VANYA : After The Storm

VANYA : After The Storm
Pulang ke Rumah


__ADS_3

..."Akan Ada Hari yang Cerah Setelah Badai"...


...----------------...


Sementara itu di luar kamar,


Daffin nampak terduduk di sofa sambil memegangi kepala dengan kedua tangannya, Lagi-lagi lepas kontrol pikirnya.


"Hhh kenapa gini banget sih" ucap Daffin.


Vanya pasti marah pikirnya lagi.


Daffin hanyalah laki-laki pada umumnya, Ia laki-laki yang normal, Hanya laki-laki yang tak normal yang tidak akan menyentuh wanita saat mereka tengah berada di dalam satu kamar, Namun ternyata istrinya sendiri masih belum bisa melayaninya juga sampai detik ini, Rasa bersalah dan kecewa pun berkecamuk dalam pikirannya.


"Kapan kamu memberikan hak ku Vanya" ucap Daffin.


Akhirnya Daffin pun memutuskan untuk merebahkan tubuhnya di sofa dan mulai memejamkan matanya.


Selang beberapa menit berlalu Vanya nampak terlihat gelisah berada di dalam kamar sendirian, Kenapa Daffin tak lagi masuk ke kamar,? Apa dia marah pikirnya, Vanya terlihat mulai merasa bersalah tak seharusnya ia berteriak kepada Daffin tadi.


Akhirnya Vanya pun bangun dari tidurnya dan mencoba untuk menemui Daffin di luar, Vanya telah berangsur turun dari tempat tidur membuka pintu dan berjalan keluar, Matanya nampak mencari-cari dimana keberadaan Daffin, Hingga ia melihat sosok Daffin yang tengah tertidur di sofa.


Vanya pun mulai berjalan kembali ke dalam kamar dan keluar kembali dengan selimut di tangannya, Vanya mulai menghampiri Daffin serta memakaikan selimut pada tubuhnya seraya berkata," Maaf, Mungkin lain kali kita akan coba, Tapi tidak untuk saat ini, Ini terlalu tiba-tiba" ucapnya yang kini mulai bangun dan beranjak pergi meninggalkan Daffin ke kamar.


Setelah terdengar suara pintu kamar di tutup, Daffin pun mulai membuka matanya," Mudah-mudahan secepatnya" ucap Daffin seraya kembali menutup matanya.


...----------------...


Keesokan harinya,


Vanya bangun dan membuka matanya, Selimut yang tadi malam ia taruh diatas tubuh Daffin kini telah berada di atas tubuhnya, Tapi kemana Daffin? pikirnya, Vanya mulai bangun dari tempat tidur untuk mencari Daffin, Matanya langsung tertuju pada sofa yang semalam menjadi tempat Daffin untuk tidur tapi ternyata ia tidak berada disana.


Vanya mulai berjalan menuju kolam renang, Ke kamar mandi dan ke semua sudut ruangan namun ia masih saja tak menemukan suaminya itu, Sampai akhirnya Daffin membuka pintu dan baru saja datang dari luar, Dengan beberapa makanan ditangannya, Daffin pun melihat ke arah Vanya dan mulai tersenyum.


"Kamu udah bangun? Tadi aku beli be..."ucap Daffin yang terpotong karena kini Vanya tengah melingkarkan kedua tangannya di tubuh Daffin.


"Kamu darimana?" tanya Vanya.

__ADS_1


"Aku dari luar beli makanan buat kita" jawab Daffin.


Rupanya Vanya berpikir kalau Daffin sangat marah dan pergi meninggalkannya seperti malam itu karena semalam Vanya menolaknya dengan sangat kasar.


"Maaf, Kalau semalam aku udah kasar sama kamu" ucap Vanya.


Daffin mulai meletakkan telapak tangannya di kepala Vanya lalu mengelusnya dengan lembut seraya berucap," Iya enggak apa-apa, Aku ngerti kok," ucap Daffin.


"Ayo kita makan dulu, Kamu pasti lapar," ucap Daffin.


Vanya hanya mengangguk, Lalu ia mulai melepaskan pelukannya dan mulai berjalan ke arah sofa serta duduk disana bersama Daffin, Daffin pun mulai mengeluarkan makanan dari kantung yang dibawanya tadi.


Vanya mengambil satu potong sandwich dan mulai melahapnya begitu pula dengan Daffin, Setelah itu Vanya dan Daffin pun mulai bersiap untuk kembali pulang ke rumah mereka.


Vanya telah siap, Semua barang sudah ia kemas, Daffin pun mulai mendorong kopernya, Vanya nampak mengekor dibelakang Daffin, Ia terus saja


memperhatikan punggungnya.


Daffin yang mulai menyadari Vanya tak ada disampingnya pun mulai menghentikan langkahnya, Lalu mengulurkan tangannya ke arah Vanya.


