
Di sekolah saat jam istirahat Vanya,Meta,Fani dan Riri sedang duduk di kantin, Fani mulai membuka obrolan
"Kalau dilihat-lihat Pak Daffin ganteng juga ya, Apalagi pas rambutnya dikuncir kebelakang gitu, fix lah ini gue ganti selera jadi suka cowok gondrong"ucap Fani bersemangat
"Iya Riri juga suka, dewasa terus gayanya keren juga" tambah Riri
"Gue lebih suka postur badannya sih, tinggi, atletis, kayaknya suka nggym dia" ujar Meta
"Percuma ganteng kalau kelakuannya jelek " celetuk Vanya
"Hah!???" ucap Fani,Riri dan Meta serentak sambil melihat ke arah Vanya
"Jelek gimana?" tanya Meta
Vanya yang tersadar dengan celetukannya sendiri mulai gelagapan
"Oh.. itu.. emm..Ya jelek aja.." ujar Vanya
Teman-temannya masih mengerenyitkan dahinya tidak percaya dengan ucapan Vanya
"Ya bayangin aja masa baru juga masuk, udah langsung kasih ulangan dadakan" ucap Vanya kemudian
"Iya juga ya, mana Riri dapet nilai 6, coba kalau bilang dulu pasti udah dapet 10"ucap Riri polos
"Ya elah Ririiiiiiii , namanya juga ulangan dadakan kalau dikasih tahu dulu bukan dadakan namanya !" ucap Meta gemas
"Coba sini Ri, jitak dulu dikit"ucap Fani
"Ih Fani jahat banget sama Riri" ucap Riri sambil cemberut
"Va, ini buat kamu" ucap seseorang dari arah belakang Vanya
Vanya menoleh
"Eh, apa nih Nik" ucap Vanya
"Cuma minuman ringan aja, Nih ambil" Ucap Niko meyakinkan Vanya
"Makasih ya" ucap Vanya sambil mengambil minuman yang diberikan Niko lalu tersenyum
Setelah memberikan minuman ringan Niko pun berlalu pergi, Sementara dari kejauhan nampak ada yang memperhatikan mereka
"Cieeee asik nih kayaknya ada yang jadian" Ucap Meta
"Iya nih ga mau tahu ah mana PJ (Pajak Jadian)" tagih Fani
"Apaan sih, Siapa juga yang jadian orang cuma temenan" ucap Vanya
__ADS_1
"Temen rasa pacar gitu?" tanya Meta
"Menang banyak dong Va" ucap Fani
"Sini coba gue bagi" ucap Fani lagi seraya mengambil botol minuman Vanya tapi Vanya dengan cepat menghindar
"Enak aja punya gue ini" ucap Vanya
"Ya udah deh gue sama Pak Daffin aja kalau gitu" ucap Fani ngasal
"Jangan !!"seru Vanya
"Kenapa emang Va?" tanya Meta heran
"Iya lo bilang jelek katanya kok gue enggak boleh sama dia juga" protes Fani
"Emm.. Ya soalnya kan dia guru kita mana boleh ya kan, lagian siapa tahu dia udah punya pacar" Ucap Vanya sekenanya
Duh kenapa lagi gue bilang jangan tapi kalau beneran dia deketin si br*ngs*k gimana batin Vanya
Krriiiiiiiiiiiinnnnnnnggggg..
"Wah udah bel tuh yuk masuk kelas"ajak Meta
Para murid pun masuk ke kelasnya masing-masing
"Bu, saya izin ke belakang" Ucap Vanya sambil mengangkat tangannya
"Iyaa" jawab Bu Dewi
Vanya keluar kelas dan segera menuju toilet tapi ternyata toilet sedang dalam perbaikan,
Akhirnya ia pergi ke toilet yang berada di lantai bawah
Saat Vanya menuruni tangga tiba2 ada yang merangkul pinggangnya dari belakang, Vanya pun menoleh, Dan betapa kagetnya Vanya ternyata orang yang merangkulnya adalah Daffin
Vanya segera melepaskan tangan Daffin dari pinggangnya dan berkata
" Kamu ! Jangan kurang ajar !!" ucap Vanya marah
Tapi Daffin hanya tersenyum
"Ini tuh sekolah gimana kalau ada yang lihat !" ujar Vanya lagi
"Berarti kalau di luar sekolah boleh?" ucap Daffin sambil tersenyum
"Apa!??" Dasar gila !" Ucap Vanya lalu segera pergi meninggalkan Daffin
__ADS_1
Vanya tidak mengira kalau Daffin sengaja mengikutinya dan berani merangkulnya..
Gimana kalau ada yang lihat tadi, pasti bakalan berfikir yang enggak-enggak batin Vanya saat berada di toilet.
...----------------...
Sepulang sekolah
Vanya melaju dengan sepeda motor maticnya tapi tiba-tiba hujan turun dengan derasnya.
Vanya pun mencari tempat berteduh dan berteduh di sebuah halte bus dengan seorang wanita dan pria paruh baya disana.
Tidak lama kemudian ada seseorang yang tidak asing ikut berteduh bersamanya.
"Vanya" sapa orang itu yang ternyata adalah Niko
"Hai Nik" sapa Vanya
Mereka berdiri sejajar
"Deras banget ya hujannya"ujar Niko
"Iya nih" ucap Vanya
Tiba-tiba Niko membuka jaket nya dan memberikannya kepada Vanya.
"Ini Va pake" ujar Niko
"Enggak usah Nik, Nanti kamu kedinginan juga" tolak Vanya
"Enggak apa-apa pakai aja" ucap Niko meyakinkan.
"Enggak usah beneran" ucap Vanya lagi.
Lalu Niko mendekat kepada Vanya dan mulai membisikan sesuatu.
"Va, baju kamu transparan kena air hujan"bisik Niko.
Vanya reflek menutup dadanya lalu mengambil jaket Niko dan memakainya.
"Nah iya dipakai " ujar Niko seraya tersenyum.
"Iya, makasih ya" ucap Vanya sambil tersenyum
Niko ngejaga dan ngehargain aku banget sih, Hal-hal kayak gini aja dia perhatiin, Dia beda banget sama Daffin, Yang ada bukan dia tutupi malah sengaja dia buka, Hishh apaan sih Vanya ngapain bandingin Niko sama cowok br*ngs*k itu, Udah jelas jauh banget, Niko kalau kamu tahu apa yang sudah terjadi sama aku dan Daffin, Apa kamu tetap tetap perhatian seperti ini, Atau kamu malah akan pergi menjauh Batin Vanya.
Sementara itu dari dalam sebuah mobil ada yang sedang memperhatikan mereka..
__ADS_1
Note : Ayo lanjut baca lagi, Jangan lupa tinggal kan Like dan juga Votenya. Terima kasih😊