
.
Teman-teman Vanya pun pamit pulang, Vanya mengantar mereka sampai ke depan gerbang.
Ia mulai masuk kedalam rumah tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumahnya.
"Ada yang ketinggalan?" tanya Vanya sambil membuka pintu
Namun alangkah kagetnya Vanya karena yang berdiri disana adalah Daffin.
"Kamu ngapain kesini !?" Ucap Vanya dengan nada tinggi
Daffin hanya diam, Ia mengepalkan tangannya berusaha menahan amarahnya. Ia ingin sekali marah melampiaskan semuanya tetapi ia ingat perkataan Mas Daniel padanya, Kalau ia harus memberikan Vanya waktu, Kalau pun ia marah sekarang itu hanya akan membuat Vanya semakin membencinya.
Kenapa kamu enggak pernah kasih tatapan yang sama ke aku Vanya, Kenapa malah dia yang kamu tatap sebahagia itu batin Daffin
"Aku dengar kamu menginap disini, Aku cuma mau mastiin kalau kamu baik-baik aja" ujar Daffin sambil mencoba menahan amarahnya
"Aku baik-baik aja kamu enggak perlu repot-repot" ucap Vanya dingin
"Ya udah kalau gitu aku pulang dulu" ucap Daffin sambil berjalan pergi
"Aneh" gumam Vanya
Daffin pulang dengan perasaan yang kalut, Didalam kamarnya ia mulai terduduk dilantai serta mengingat Vanya yang tersenyum begitu lepas kepada Niko.
Lalu ia mulai melemparkan barang-barang yang ada didalam kamarnya.
Keesokan harinya saat Sandra membangunkan Daffin,
"Astaga Daffin kamu apa-apaan ini kamar sampai berantakan gini" ujar Sandra yang syok melihat isi kamar Daffin berantakan
"Heh bangun !" ucap Sandra
Daffin pun bangun tanpa menghiraukan perkataan Sandra dan langsung masuk ke kamar mandi.
"Fin, Sarapan dulu" ujar Mamanya
Namun tak ia hiraukan, Ia langsung berjalan pergi, Dan berangkat ke sekolah.
Daffin benar-benar dalam suasana hati yang buruk.
Melihat Vanya disekolah pun tak lantas memperbaiki suasana hatinya, Ia malah terlihat kesal sendiri dan menghindar.
Sepulang sekolah Vanya sudah mulai kembali ke rumah Daffin, Daffin terlihat diam dan cuek terhadap Vanya.
Tuh orang dari kemarin aneh banget batin Vanya
Malam harinya,
Saat sedang tidur tiba-tiba saja Vanya terbangun, Ia berusaha merubah posisi tidurnya ke kiri dan ke kanan, Namun masih saja ia tidak bisa kembali tidur.
__ADS_1
"Duh kok laper lagi sih" gumam Vanya sambil memegangi perutnya.
Ia pun berjalan perlahan turun dari ranjangnya dan mulai membuka pintu lalu menuruni tangga, Sesampainya didapur ia mulai menyalakan kompor dan menaruh panci yang berisi air diatas nya
"Kamu lagi apa?" tanya Daffin yang berdiri sambil menyandarkan tubuhnya di dinding serta mengapit kedua tangannya.
Vanya pun kaget
Sejak kapan dia berdiri disitu batinnya
"Aku mau masak mie laper" jawab Vanya
Daffin pun menghampiri Vanya lalu mematikan kompornya,
"Kok dimatiin??" protes Vanya
"Jangan makan mie terus, Kamu tuh lagi hamil enggak sehat, Ayo kita cari makan diluar aja" ujar Daffin datar lalu mulai menarik lengan Vanya.
Daffin segera mengeluarkan mobil dari garasi dan menyuruh Vanya naik.
"Ayo " ajak Daffin
Vanya pun mulai berjalan dan masuk kedalam mobil Daffin. Lalu Daffin mulai melajukan kendaraannya.
"Kita makan disini aja" ujar Daffin sambil membuka sabuk pengamannya dan turun dari mobil disusul oleh Vanya.
