
Keesokan harinya,
Daffin tampak sumringah hari ini, Hingga tanpa sadar sepanjang sarapan ia terus saja tersenyum.
"Fin kamu baru juga ditinggal istri berapa hari udah jadi enggak waras" celetuk Mas Daniel.
"Hah?" ucap Daffin yang bingung.
"Tahu tuh dari tadi senyam senyum sendiri" tambah Sandra
"Emang ada apa sih?" tanya Mas Daniel penasaran.
"Hari ini ngajar di kelas Vanya, Jadi bisa ketemu deh" ujar Daffin senang.
"Ya ampun Fin, Udah kayak anak ABG aja kamu, Mentang-mentang punya istri masih ABG" ucap Sandra.
"Tahu nih Embak," ucap Daffin yang masih terus saja tersenyum.
Daffin pun bergegas menyelesaikan sarapannya dan mulai berangkat ke sekolah,
...----------------...
Sesampainya di sekolah,
Daffin sengaja berjalan melewati kelas Vanya dan dari luar kelas ia nampak memperhatikan Vanya.
Hhh kalau bukan karena takut mengundang perhatian orang banyak udah aku datengin kamu batin Daffin.
Lalu ia pun melihat Niko yang mulai menghampiri Vanya di dalam, Entah apa yang sedang mereka bicarakan, Daffin nampak terlihat kesal.
Si*l masih aja deketin istri orang !! batin Daffin.
Jam pelajaran pertama segera dimulai Daffin pun berjalan pergi menuju ruang kelas yang akan dia ajar sekarang.
...----------------...
Saat jam istirahat seperti biasa Vanya dan teman-temannya sedang makan di kantin, Tidak lama kemudian Niko datang menghampiri Vanya,
"Vanya, Ini buat kamu" ujar Niko seraya memberikan 1 botol minuman ringan.
"Makasih ya" ucap Vanya.
"Iya sama-sama" ujar Niko sambil tersenyum lalu berjalan pergi.
Tidak selang berapa lama, Tiba-tiba ada yang menarik dan mengambil botol minuman yang diberikan oleh Niko tadi dari tangan Vanya, Ternyata orang tersebut adalah Daffin yang mengambil serta berjalan sambil membuka tutup botol minuman dan mulai meneguk minumannya.
Vanya dan teman-temannya hanya ternganga melihat Daffin yang tengah berjalan pergi.
"Eh diembat dong" ucap Fani
"Iya Va, Diem aja sih lo" protes Meta
"Ya udah lah biarin aja" ucap Vanya dengan setengah tersenyum.
__ADS_1
Kriiinngggggggggg
Bel berbunyi tanda jam istirahat telah selesai Vanya dan teman-temannya pun bergegas kembali ke dalam kelas.
Saat di dalam kelas nampak Vanya yang terlihat gelisah karena ingin buang air kecil, "Ta, Gue ke toilet dulu ya bentar " ujar Vanya.
"Iya, Ya udah sana" ujar Meta
Saat sedang berjalan menuju toilet tiba-tiba ada siswa laki-laki yang terlihat tergesa-gesa serta berlari menuju kelas, Dan secara tidak sengaja menabrak Vanya hingga Vanya hampir terjatuh dan untungnya dengan sigap ia menahan tubuhnya pada dinding, Daffin baru saja datang dan melihat kejadian itu pun langsung berlari mencengkram kerah siswa laki-laki itu lalu mulai memakinya.
"Kamu punya mata atau enggak !!" ucap Daffin dengan marahnya seraya mencengkram kerah baju siswa itu.
Vanya pun terbelalak ia mencoba melepaskan cengkraman tangan Daffin.
"Fin, Udah lepasin jangan kayak gini" ucap Vanya seraya memegang tangan Daffin.
Daffin pun mulai melepaskan cengkramannya, Dan siswa laki-laki itu meminta maaf kepada Vanya seraya berlari kecil dan pergi.
"Kamu enggak apa-apa?" tanya Daffin dengan raut wajah yang khawatir.
"Aku enggak apa-apa" ujar Vanya seraya berjalan pergi
"Kamu mau kemana?" tanya Daffin
"Buang air kecil udah enggak tahan" ujar Vanya sambil berjalan terburu-buru.
