
WARNING !!!
Percaya lah nulis gini tuh menguras energi otak jadi please stop untuk PLAGIAT ya..
Yuk berpikir sekreatif mungkin.. gunakan imajinasi kalian sendiri, dan jangan terpaku dengan karya orang lain, think smart๐**
...****************...
Di Rumah Sakit,
Mama Vanya segera datang ke Rumah Sakit saat mendapat kabar dari Daffin, Sementara Mama Daffin masih berada di perjalanan
"Sebenarnya apa yang sudah terjadi??" tanya Mama Vanya kepada Daffin yang sedang duduk di luar ruangan.
"Daffin juga gak tahu, Tadi teman Vanya ke ruangan Daffin dan bilang Vanya jatuh dari tangga" ujar Daffin.
"Lalu sekarang bagaimana keadaannya?" tanya Mama Vanya lagi.
"Vanya sedang istirahat, Tapi..." ucap Daffin sambil menelan ludah.
"Vanya keguguran" ucap Daffin lagi.
Mama Vanya terlihat shock dan segera masuk ke dalam ruangan.
Dilihatnya Vanya yang sedang tertidur, Mamanya semakin mendekat dan mulai mengusap rambut Vanya dengan lembut.
Vanya pun terbangun, "Mama" ucapnya.
"Ya, kenapa sayang?" tanya Mamanya.
"Bayi Vanya Ma, Dia udah enggak ada" ucap Vanya yang mulai menitikan air mata.
"Ssstttt udah ikhlaskan sayang, Dia sudah bahagia disana" ucap Mamanya sambil mengelus rambut Vanya.
"Tapi Ma... Vanya sayang sama dia, Vanya enggak mau kehilangan dia" ucap Vanya yang masih terus saja menangis.
Mama Vanya masih terus berusaha menenangkan Vanya, Mamanya menghapus air mata yang keluar dari sudut matanya. Vanya tak henti-hentinya menangis sampai akhirnya ia kelelahan dan mulai memejamkan matanya kembali.
Mama Vanya mulai menyelimuti Vanya dan mengecup keningnya. Mama Vanya terdiam ia mulai berpikir kenapa Vanya harus menanggung beban berat di usianya saat ini,
Tapi mungkin ini yang terbaik pikirnya lagi.
__ADS_1
Selang 15 menit tiba-tiba Vanya mulai membuka matanya lagi,
"Ma.." panggil Vanya.
"Iya kenapa?" tanya Mamanya.
"Daffin mana Ma?" tanya Vanya
"Dia ada di luar" ucap Mamanya lagi
"Tolong panggil Daffin kesini Ma" pinta Vanya.
"Iya sebentar, Mama panggilkan dulu" ucap Mamanya seraya pergi menghampiri Daffin.
Daffin nampak duduk di luar sambil menunduk dengan kedua tangan memegangi kepalanya.
"Kamu dipanggil Vanya" ucap Mama Vanya.
Daffin pun mulai menoleh serta beranjak masuk ke dalam untuk menemui Vanya.
"Kamu kenapa? Ada yang sakit? Atau kamu lagi mau sesuatu? " tanya Daffin setelah berada di dekat Vanya.
"Kamu jangan kemana-mana, Temenin aku di sini" pinta Vanya.
Daffin mulai mengambil kursi dan duduk disana, Ialu mulai menggenggam tangan Vanya.
"Udah kamu istirahat lagi ya, Aku ada disini kok" ujar Daffin
Vanya hanya mengangguk, Mama Vanya memperhatikan kebersamaan Daffin dan Vanya, Ia mulai merasa tersisihkan, Sedari dulu ia selalu menjadi tempat pertama yang selalu Vanya cari dan sekarang Vanya malah mencari Daffin.
Mama Vanya tersenyum kecut, Ya Daffin suaminya sekarang, Perasaan yang sedang Vanya rasakan pasti juga di rasakan oleh Daffin, Karena mereka sama-sama kehilangan buah hatinya.
Mama Vanya mulai berjalan keluar dan duduk di sana. Tidak lama setelah itu Mama Daffin datang, "Bagaimana keadaan Vanya?" tanya Mama Daffin.
"Cukup buruk" ucap Mama Vanya.
Mama Daffin mulai duduk di samping Mama Vanya, "Maafkan anak saya dan juga keluarga saya, Kami sudah lalai sebagai orang tua, Dan juga kejadian hari ini Daffin juga tidak tahu menahu, Dan dia juga pasti sangat terpukul" ujar Mama Daffin.
"Ya saya tahu, Sebenarnya saya juga bersalah, Saya tidak bisa menjaga Vanya dengan baik, Kejadian yang menimpa Vanya dari awal juga karena kesalahan saya yang mungkin kurang memperhatikan dia, Dan juga sepertinya Vanya telah menemukan sandaran baru" ucap Mama Vanya.
"Maksudnya?" ucap Mama Daffin.
__ADS_1
"Dia lebih memilih untuk bersama Daffin dibandingkan dengan saya Mamanya saat ini" ucap Mama Vanya lirih.
"bagaimana pun juga mereka calon orang tua, Mereka sama-sama kehilangan, Jadi pasti mereka sedang merasakan hal yang sama dan saling menguatkan satu sama lain, Tugas kita sebagai orang tua hanya lah mendukung mereka bukan?" ucap Mama Daffin.
"Iya, Itu benar" ucap Mama Vanya yang terlihat sedih.
...----------------...
Sementara itu di dalam sana,
Daffin tengah duduk di samping Vanya sambil menggenggam tangannya sambil melihat ke arah Vanya.
Vanya terlihat diam, Tatapannya kosong.
"Kamu lagi mikirin apa?" tanya Daffin
Vanya mulai menghela nafas,
"Ini mimpi bukan sih? Rasanya kayak mimpi" ujar Vanya.
"Aku juga berharap semuanya hanya mimpi, Tapi... Sayangnya bukan"ucap Daffin tersenyum kecut.
"Kamu sedih enggak sih kehilangan bayi kita? " tanya Vanya.
"Tentu aja, Aku tuh udah bayangin gendong dia, Main sama dia, Tapi kita bisa apa? Semuanya udah terjadi sayang, Kita harusnya memulai semuanya dari awal lagi, Seperti pertemuan kita diawal yang tidak menyenangkan, Tapi aku selalu berusaha untuk membahagiakan kamu meskipun pada awalnya aku sudah menghancurkan hidup kamu, Seperti badai yang menghancurkan semuanya tapi kamu juga harus percaya sayang, Kalau akan ada hari yang cerah setelah badai" ucap Daffin seraya tersenyum.
......PENGUMUMAN......
Khususnya untuk pembaca setia karyaku
Authornya mau tanya nih, Kalau seandainya aku selesaikan sampai sini dulu lalu aku lanjut lagi di season kedua kira2 setuju gak ya??
Karena jujur author pengen banget banget lanjut terus tapi sepertinya bakal lebih panjang lagi karena setelah ini Daffin akan memulai hidup baru sama Vanya.
Nah kalau setuju komen ya setuju kalau enggak juga komen enggak..
Aku sampai hari ini masih lanjut pun itu semua karena kalian kok, Padahal waktu itu sempet hiatus hampir 2 minggu dan akhirnya memutuskan lanjut.
Dan sekarang aku tetap lanjut, tapi dilanjut di season berikutnya...
Ayo tunjukkan suara kalian.....๐๐๐
__ADS_1
dan jawabannya Adalah
LANJUT !!! sampe titik jempol penghabisan๐๐๐