VANYA : After The Storm

VANYA : After The Storm
Penyesalan


__ADS_3

..."Akan Ada Hari yang Cerah Setelah Badai"...


...----------------...


"Ketika badai menghancurkan Anda, Anda harus memutuskan bagaimana menyatukan diri Anda kembali." - Bryant H. McGill-


Di Kamar Vanya,


Vanya mulai menangis seraya duduk dan memeluk kedua kakinya, Ia menyesal karena terlambat menyadari jebakan dari Dion.


Vanya pun berpikir seandainya saja ia sadar lebih awal mungkin akhirnya tidak akan jadi seperti ini.


"Terkadang air mata dibutuhkan saat hati tak mampu menampung setiap perih yang datang."


Vanya mulai merasa jijik dengan tubuhnya sendiri, Lalu ia pun bangkit dari duduknya, Lalu masuk ke dalam kamar mandi dan mencoba membersihkan noda yang ditinggalkan Daffin, Namun noda itu masih saja melekat seberapa keras pun usaha Vanya untuk menghapusnya.


Vanya pun keluar dari kamar mandi, Lalu ia mulai mencari obat dan mengoleskan pada noda merah yang ada di tubuhnya, Serta mencari pakaian yang menutupi hingga leher dan memakainya.


Vanya pun mulai berbaring diatas tempat tidur dan mencoba memejamkan matanya.


...----------------...


Keesokan harinya...


Tok tok tok...


Vanya terbangun oleh suara ketukan pintu dari luar, Ia pun berangsur turun dari tempat tidur, Lalu mulai membukakan pintu kamarnya, Nampa Mamanya sedang berdiri di depan pintu dan mulai mendekat seraya berkata,


"Selamat ulang tahun yang ke 18 sayang" ucap Mama Vanya seraya memeluknya.


"Makasih Ma "ujar Vanya yang ikut memeluk Mamanya.

__ADS_1


"Yuk kebawah Mama udah siapin kejutan buat kamu"ajak Mamanya.


Vanya dan Mamanya mulai berjalan kebawah, Nampak disana sudah ada berbagai macam makanan yang ia suka dan ada kue ulang tahun besar dengan lilin angka 18 di atasnya.


"Ini banyak banget mah"ujar Vanya


"Iya, Mama sengaja masak banyak karena hari ini adalah hari spesial kamu, Lagipula Mama yakin pasti teman-teman kamu akan datang kesini kan? Apalagi sekarang hari minggu"ujar Mama Vanya.


"Iya sih Ma" ucap Vanya.


Vanya dan Mamanya pun mulai duduk di sofa.


"Mah" panggil Vanya.


"Ya? Kenapa sayang" tanya Mama Vanya.


"Papa mana Ma? Apa Papa enggak pulang hari ini?" tanya Vanya..


"Va, Kamu sudah besar sudah dewasa sekarang umur kamu juga sudah 18 tahun"ucap Mama Vanya


"Sekarang Mama mau kasih tau semuanya Mama enggak mau sembunyiin apapun lagi dari kamu" ucap mama Vanya lagi


"Memangnya apa yang mama sembunyiin?" tanya Vanya


"Sebenarnya Mama sama Papa sudah bercerai setahun lebih"ucap Mama Vanya


"Hah? Cerai? Mama mau ngprank ya mentang-mentang Vanya ulang tahun"ucap Vanya masih berharap kalau apa yang Mamanya katakan adalah bohong


"Enggak Va, Mama serius" ucap mama Vanya


Vanya seolah tidak percaya dengan apa yang ia dengar matanya mulai berkaca-kaca

__ADS_1


"Apa saat Papa bilang kerja diluar kota sebenarnya Papa bukan kerja tapi Papa sama Mama udah pisah?" ucap Vanya


"Iya" jawab Mama Vanya singkat


"Tapi kenapa Ma? Selama ini semuanya baik-baik aja Vanya dari dulu enggak pernah liat Mama sama Papa berantem tapi kenapa tiba-tiba kayak gini"tanya Vanya


"Sebenarnya kami berdua terpaksa menikah, Karena waktu itu Mama hamil, Itu semua cuma kecelakaan, Mama dan Papa cuma berteman tapi karena Mama dan Papa kamu sama-sama mabuk kami tidak sengaja melakukannya" ucap Mama Vanya


Vanya tidak bisa lagi membendung air matanya, ia menangis mengetahui kenyataan yang sebenarnya


"Tapi selama ini semua baik-baik aja Ma kenapa harus pisah?" tanya Vanya


"Itu semua karena kamu Vanya kami berusaha jadi orang tua yang baik untuk kamu" jawab mama Vanya


"Terus sekarang Papa dimana Ma?" apa dia enggak mau ketemu Vanya"tanya Vanya


"Dia sudah punya keluarga baru Va, Dia sudah menikah lagi dengan orang yang ia cintai, Dan Mama enggak bisa menuntut banyak apalagi sekarang kamu sudah dewasa, Mama tau kamu pasti mengerti"ujar Mama Vanya sambil mengelus rambut Vanya dan menangis


Untuk beberapa saat Vanya menangis dipelukan Mamanya.


"Maafkan Mama Vanya karena selama ini terlalu mengekang kamu, Mama cuma enggak mau apa yang terjadi sama Mama terjadi sama kamu"ucap Mamanya lirih


Seketika sesak yang Vanya rasakan


Jadi ini hal yang ditakutkan mama, gimana reaksi mama kalau seandainya tahu apa yang udah terjadi kemarin batin Vanya


Vanya semakin mempererat pelukannya ia ingin menceritakan semua tapi ia tak kuasa untuk berbicara.. Mama pasti kecewa Mama pasti hancur seandainya tahu semuanya.


Note : untuk yang membaca dan suka dengan karyaku jangan lupa untuk like, komen dan juga vote nya untuk dukungan supaya author makin semangat lagi menulisnya.


Happy Reading💞

__ADS_1


__ADS_2