
..."Akan Ada Hari yang Cerah Setelah Badai"...
...----------------...
Vanya keluar dari kamar dan telah mengganti pakaiannya, Ia mulai berjalan menyusuri tangga dan turun kebawah serta menemui Daffin disana, Nampak Daffin yang tengah duduk menunggu kedatangan istri tercintanya.
"Ayo aku udah siap" ajak Vanya.
Daffin pun tersenyum kearah Vanya seraya berkata," Iya ayo kita berangkat sekarang" ucap Daffin yang mulai bangun serta menghampiri Vanya dan mulai menggenggam tangannya.
Vanya dan Daffin berjalan keluar menuju ke mobilnya, Setelah itu Daffin mulai membuka pintu gerbang sedangkan Vanya telah masuk lebih dahulu kedalam mobil, Daffin pun mulai mengeluarkan mobilnya keluar dari gerbang, Setelah itu ia kembali turun dari mobil menutup gerbang serta menguncinya.
Kini Daffin dan juga Vanya mulai berangkat menuju rumah orang tua Daffin.
...----------------...
Sesampainya disana,
Daffin dan Vanya keluar dari dalam mobil, Lalu berjalan masuk kedalam rumah serta mulai menyapa Mama dan juga Kakaknya Sandra yang tengah duduk di ruang tamu, Setelah itu Daffin mulai menyusul Papanya di ruang kerja, Sementara Vanya nampak duduk bersama Mama Daffin dan juga Sandra.
Vanya pun mulai mengeluarkan beberapa aksesoris yang dibelinya saat berlibur bersama Daffin kemarin dari dalam tasnya, Mama Daffin dan Sandra nampak terlihat senang, Lalu Sandra pun mulai berkata,
"Jadi ini oleh-oleh dari yang habis Honeymoon kemarin?" tanya Sandra seraya tersenyum.
"Ha? Oh i-iya" jawab Vanya gelagapan.
"Oh kalian habis honeymoon? Bagus lah, Mudah-mudahan kamu cepat hamil lagi ya, Kuliah sambil hamil enggak dilarang kok, Dulu aja Mama kuliah sambil mengandung Sandra" ucap Mama Daffin.
"Iya Ma" ucap Vanya.
"Kamu enggak nunda kan?" tanya Sandra.
"Enggak kok embak" jawab Vanya yang setengah tersenyum.
"Iya jangan ditunda-tunda ah, Sandra aja harus nunggu 5 tahun buat hamil, Makanya kamu juga kalau bisa disegerakan aja enggak apa-apa" ucap Mama Daffin.
"Iya Ma" ucap Vanya yang masih setengah tersenyum.
Apa tidak ada bahasan yang lain pikirnya, Pergi liburan dibilang honeymoon dan juga sekarang hamil? Vanya belum terpikir ke arah sana lagi, Karena sampai detik ini pun Vanya sendiri masih belum membiarkan Daffin menyentuhnya lagi.
Mama Daffin nampak pergi meninggalkan Vanya dan Sandra, Sandra pun mulai bertanya kepada Vanya.
"Kalian baik-baik aja kan? Enggak ada masalah apapun kan?" tanya Sandra
"Enggak ada kok embak kita berdua baik-baik aja" jawab Vanya.
"Syukurlah kalau begitu, Masalahnya embak agak was-was juga membiarkan kalian tinggal terpisah, Bukan apa-apa kamu masih muda dan Daffin juga kadang masih seperti anak-anak karena dia anak terakhir dan selalu dimanja, Embak cuma takut kalau nantinya kalian ribut, Ya memang setiap rumah tangga pasti ada aja masalahnya masing-masing, Cuma ya embak harap kalian bisa menyelesaikan setiap masalah dengan kepala dingin, Mungkin sekarang masih manis-manisnya di awal tapi semakin lama usia pernikahan akan semakin berat juga ujiannya, Mudah-mudahan kalian bisa lewati itu semua ya" ujar Sandra.
"Iya embak mudah-mudahan aja ya" ucap Vanya.
Hari sudah semakin sore, Daffin dan juga Vanya akhirnya pamit untuk pulang ke rumah mereka lagi.
__ADS_1
Namun sebelum itu mereka mampir sebentar ke toko kebutuhan sehari-hari untuk membeli beberapa bahan makanan, Setelah selesai berbelanja mereka mulai pulang kembali ke rumah.
...----------------...
Malam harinya,
Daffin dan Vanya tengah bersiap untuk tidur, Namun sebelum itu Daffin mulai berkata,
"Sayang besok pagi-pagi kamu bangunin aku ya" pinta Daffin.
