
BACA ✔
PLAGIAT ❌
Karena mikir menguras energi otak beda dengan tinggal nyomot😂, think smart 😉**
...****************...
Sandra datang bersama Papanya dan juga suaminya, Sementara Vanya pamit yang diikuti oleh Daffin.
"Om tinggal dulu ya sebentar" ucap Vanya yang kemudian berjalan ke lantai atas.
"Oh iya iya silahkan" ucap Om Handri
"Mas gimana kabarnya? Anak-anak enggak diajak?" tanya Papanya Daffin
"Baik, Kamu sendiri bagaimana? Anak-anak sudah besar sudah tidak mau jalan sama Mami Papinya" ujar Om Handri
...----------------...
Sementara itu diatas,
Vanya yang sedang berjalan menuju kamar Sandra tiba-tiba saja berhenti didepan pintu kamar, Lalu Vanya mulai berbalik,
"Ke kamar kamu yuk" ajak Vanya yang disambut ekspresi kaget Daffin
"Hah? Kamu serius???" tanya Daffin meyakinkan.
"Iyaa, Yuk " ajak Vanya yang sekarang berjalan ke arah kamar Daffin
Lalu Vanya pun mulai membuka pintu kamar Daffin, Ia pun masuk dan diikuti pula oleh Daffin yang mengekor di belakang Vanya, Setelah mereka berdua berada di dalam kamar, Kini Vanya mulai menatap Daffin, Lalu perlahan mulai mendekatinya, Kemudian ia menyentuh pinggang Daffin dengan kedua tangannya.
Gila kenapa Vanya jadi agresif gini batin Daffin
__ADS_1
Lalu Vanya pun mulai mencubit pinggang Daffin dengan sekuat tenaga.
"Adudu aduhh, Vanya sakittt" teriak Daffin
"Nih rasain, Berani-beraninya ya kurang ajar sama aku" ucap Vanya yang masih terus mencubit pinggang Daffin
"Aduh sakit Vanya udah udah lepasin" ucap Daffin memohon.
"Enggak mau!" ucap Vanya yang masih saja melampiaskan amarahnya.
Daffin mencoba mundur dan menghindar tetapi malah terjatuh, Vanya pun ikut jatuh ke pelukan Daffin, Vanya belum sempat bangun dari atas tubuh Daffin, Daffin malah menatap lekat kepada Vanya, Lalu Daffin mencoba mendekatkan wajahnya ke wajah Vanya, Namun seketika,
Plakk
Vanya mendaratkan tamparan yang cukup keras di pipi sebelah kanan Daffin yang membuat sebuah cap kemerahan berbentuk tangannya.
"Aduh, Kok ditampar sih !?" protes Daffin
"Iya abisnya kamu mau kurang ajar terus sama aku" ucap Vanya sewot
"Tahu ah" ucap Vanya yang bergegas bangun dan pergi dari kamar Daffin
"Baru juga ngedeket malah kena tabok" gumam Daffin yang masih saja mengelus pipinya.
...----------------...
Saat Malam hari,
Daffin sedang bermain game di ponsel miliknya, Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar Daffin, Daffin bangun dari tempat tidurnya lalu membuka pintu
"Oh Mas Daniel, Kirain siapa, Ada apa Mas?" tanya Daffin
"Mas mau numpang tidur disini, AC dikamar Mas mati" Ujar Mas Daniel
__ADS_1
"Oh ya udah ayo masuk" ajak Daffin
Daniel pun masuk dan mulai merebahkan tubuhnya di tempat tidur Daffin.
"Mas, Kenapa enggak tidur dikamar embak Sandra aja sih" protes Daffin yang mulai duduk ditempat tidurnya
"Kenapa? Jadi Mas enggak boleh nih numpang tidur semalam disini?" ucap Daniel datar.
"Ya bukan gitu, Kan embak Sandra istri Mas, Masa malah milih pindah tidurnya ke kamar Daffin" ujar Daffin
"Oh Mas tahu nih kayaknya, Supaya Vanya pindah tidur kesini kan?" terka Daniel
"Ya enggak gitu juga " ucap Daffin mencoba menyangkalnya
"Fin, Mas kasih tahu nih ke kamu, Kamu tuh jangan terlalu mendominasi dia jangan mentang-mentang kamu suaminya sekarang kamu jadi seenaknya sama dia" ujar Daniel
"Daffin enggak seenaknya kok sama dia, Ya Dafiin cuma mau kita normal aja kayak suami istri pada umumnya enggak usah menghindar terus" ujar Daffin.
"Nah ini nih yang kamu belum paham, Itu namanya kamu seenaknya Fin, Semaunya kamu sendiri, Bukan dia, Gimana pun juga pasti berat buat dia apalagi kalian menikah juga bisa dibilang karena kecelakaan, meskipun sebenarnya emang dari awal kesalahan ada di kamu" ucap Mas Daniel berusaha menjelaskan
"Terus sekarang Daffin harus gimana?" tanya Daffin
"Kamu tahu pasir? Semakin kamu menggenggamnya maka dia akan jatuh, Berbeda lagi kalau kamu simpan di tangan kamu tanpa menggenggamnya, Dia akan tetap disana, Kasih dia waktu Fin kasih dia ruang untuk adaptasi sama kamu sama kehidupan dia sekarang, Ya let it flow aja kamu jangan terlalu maksain dia harus jadi apa yang kamu mau, Kasihan Fin dia itu masih terlalu muda, Pelan-pelan aja lama-lama juga dia bisa nerima kamu" ujar Mas Daniel
Daffin terdiam dan memikirkan perkataan Mas Daniel
"Ngerti kamu sekarang?" tanya Mas Daniel
"Berarti Daffin harus ngasih dia waktu ya, Dafiin jangan deketin dia dulu bukan?" tanya Daffin
"Yaa bisa dibilang begitu, pokoknya senyamannya dia aja" ucap Mas Daniel
"Udah ah Mas mau tidur dulu udah ngantuk" ucap Mas Daniel seraya memakai selimut dan mulai menutup matanya
__ADS_1
Harus jaga jarak nih? Mana bisa batin Daffin.
Note : Jangan lupa tinggal kan Like dan juga Votenya. Terima kasih😊