Vanya masuk ke dalam toilet, Setelah selesai ia pun keluar dan terlihat kaget karena Daffin berdiri di depan pintu toilet.
"Kamu ngapain disini? Bukannya ke kelas" tanya Vanya.
"Iya enggak apa-apa lihat aja sendiri" ujar Vanya seraya merentangan kedua tangannya.
Namun tidak disangka Daffin malah langsung memeluknya, Vanya terlihat kaget matanya terbelalak, Dan dengan segera ia melepaskan pelukan Daffin.
"Fin inget kita lagi di sekolah, Kalau ada yang lihat gimana?" ucap Vanya panik
"Iya maaf, Efek kangen udah lama enggak peluk kamu" ujar Daffin.
Wajah Vanya mulai memerah mendengar perkataan Daffin, Ia pun menunduk seraya berkata,
"Ya udah ayo ke kelas pelajaran kamu udah mulai" ajak Vanya yang mulai berjalan dan diikuti Daffin dibelakangnya.
...----------------...
Sesampainya di kelas,
"Va tadi lo denger gak? Kayak suara Pak Daffin Marah-marah di luar" bisik Meta.
"Enggak Ta, Lo salah denger kayaknya" bisik Vanya.
"Siang semua" ujar Daffin.
"Siang Pak " ucap para murid serentak.
__ADS_1
Pelajaran pun di mulai, Semua murid memperhatikan dengan seksama,
"Minggu depan kalian akan menghadapi Ujian Akhir, Semoga berhasil dan semoga Ujian Akhirnya cepat berakhir juga" ujar Daffin seraya melihat ke arah Vanya, Vanya pun mengalihkan pandangannya ke arah lain.
...----------------...
Kriiiiiinnnggggg
Bel tanda pelajaran telah usai, Semua murid meninggalkan kelas, Terkecuali Vanya yang seperti biasa diminta untuk mengkoreksi soal latihan bersama Daffin.
Daffin tampak menopang dagu dengan satu tangannya dan terus memandangi Vanya yang tengah serius mengkoreksi soal.
"Vanya" panggil Daffin kemudian.
"Hmm" Vanya berdehem.
"Aku mau peluk kamu boleh ya?" pinta Daffin.
" Kita masih di sekolah Fin, Nanti kalau ada yang lihat gimana? " ujar Vanya.
Daffin menghela nafas lalu kembali terdiam dan ia pun mulai memandangi Vanya kembali, serta mulai berkata lagi,
"Pulang ke rumah yuk" ajak Daffin
"Iya nanti" ujar Vanya
"Jangan nanti aku maunya sekarang" pinta Daffin.
"Ya kan ujiannya belum selesai mulai juga belum malah" ucap Vanya lagi
"Kenapa harus nungguin ujian sih?" tanya Daffin.
"Ya abisnya kamu gangguin aku terus, Aku enggak bisa fokus belajar jadinya, Coba sekarang aku pulang tapi janji kamu jangan nempelin aku terus kamu bisa enggak?" tanya Vanya.
"Ya mana bisa sayang, Justru aku mau kamu pulang biar aku bisa dekat kamu terus" ucap Daffin.
"Hish tuh kan" ucap Vanya.
"Emangnya kamu enggak kangen ya sama aku?" tanya Daffin
Vanya hanya terdiam, Lalu Daffin mulai mengulurkan tangannya dan mulai menggenggam tangan Vanya.
"Fin"ucap Vanya seraya berusaha melepaskan genggaman tangan Daffin.
"Cukup gini sebentar aja, Biar rasa kangen aku sedikit terobati" ujar Daffin sambil menatap lekat kepada Vanya.
Vanya pun akhirnya membiarkan Daffin menggenggam tangannya, Ada perasaan yang tak biasa yang kini Vanya rasakan, Tapi apa, Ia seperti merasa menginginkan Daffin berada di dekatnya lebih lama lagi, Ia merasa ingin Daffin bukan hanya menggenggam tangannya.
Lalu Ia pun mulai melihat ke arah Daffin, Daffin pun senyum, Debaran di dadanya semakin kencang ia rasakan.
Kenapa gue jadi enggak waras gini sih batin Vanya.
Note : Jangan lupa tinggalkan like, komen dan juga vote. Terima kasih sudah membaca😊
__ADS_1
Btw Othor baper weh😑😑
Selamat membaca😘