"Kamu mau kemana?" tanya Vanya.
"Besok aku udah mulai masuk ke kantor" jawab Daffin.
"Kok besok? Enggak jadi lusa?" tanya Vanya.
"Iya enggak jadi, Kalau enggak langsung terjun ke lapangan agak susah ngerti kerjaannya jadi terpaksa besok aku udah mulai masuk kerja" ujar Daffin.
"Ya udah iya, Nanti aku bangunin" ujar Vanya.
...----------------...
Keesokan harinya,
Vanya bangun pagi-pagi sekali ia pun mulai terjun ke dapur untuk membuat sarapan, Setelah itu ia mulai kembali ke dalam kamar dan membangunkan Daffin.
Daffin bangun dan mulai pergi ke kamar mandi sementara Vanya tengah merapikan tempat tidur serta menyiapkan pakaian untuk Daffin.
Vanya mulai menghampiri Daffin, Lalu ia mulai mengambil alih dasi yang sedang Daffin pegang, Vanya pun memasangkan dasi dengan begitu hati-hati sehingga hasilnya terlihat rapi.
"Kok kamu bisa pasang ini?"tanya Daffin.
"Iya soalnya dulu aku sering banget pasang dasi Papa, Jadi masih inget sampe sekarang" jawab Vanya.
"Beruntung banget aku nikah sama kamu, Hampir semuanya bisa kamu lakukan" puji Daffin.
Vanya hanya tersenyum,
"Ya udah ayo sarapan dulu, Udah siang nih, Nanti kamu kesiangan lagi" ucap Vanya.
"Iya ayo" ucap Daffin yang kini mulai berjalan kebawah bersama Vanya.
Setelah sarapan Daffin mulai berpamitan kepada Vanya, Daffin pun mulai memajukan tubuhnya lalu mengecup bibir Vanya serta memeluk erat tubuh Vanya.
"Fin, Udah berangkat sana katanya mau kerja" ucap Vanya.
"Besok aja kali ya berangkatnya, Aku enggak mau ke kantor, Aku maunya sama kamu terus" ucap Daffin.
"Ya enggak bisa gitu juga, Nanti Papa marah lho" ucap Vanya.
"Kamu ikut ke kantor yuk, Temenin aku disana" ucap Daffin.
__ADS_1
"Kamu tuh ya, Aku mau ngapain coba disana, Udah sana berangkat" ucap Vanya.
"Kok aku diusir? " ucap Daffin.
"Bukannya ngusir, Nanti kalau kamu sampai kena marah gimana coba" ucap Vanya.
"Udah sana berangkat, Nanti kunci rumah diambil Papa lagi lho" ucap Vanya
"Oh iya, Untung kamu ingetin" ucap Daffin
Daffin pun mulai melepas pelukannya dan bersiap untuk berangkat, Namun sebelum itu Vanya mulai bertanya kepada Daffin,
"Fin, Aku boleh enggak ajak Fani sama Meta main kesini?" tanya Vanya
"Ya boleh sayang, Siapa yang mau larang, Ajak aja mereka supaya kamu enggak kesepian di rumah." ujar Daffin.
"Iya makasih ya, Kamu hati-hati dijalan"ujar Vanya
"Iya sayang" ujar Daffin yang mulai mengecup dahi Vanya seraya berjalan masuk kedalam mobil.
...----------------...
Sesampainya di kantor,
Daffin nampak tengah berjalan di lobby, Semua mata kini mulai memandang ke arahnya.
"Siapa tuh ganteng ya" bisik beberapa staf wanita.
Ia pun mulai menaiki lift menuju ke ruangan Papanya dan lagi-lagi banyak tatapan kagum para wanita di dalam sana.
Ting
Pintu lift mulai terbuka, Ia berjalan keluar dan menuju ruangan Papanya, Setelah sampai di depan ruangan Daffin mulai mengetuk pintu
Tok tok tok
"Siapa?" tanya Papanya dari dalam ruangan.
"Daffin Pa" jawab Papanya.
"Masuk "perintah Papanya.
Daffin mulai membuka gagang pintu, Lalu masuk ke dalam ruangan Papanya.
"Akhirnya kamu datang juga, Ayo sini Papa jelaskan dulu tugas kamu" ucap Papanya.
"Iya Pa," ucap Daffin yang mulai menghampiri Papanya.
Note : Jangan lupa tinggalkan like, komen dan juga Votenya ,Terima kasih😘
Bab kedua nanti malam kalau enggak oleng😅
__ADS_1