VANYA : After The Storm

VANYA : After The Storm
Hubungan yang Hangat


__ADS_3

BACA ✔


PLAGIAT ❌


Karena mikir menguras energi otak beda dengan tinggal nyomot😂, think smart 😉**


...****************...


Vanya dan Daffin berjalan bersama dan masuk ke dalam rumah sambil bergandengan tangan.


"Kalian sudah bangun?" tanya Mamanya yang telah selesai membuat sarapan.


Vanya yang terlihat masih canggung serta malu-malu pun mulai melepas genggaman tangan Daffin.


"Iya Ma" jawab Vanya.


"Ya sudah kalian mandi dulu, Nanti kita sarapan sama-sama ya" ujar Mamanya.


"Iya Ma" ucap Vanya seraya berjalan menuju kamarnya dan diikuti Daffin dibelakangnya.


Sesampainya di kamar,


"Mau kamu duluan atau aku duluan yang mandi? Atau enggak kamu mandi di kamar tamu aja sana biar cepet" perintah Vanya.


"Kalau mau cepet, Kenapa kita enggak mandi sama-sama aja" goda Daffin seraya memajukan tubuhnya.


"Hah!? Mana boleh begitu" ucap Vanya kaget serta gugup


"Kenapa enggak boleh? Kita kan suami istri enggak akan ada juga yang melarang" ucap Daffin yang membuat Vanya seketika bingung untuk menjawab apa.


"Ayo sayang kita mandi" ajak Daffin bersemangat.


Namun Vanya malah membulatkan matanya seraya berkata," Enggak mau, Kamu aja mandi disini aku di kamar tamu" ucap Vanya yang mulai mengambil pakaiannya serta pergi keluar meninggalkan Daffin menuju kamar tamu dan mulai mandi di sana.


"Masih aja malu-malu" ucap Daffin seraya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


Setelah Vanya selesai mandi dan berpakaian, Vanya kembali ke kamarnya untuk mengecek Daffin disana,


"Kamu udah selesai belum?" tanya Vanya seraya membuka pintunya.


Namun Vanya nampak terkejut karena Daffin hanya menggunakan handuk yang melingkar di pinggangnya, Vanya pun menundukan pandangannya.


"Kamu kok belum pakai baju?" tanya Vanya yang masih menunduk.


"Iya nih pakaian ganti aku ada di mobil, Belum aku ambil" ucap Daffin.


"Ya udah kalau gitu aku ambilin dulu" ucap Vanya yang bersiap untuk pergi namun dipanggil oleh Daffin.


"Vanya" panggil Daffin.


"Apa lagi??" tanya Vanya.


"Kamu enggak mau ambil kunci mobilnya" seraya menunjukan kunci yang tengah Daffin pegang ditangannya.


"Ya udah sini" ucap Vanya yang berjalan cepat sambil meraih kuncinya namun naas ternyata Vanya malah tersandung dan jatuh menimpa Daffin.


Vanya pun terbelalak, Kini tubuhnya berada tepat di atas tubuh Daffin, Vanya segera bergegas bangun namun Daffin menahannya.


"Kamu mau pergi kemana? Kamu udah bangunin yang lagi tidur, Kamu harus tanggung jawab dulu" ucap Daffin yang membuat Vanya semakin membelalakan matanya.

__ADS_1


Vanya terlihat ketakutan, Ia melihat Daffin lagi-lagi tersenyum menyeringai membuat Vanya semakin merinding.


Lalu Vanya pun mengantukkan kepalanya pada kepala Daffin dengan cukup keras sehingga membuat Daffin melepaskannya dan kini Daffin tengah memegangi dahinya, Dan dengan sigap Vanya bangun serta mengambil kunci lalu bergegas pergi dari sana.


Vanya pun segera turun dan mengambil pakaian Daffin di dalam mobil, Setelah itu ia bergegas masuk ke dalam rumah dan menuju ke kamarnya lagi.


"Ini bajunya" ucap Vanya seraya memasukan satu tangannya ke dalam kamar.


Daffin pun meraih pakaiannya, Lalu dengan cepat Vanya menarik tangannya kembali.


"Aku tunggu di bawah" ucap Vanya seraya berjalan pergi.


Vanya pun berjalan turun kebawah disana Mama dan Papanya tengah menunggu Vanya untuk sarapan bersama, Vanya pun mulai duduk di kursinya.