Mereka pun masuk dan duduk lalu memesan ayam bakar dan juga teh hangat. Sambil menunggu pesanan tiba Daffin asik dengan ponselnya sementara Vanya tertunduk diam.
Vanya mulai makan dengan lahap, Daffin makan perlahan sambil sesekali melihat ke arah Vanya.
Daffin pun menghentikan makannya dan mulai mencuci tangan dengan air yang telah disediakan.
Ia terus memperhatikan Vanya yang tengah melahap makanannya. Dan sekarang makanannya sudah habis, Daffin pun menawarkan miliknya
"Masih kurang? Ini abisin aja punya aku" ucap Daffin sambil menyodorkan makanan miliknya
"Kamu enggak makan?" tanya Vanya
"Aku udah kenyang, Ambil aja" ujar Daffin
Vanya pun mengambil ayam milik Daffin dan mulai memakannya sampai habis
"Udah?" tanya daffin
Vanya mengangguk,
"Ya udah ayo kita pulang" ajak Daffin
Diperjalanan Vanya tampak menahan kantuk, Ia beberapa kali terpejam namun tetap berusaha membuka matanya.
Sesampainya dirumah ternyata Vanya malah tertidur, Daffin enggan membangunkan Vanya, Lalu ia berinisiatif menggendongnya masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
Daffin pun membawa Vanya ke atas, Lalu ia pun membawa Vanya masuk ke kamarnya dan mulai merebahkan Vanya diatas kasurnya ia lantas menyelimutinya.
Daffin terus menerus memandangi wajah polos Vanya yang sedang tertidur, Dan kini mulai membelai rambutnya dengan perlahan.
Lalu ia mendaratkan kecupan didahinya, seraya berkata " Selamat tidur istriku"
Daffin pun mulai merebahkan tubuhnya disamping Vanya dan mulai memejamkan matanya, Ada kebahagiaan yang terpancar jelas dari raut wajahnya, Ya akhirnya kini ia bisa merasakan rasanya memiliki seorang istri, yang menemani tidur disampingnya.
Keesokan harinya Vanya terbangun, Dan ia pun syok karena bukan berada dikamar Sandra melainkan di kamar Daffin.
Ia mulai memeriksa pakaiannya, Masih lengkap pikirnya lalu dengan perlahan ia turun dan berjalan pergi meninggalkan Daffin yang masih tertidur.
Sementara Daffin yang terbangun mulai mencari keberadaan Vanya, Lalu ia mulai tersenyum.
Saat sarapan Vanya tak sedikitpun berani melihat ke arah Daffin.
Vanya hanya menunduk ia merasa malu karena selama ini selalu menolak Daffin mati-matian dan semalam malah dengan polosnya ia tertidur pulas di samping Daffin.
Vanya berangkat diantar oleh supir sementara Daffin mengendarai mobilnya sendiri, Tiba-tiba ditengah jalan mobilnya mogok,
"Gimana Pak?" tanya Vanya kepada supirnya Pak Herman
"Tahu kenapa ini, Saya cek dulu ya" ucap Pak Herman
Vanya pun mulai gelisah,
Aduh gimana nih bisa telat batin Vanya
Lalu Daffin mengklakson dari dalam mobil seraya bertanya
"Kenapa?" tanya Daffin.
"Mogok" jawab Vanya
"Ya udah ayo naik" ajak Daffin
Tapi Vanya hanya terdiam,
"Kalau ada yang nanya bilang aja kamu nebeng ketemu dijalan, ayo cepat naik" ucap Daffin yang seolah tahu apa yang sedang dipikiran oleh Vanya.
Vanya pun naik dan duduk disebelah Daffin, Vanya mulai melirik dan memperhatikan Daffin secara diam-diam.
Kelihatan kalem dan dewasa ya kalau lagi serius, Alis matanya tebal hidungnya juga mancung batin Vanya
"Kita udah sampai" ucap Daffin membuyarkan lamunan Vanya
"Oh iya" ujar Vanya seraya turun dari mobilnya.
Note : Jangan lupa tinggal kan Like dan juga Votenya. Terima kasih😊
__ADS_1