semuanya telah berubah dan tak ada lagi yang mesti ditutupi, Ia ingin menjalani momen indah sekali seumur hidup yaitu perayaan pernikahannya bersama laki-laki di depannya saat ini.
"Iya, Ayo buat resepsinya" ucap Vanya yang mulai tersenyum.
Daffin dan Vanya mulai duduk sambil membicarakan tentang resepsi pernikahan mereka, Tak terasa malam semakin larut Vanya mulai terlihat mengantuk.
"Kita mau tidur disini?" tanya Daffin.
"Enggak, Aku mau tidur di rumah aja" jawab Vanya.
"Ya udah kalau begitu kita pulang sekarang," ucap Daffin.
"Iya ayo" ajak Vanya.
__ADS_1
Mereka pun pulang ke rumah, Setelah itu mereka masuk ke kamarnya dan Vanya mulai mengganti pakaian lalu pergi tidur, Kantuknya sungguh tak tertahankan saat ini.
Daffin nampak belum tertidur ia masih memperhatikan wajah polos Vanya yang tengah tertidur dengan nyenyak.
Banyak hal yang telah ia lewati bersama Vanya pikirnya, Ia pun berharap tidak akan pernah berpisah dengan Vanya dan ingin terus bersama dengannya.
Daffin mulai membelai rambut Vanya serta mengecup dahinya seraya berkata,"Selamat tidur sayang" Lalu ia pun tidur di samping Vanya sambil memeluknya.
...----------------...
Tiba hari resepsi pernikahan Vanya dan juga Daffin.
Vanya nampak cantik dan anggun dengan gaun putih yang ia kenakan, Ia mulai berjalan masuk ke dalam gedung.
Nampak Daffin yang tengah menunggu pujaan hatinya di dalam sana, Vanya masih terus berjalan menuju altar dengan Papa Vanya yang menggandeng lengannya.Sesampainya disana Papa Vanya mulai memberikan tangan Vanya kepada Daffin Ia pun menyambutnya Lalu Vanya mulai berdiri di samping Daffin.
Barisan kursi didepan mereka nampak mulai terisi penuh oleh sahabat-sahabat terbaik Vanya, Serta keluarga Daffin dan saudara serta om dan tantenya, Tak lupa juga ada Hans dan juga Nita terkecuali teman Daffin yang lain seperti Leo dan Dion yang entah kenapa tidak bisa hadir saat itu, dan juga terkecuali laki-laki yang pernah mengisi hati Vanya yang tak lain adalah Niko, Niko tidak dapat hadir disana, Karena ternyata ia telah berangkat ke luar negeri.
Hanya pesan yang dapat ia sampaikan melalui Meta sahabat Vanya, Niko hanya berharap Vanya akan selalu berbahagia.
...----------------...
Acara berlangsung cukup meriah, Daffin nampak tengah mengobrol bersama Hans sedangkan Vanya sedang bersama teman-temannya.
"Vanya kamu cantik banget sih~~~"ucap Riri
"Makasih Riri, Kamu juga cantik kok" ucap Vanya.
"Vanya ayo kita foto-foto" ajak Fani.
"Iya ayo" ucap Vanya.
Vanya tengah sibuk berfoto bersama teman-temannya, Lalu teman Vanya yang lainnya pun mulai menghampiri Vanya seraya berkata," Vanya selamat ya, Enggak nyangka kamu nikah sama Pak Daffin, Aku kira kamu nikahnya sama Niko" ucap Dea teman sekelas Vanya.
"Kan jodoh enggak ada yang tahu" ucap Meta yang terlihat sebal karena di hari bahagia Vanya temannya Dea malah membahas Niko disana.
"Iya sih, Tahu gitu gue deketin si Niko aja tadinya kalau tahu lo enggak sama dia, Sayangnya malah pergi keluar negeri lagi orangnya" ucap Dea.
"Udah lah lo enggak bakal dapet juga, Si Niko tuh kan cuma sukanya sama Vanya" celetuk Fani.
Raut wajah Vanya mulai terlihat berubah,
"Fani !! mulut lo kumat !" hardik Meta.
"Eh iya Ta sorry" ucap Fani yang mulai mengatupkan kedua bibirnya.
"Kalau gitu gue mau ambil minum dulu disana" ucap Dea seraya berjalan pergi.
__ADS_1
Note : Jangan lupa tinggalkan like,komen dan juga Votenya juga ya. Terima kasih😊