VANYA : After The Storm

VANYA : After The Storm
Kepastian


__ADS_3

Vanya dan Daffin duduk di ruang tunggu di luar Instalasi Gawat Darurat.


Vanya terdiam ia masih sangat shock dengan kabar kehamilannya saat ini. Sedangkan Daffin masih nampak kebingungan, Sesekali ia duduk, Bangkit dan mondar mandir.


"Ayo kita cek lagi ke Dokter kandungan," ajak Daffin kemudian sambil menatap Vanya dalam posisi berdiri.


Tapi Vanya hanya terdiam dan masih tak bergeming dari posisi duduknya.


"Ayo kita pastiin dulu," ucap Daffin lagi


Vanya masih nampak acuh tak acuh.


"Aku sangat yakin pasti ada kesalahan, Makanya ayo kita periksa lagi," ucap Daffin yang mulai kalut.


"Kamu mau pastiin lagi atau enggak !!" ucapnya lagi yang mulai hilang kesabaran karena sedari tadi Vanya hanya diam mematung dan tak merespon perkataannya sedikitpun.


Vanya pun mulai menoleh, Lalu ia berkata,


"Seragamnya," ucapnya singkat.


"Seragam?" ucap Daffin dengan dahi mengerut.


Daffin terdiam dan berusaha berpikir maksud dari perkataan Vanya, Lalu ia pun mulai menyadari.


Oh iya gimana kalau ada yang lihat siswi SMA pergi ke dokter kandungan Batin Daffin.


Ia pun bergegas membuka jaket yang ia kenakan dan memberikannya kepada Vanya.


"Pakai ini," ucap Daffin seraya memberikan jaketnya.


Vanya meraih jaket milik Daffin lalu memakainya.


"Ayo," ajak Daffin.


Vanya pun mengikutinya dari belakang, Lalu Daffin mengambil nomor antrian dan menunggu di depan ruangan dokter kandungan.


Kini Daffin nampak gelisah menunggu giliran, Kedua kakinya nampak terus bergerak meskipun kini ia tengah duduk disamping Vanya yang lagi-lagi hanya diam mematung.


Hingga ketika gilirannya dipanggil mereka berdua segera masuk ke ruangan dokter.


Vanya diminta berbaring dan ia pun merebahkan tubuhnya di atas ranjang pasien yang telah tersedia.

__ADS_1


Lalu dokter meminta Vanya untuk mengangkat pakaian ke atas dan mulai mengoleskan gel yang terasa dingin pada perut Vanya, Serta meletakan alat transducer untuk melakukan Ultrasonografi.


Kini terlihat bulatan yang masih sangat kecil di layar monitor.


"Ini baru sekitar 6-7 mingguan, Jadi belum terlalu jelas," ucap Dokter menjelaskan.


Daffin terlihat Shock dan merasa kebingungan setengah mati.


Sekarang harus gimana?? Ternyata dia benar-benar hamil ! batin Daffin berucap.


Degh...


Apa ini? Aku benar-benar hamil?? Gimana kalau Mama tahu? Ma... Vanya... batinnya berucap.


"Nah sudah boleh ditutup lagi," ucap Dokter pada Vanya.


Dokter kembali duduk di tempatnya dan mulai menuliskan sesuatu dan Vanya ikut bergabung duduk disamping Daffin.


"Nama Vanya ya? Umur 18 tahun, Hmm masih muda ya?" ucap dokter lagi.


"Ini resepnya vitamin dan yang lainnya di tebus di depan ya" ucap dokter yang masih terlihat menggurat bolpoinnya pada kertas di atas meja.


"Terima kasih dok," ujar Daffin seraya beranjak keluar dan di susul oleh Vanya.


Saat berjalan keluar beberapa langkah, Tiba-tiba ada yang menarik telinga Daffin membuat Daffin mengaduh.


"Adudu aduh," Daffin meringis kesakitan.


Daffin shock ketika melihat siapa yang tengah menarik telinganya, Begitu pula dengan Vanya.


"Embak Sandra? Kok disini?" ucap Daffin yang tidak percaya melihat kakak serta suaminya disana


"Kok disini?? harusnya embak yang tanya ngapain kamu disini ke dokter kandungan lagi" ucap embak Sandra sewot


Sandra melihat ke arah Vanya namun ia berusaha menunduk..


"Kamu... Kamu Vanya kan??" tanya Sandra yang tidak percaya kalau yang dilihatnya adalah Vanya sedang memakai jaket milik adiknya serta keluar bersama dengan adiknya dari ruang dokter kandungan.


"Kalian... Ayo sini embak mau bicara sama kalian" ucap Sandra


Akhirnya mereka pergi ke lorong yang lebih sepi dan duduk disana.

__ADS_1


"Sekarang embak tanya sama kamu, Kamu ngapain ke dokter kandungan?"tanya Sandra kepada Daffin


"Antar Vanya" ucap Daffin singkat


"Antar? Cuma antar atau emang kamu juga yang menghamili dia?" tanya Sandra


"Ya gitu" ucap Daffin


"Gitu apa jawab yang jelas !!" ucap Sandra marah


"Sabar sayang sabar, Ingat kamu sedang hamil" ucap Mas Daniel yang mencoba menenangkan Sandra


Vanya masih tertunduk diam


"Daffin jawab embak jangan bilang kamu juga yang menghamili dia, Jawab!" ucap Sandra emosi


"Iya Daffin yang buat hamil"ucap Daffin kemudian


"Astaga Daffin.. Kamu ini apa-apaan embak udah kasih kepercayaan sama kamu buat gantiin embak tapi kamu malah salah gunakan" ucap Sandra kecewa


"Kamu juga Vanya, Nilai kamu tuh udah bagus kenapa bisa-bisanya kamu mau aja sama Daffin" ucap Sandra tak kalah kerasnya


Mata Vanya berkaca-kaca serendah itu kah dia sampai Bu Sandra kira ia mau melakukan apa saja untuk Daffin.


Vanya bangun ia ambil tas yang dipegang Daffin lalu berjalan pergi.


"Loh kamu mau kemana?" tanya Sandra tapi tak dihiraukan oleh Vanya


"Anak sekarang benar-benar keterlaluan diajak bicara malah pergi" ujar Sandra


"Embak, Daffin ketemu Vanya bukan di sekolah, Kejadiannya juga sebelum Daffin gantiin embak" ucap Daffin kemudian


"Maksud kamu?" tanya Sandra


Lalu Daffin mencoba menjelaskan semuanya kepada Sandra. Dan Sandra semakin tak habis pikir.


Sandra menghela nafas dan berkata


"Kamu pulang tunggu embak di rumah, kita harus bicara sama Mama dan Papa" ucap Sandra.


Note : Jangan lupa tinggal kan Like dan juga Votenya. Terima kasih😊

__ADS_1


__ADS_2