"Ayo" ajak Daffin.


...----------------...


Di dalam pesawat,


Vanya nampak terlihat tertidur, Ia pasti lelah pikir Daffin, Daffin pun mulai memotretnya kembali, Ia sangat senang mengabadikan setiap momen bersama istrinya itu.



Kini Daffin pun mulai terlihat menyandarkan punggungnya dan ikut tertidur untuk menunggu pesawat mereka sampai ke bandara tujuan.


Setelah sampai Vanya nampak terbangun, Dilihatnya Daffin yang masih memejamkan matanya, Vanya mulai menyentuh dengan lembut dada Daffin lalu mengguncangnya perlahan, Daffin mulai membuka matanya seraya bertanya," Ada apa sayang?" tanyanya.


"Kita udah sampai" jawab Vanya.


Daffin pun bergegas bangun dan turun dari pesawat bersama Vanya, Mereka pun mulai berjalan menyusuri koridor bandara dan sampai di luar bandara, Lalu mereka memberhentikan taxi, menaikinya dan pulang kembali ke rumah mereka.

__ADS_1


...----------------...


Sesampainya di rumah,


Vanya berjalan dengan langkah gontai memasuki rumah, Ia benar-benar sangat lelah, Karena melewati serangkaian kegiatan selama hampir beberapa hari berturut-turut, Resepsi pernikahan, Pindah rumah, dan juga liburan, Kini ia hanya ingin merebahkan tubuhnya dan beristirahat.


Vanya rasanya tak sanggup lagi menaiki tangga ke kamar, Ia memilih merebahkan tubuhnya di sofa, Sementara Daffin mulai naik ke atas untuk menaruh kopernya, Setelah itu Daffin mulai masuk ke dalam kamar mandi, Ia merasa sangat penat diperjalanan, Ia mulai menyalakan air lalu berendam di dalam bathtub.


Daffin nampak memejamkan matanya merasakan air yang menyentuh setiap inci kulitnya, Betapa segar pikirnya, Setelah beberapa menit berlalu dan kepenatannya berkurang Daffin mulai memakai handuknya dan segera berganti pakaian.


Nampak Daffin yang mulai mencari keberadaan Vanya karena ternyata ia tak menemukannya di dalam kamar, Daffin mulai turun kebawah dengan menyusuri tangga, Ditemukannya Vanya yang sedang berbaring diatas sofa, Daffin pun mulai menghampirinya.


"Sayang, Kok tidur disini" ucap Daffin.


"Iya aku capek banget, Enggak kuat naik ke tangganya, Jadi tiduran disini aja" ujar Vanya.


"Ayo aku antar kamu ke kamar" ucap Daffin yang berusaha merangkul tubuh Vanya.


"Enggak usah, Enggak apa-apa aku tiduran disini dulu sebentar" ucap Vanya.


Namun Daffin tak tinggal diam, Ia mengangkat tubuh Vanya serta akan membawanya ke dalam kamar, Vanyapun terperanjat, " Fin enggak apa-apa, Aku disini dulu aja" ucap Vanya.


"Enggak apa-apa aku cuma antar kamu ke kamar aja"ucap Daffin yang mulai berjalan menyusuri tangga serta membawanya masuk ke dalam kamar.


...----------------...


Sesampainya di kamar,


Daffin mulai merebahkan tubuh Vanya di atas tempat tidur, "Udah kamu istirahat aja aku keluar kok" ucap Daffin yang mulai meninggalkan Vanya pergi keluar kamar lalu menutup kembali pintu kamarnya.


Daffin mulai turun kebawah, Rumah nampak berdebu setelah ditinggalkan beberapa hari saja pikirnya, Ia pun mulai menggulung lengan bajunya dan mulai merapikan rumah, memvaccum debu, mengepel lantai, bahkan mencuci pakaian kotor yang dibawanya semasa liburan, Semuanya ia kerjakan karena saat bangun nanti Vanya pasti akan merapikannya sendiri maka dari itu ia berinisiatif membantu Vanya.


Mencuci pakaian lalu mengeringkannya sudah ia lakukan, Sekarang hanya tinggal mengepel lantai, Daffin mulai berpikir lagi pantas saja Vanya begitu lelah, Ternyata mengerjakan semuanya begitu melelahkan, Sepertinya ia harus mempertimbangkan untuk mempekerjakan Asisten Rumah Tangga.


Setelah semuanya selesai Daffin nampak terduduk di sofa dan mulai berbicara sendiri.


"Seorang Daffin Yuga Pradipta mengerjakan pekerjaan rumah tangga?" ucapnya sambil tersenyum kecut.

__ADS_1


"Semenjak punya istri jadi enggak waras lo Fin" ucapnya lagi sambil tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


Note : Jangan lupa tinggalkan like, komen dan juga Votenya, Terima kasih😘


__ADS_2