"Vanya itu dahi kamu kenapa merah begitu?" tanya Mamanya setelah melihat dengan seksama ke wajah Vanya.


"Oh ini kepentok tembok Ma" ucap Vanya yang berusaha tersenyum.


"Siapa suruh kamu jedotin kepala kamu ke tembok" celetuk Daffin yang baru saja datang dan mulai ikut duduk di sana.


Vanya hanya memandang sinis ke arah Daffin,


Siapa suruh kamunya aneh-aneh batin Vanya.


Mama, Papa, Vanya dan juga Daffin mulai sarapan bersama, Setelah sarapan Papa Vanya mulai berkata pada Daffin,


"Fin, Ayo kita main catur" ajaknya.


"Wah ayo Pa boleh" ujar Daffin bersemangat.


Daffin dan Papa Vanya sedang bermain catur di ruang tamu, Sedangkan Vanya mulai menghampiri Mamanya di teras yang sedang duduk sambil melamun, Lalu ia pun duduk di sebelahnya.


"Mama"panggil Vanya yang membuyarkan lamunannya.


"Mama lagi mikirin apa?" tanya Vanya.


"Enggak kok, Mama enggak lagi mikirin apa-apa" ucap Mamanya.


Mama Vanya pun mengalihkan pandangannya pada perut Vanya,


"Sudah mulai kelihatan ya" ucap Mamanya.


"Iya ya Ma" ucap Vanya.


"Minggu depan jadwal cek up lagi," ujar Vanya.


"Kamu tidak boleh terlalu capek, Ingat harus terus jaga kesehatan" ucap Mamanya.


"Iya pasti Mah, Oh iya Mama sama Papa gimana?" tanya Vanya.


"Gimana apa?" ucap Mama Vanya bertanya balik.


"Ya gimana lanjutannya," ucap Vanya.


"Sengaja ya kamu, Biar Papa sama Mama bisa ngomong berdua makannya minta kemah" ucap Mamanya yang sudah bisa membaca rencana Vanya.


"Hehe Iya" ucap Vanya nyengir.


"Terus Papa sama Mama gimana jadinya?" tanya Vanya penasaran.

__ADS_1


"Papa sama Mama akan kembali lagi seperti mau kamu" ucap Mamanya


"Beneran Ma?" tanya Vanya dengan senangnya.


"Iya" ucap Mamanya seraya tersenyum.


Vanya pun masuk ke dalam rumah dilihatnya Papanya dan juga Daffin tengah serius bermain catur,


"Lagi pada ngapain sih?" tanya Vanya seraya menempel pada Papanya dan menaruh dagunya di pundak Papanya.


Daffin terlihat memperhatikan Vanya seraya berkata,


"Kok kamu nempelnya sama Papa, Sini dong sama aku, Semangatin aku" pinta Daffin.


"Enggak ah aku maunya sama Papa aja" tolak Vanya.


Daffin terlihat kecewa, Permainan terus berlangsung dan di menangkan oleh Papa Vanya.


"Kamu sih enggak semangatin aku, Jadi aja aku kalah" ucap Daffin.


"Ah emang kamunya aja yang enggak bisa kalahin Papa" ujar Vanya.


...----------------...


Vanya sedang duduk di teras bersama Daffin.


"Kamu pulang kan ke rumah?" tanya Daffin.


"Enggak, Aku kan udah bilang sama kamu, Aku pulangnya nanti setelah ujian selesai dan besok udah mulai ujian hari pertama" ucap Vanya.


"Jadi aku harus nunggu 3 hari lagi nih sampai kamu pulang" ucap Daffin keki.


"Iya, Lagi pula aku mau puas-puasin bareng-bareng sama Papa dan Mama" ujar Vanya.


"Ya udah deh kalau gitu aku ngalah, Tapi... Nanti setelah kamu pulang lihatin aja aku enggak akan lepasin kamu sedikitpun" ujar Daffin.


"Ya udah deh, Aku enggak jadi pulang, Aku disini terus aja" ucap Vanya asal.


"Lho kok gitu?? Terus nasib aku gimana??" protes Daffin.


Vanya pun tertawa melihat ekspresi kaget Daffin.


"Enggak kok, Aku pasti pulang" ucap Vanya seraya tersenyum.


"Bener ya pulang, Awas aja kalau sampai enggak, