VANYA : After The Storm

VANYA : After The Storm
Prom Night


__ADS_3

BACA ✔


PLAGIAT ❌


Karena mikir menguras energi otak beda dengan tinggal nyomot😂, think smart 😉**


...****************...


Vanya nampak tengah berdandan secantik mungkin karena hari ini adalah acara prom night, Ia nampak berputar di depan cermin untuk memastikan semuanya sempurna, Ia pun memilih dress brukat berwarna navy dengan aksen tali di pinggangnya, Rambutnya sengaja ia gerai, Anting-anting pun tak lupa menghiasi telinganya serta pulasan make up tipis yang membuat dirinya nampak terlihat anggun dan cantik.



Daffin baru saja datang dari luar, Ia pun membuka pintu dan masuk ke dalam kamar,


"No words can fully describe all my feelings to you."


Lalu ia pun menghampiri Vanya dan mulai memeluknya seraya berkata," Kamu cantik sayang" ucapnya tersenyum.


"Kamu gombal" ucap Vanya.


"Aku serius, Kamu memang cantik" ucapnya lagi yang kini mulai mengecup lalu memagut bibir Vanya, Vanya nampak memejamkan matanya Daffin masih terlihat sibuk menyusuri setiap sudut bibir Vanya, Vanya mulai melepaskan pagutan Daffin dan berkata,"Udah, Nanti kita telat" ucap Vanya.


"Sebentar lagi ya?" tawar Daffin


Daffin mulai memagut kembali bibir Vanya, tangannya nampak melingkar dipinggang Vanya, Sementara Vanya nampak memegang kedua bahu Daffin dengan kedua tangannya, Vanya pun kembali melepaskan pagutan Daffin.


"Udah, Ayo berangkat, Dilanjut nanti aja" ucap Vanya.


"Iya, Ya udah ayo kita berangkat" ajak Daffin.


Daffin dan Vanya mulai keluar dari kamar sambil bergandengan tangan, Mereka nampak menyusuri tangga untuk turun ke bawah.


Sesampainya dibawah,


"Kamu mau kemana? Udah cantik banget sih" ucap Mama Daffin.


"Mau ke Prom Night Ma" ucap Vanya.


"Oh gitu pantesan aja, Terus kamu juga ikut Fin?" tanya Mamanya.


"Ya harus ikut dong Ma, Nanti siapa yang jagain istri Daffin yang cantik ini, Bisa-bisa nanti dikelilingi banyak cowok disana" ucap Daffin.


"Apa sih kamu tuh" ucap Vanya seraya mencubit pinggang Daffin.


"Aduh, Ya bener dong siapa yang enggak akan tertarik kalau ngeliat kamu" ucap Daffin lagi.


"Ma, Kita berangkat dulu ya" ucap Vanya yang tak lagi menghiraukan ucapan Daffin.


"Ya udah sana kalian berangkat, Hati-hati di jalan ya" ucap Mama Daffin.


"Iya Ma" jawab Vanya.


"Siap Ma" ucap Daffin.


Akhirnya mereka pun berangkat ke sebuah gedung yang sengaja di sewa oleh pihak sekolah untuk acara malam ini.


Vanya nampak turun dari mobil, Daffin pun ikut turun dan menghampiri Vanya, Ia mulai berdiri disampingnya dan kini Vanya mulai melingkarkan tangannya pada lengan Daffin.


Mereka berdua berjalan masuk nampak teman-temannya mulai melambaikan tangannya untuk memanggil Vanya, Vanya pun menghampiri teman-temannya dan duduk bersama mereka.


...----------------...


Semuanya telah berkumpul, Acara pun di mulai pembukaan tengah berlangsung, Dilanjut dengan serangkaian acara lainnya, Hingga mendekati puncak acara pemutaran film kilas balik masa-masa mereka di sekolah mulai diputar, Diantara mereka mulai ada yang menitikan air mata termasuk Vanya.


Sampai ketika video saat pensi ulang tahun sekolah diputar tiba-tiba saja jantung Vanya terhentak, Ia melihat gambaran dirinya yang tengah bernyanyi bersama Niko, Terlihat jelas senyuman di wajah Niko dan Vanya kala itu, Vanya mulai melirik ke arah Daffin disampingnya yang masih terlihat serius menonton, Vanya mulai melihat lagi ke arah layar di depannya, Kini Daffin nampak mencari tangan Vanya lalu mulai menggenggamnya, Vanya mulai melirik lagi ke arah Daffin, Daffin tersenyum ke arah Vanya dan begitu pula dengan Vanya yang mulai tersenyum ke arah Daffin, Di depan sana adalah gambaran masa lalu Vanya dan disampingnya kini adalah masa depannya.


Acara telah berakhir mereka mulai berfoto bersama, Lalu dilanjut dengan acara musik yang mana lagu pertama dibawakan oleh Abimanyu serta kawan-kawannya dengan Niko yang tengah memegang gitar ditangannya, Mereka mulai membawakan lagu...


...----------------...


...Bondan prakoso - Kita Selamanya...


Hey-yo, it's not the end


It's just the beginning, yow, okay


Detak-detik tirai mulai menutup panggung


Tanda skenario-eyo baru harus diusung


Lembaran kertas barupun terbuka


Tinggalkan yang lama, biarkan sang pena berlaga (uh-huh)


Kita pernah sebut itu kenangan tempo dulu


Pernah juga hilang atau takkan pernah berlalu


Masa jaya putih biru atau abu-abu


Memori cerita cinta aku, dia dan kamu


Saat dia (dia), dia masuki alam pikiran


Ilmu bumi dan sekitarnya jadi kudapan


Cinta masa sekolah yang pernah terjadi


That was the moment a part of sweet memory

__ADS_1


Kita membumi, melangkah berdua


Kita ciptakan hangat sebuah cerita


Mulai dewasa, cemburu dan bunga


Finally, now it's our time to make a history


Bergegaslah kawan 'tuk sambut masa depan


Tetap berpegang tangan, saling berpelukan


Berikan senyuman 'tuk sebuah perpisahan


Kenanglah sahabat, kita untuk selamanya


Satu alasan kenapa kau kurekam dalam memori


Satu cerita teringat di dalam hati


Karena kau berharga dalam hidupku, teman


Untuk satu pijakan menuju masa depan


Saat duka bersama, tawa bersama


Berpacu dalam prestasi, huh, hal yang biasa


Satu persatu memori terekam


Di dalam api semangat yang tak mudah padam


Kuyakin kau pasti sama dengan diriku


Pernah berharap agar waktu ini tak berlalu


Kawan, kau tahu, kawan, kau tahu, kan?


Beri pupuk terbaik untuk bunga yang kau simpan


Bergegaslah kawan 'tuk sambut masa depan


Tetap berpegang tangan, saling berpelukan


Berikan senyuman 'tuk sebuah perpisahan


Kenanglah sahabat, kita untuk selamanya, yea-yeah


Bergegaslah kawan 'tuk sambut masa depan


Tetap berpegang tangan dan saling berpelukan


Berikan senyuman 'tuk sebuah perpisahan


Bergegaslah kawan 'tuk sambut masa depan


Tetap berpegang tangan, saling berpelukan


Berikan senyuman 'tuk sebuah perpisahan


Kenanglah sahabat, kita untuk selamanya


Kita untuk selamanya


(Berikan senyuman 'tuk sebuah perpisahan) Oh


(Kenanglah sahabat, kita untuk selamanya) Yeah


Oh, yeah, kita untuk selamanya.


...----------------...


Semuanya mulai bersorak riuh, Abimanyu mulai turun hanya tinggal Niko dan yang bermain alat musik lainnya yang tetap tinggal diatas panggung.


"Ayo siapa lagi yang mau tampil disini, Ayo maju" ucap pembawa acara.


Teman-temannya yang lain pun mulai menyorakkan nama Vanya, Setelah melihat video kilas balik antara Vanya dan Niko, Vanya nampak terbelalak, Vanya mulai melihat ke arah Daffin.


Lalu Daffin mulai melepaskan genggaman tangannya, "Sana naik, Aku mau lihat kamu nyanyi" ucapnya sambil tersenyum.


Sebenarnya Vanya tidak ingin melakukannya lagi tapi Daffin telah memberinya izin dan Vanya pun mulai berdiri serta berjalan ke atas panggung.


Nampak pembawa acara sedang berbisik kepada Niko, Setelah itu pembawa acara mulai berbisik pula kepada Vanya, Vanya sedikit kaget karena yang dibisikan tadi ternyata adalah lagu yang harus ia bawakan bersama Niko.


Niko mulai memetik gitar, Alunan melodinya nampak sudah membuat Vanya merasa tak karuan, Lalu Niko mulai bernyanyi...


...Last Child - Seluruh Nafas Ini...


Lihatlah luka ini yang sakitnya abadi


Yang terbalut hangatnya bekas pelukmu ( Niko mulai melirik Vanya )


Aku tak akan lupa


Tak akan pernah bisa


Tentang apa yang harus memisahkan kita


Di saat ku tertatih

__ADS_1


Tanpa kau disini


Kau tetap ku nanti


Demi keyakinan ini


Jika memang dirimulah tulang rusukku


Kau akan kembali


Pada tubuh ini


Ku akan tua dan mati


Dalam pelukmu


Untukmu seluruh nafas ini


(Vanya mulai menghela nafas)


Kita telah lewati


Rasa yang pernah mati


Bukan hal baru


Bila kau tinggalkan aku


Tanpa kita mencari


Jalan untuk kembali


Takdir cinta yang menuntunmu kembali padaku


Di saat ku tertatih (saat ku tertatih)


Tanpa kau disini (tanpa kau di sini)


Kau tetap ku nanti


Demi keyakinan ini


Jika memang kau terlahir


Hanya untukku


Bawalah hatiku dan lekas kembali


Ku nikmati rindu yang datang membunuhku


Untukmu seluruh nafas ini


Dan ini yang terakhir (aku menyakitimu)


Ini yang terakhir (aku meninggalkanmu)


Tak kan ku siasiakan hidupmu lagi


Ini yang terakhir


Dan ini yang terakhir


Tak kan ku sia siakan hidupmu lagi


Jika memang dirimulah tulang rusukku


Kau akan kembali


Pada tubuh ini


Ku akan tua dan mati


Dalam pelukmu


Untukmu seluruh nafas ini


Jika memang kau terlahir


Hanya untukku


Bawalah hatiku dan lekas kembali


Ku nikmati rindu yang datang


Membunuhku


Untukmu seluruh nafas ini


Untukmu seluruh nafas ini..


...----------------...


Vanya terlihat sedang memejamkan matanya, Lalu membuka mata dan melihat ke arah Daffin di depan sana, Tak sedikitpun Vanya berani menoleh ke arah Niko.


Ia tak mau melihat raut wajahnya lagi, Entah rasa sedih atau apapun itu yang terlihat di wajah Niko Vanya sama sekali tidak ingin melihatnya lagi.


Vanya mulai turun dari panggung dan di bantu oleh Daffin yang tengah bersiap berdiri di depan sana sambil mengulurkan tangannya yang langsung disambut oleh uluran tangan Vanya.


"Hanya bisa menutup luka. Menahan api cemburu. Memendam rasa kecewa. Karena mau marahpun aku sadar, 'siapa aku?'."

__ADS_1


Sementara Niko masih duduk ditempatnya dan tersenyum kecut, Vanya benar-benar harus ia lupakan pikirnya saat ini.


Note : jangan lupa tinggalkan like, komen dan juga Votenya supaya author makin semangat. Terima kasih😊


__ADS_2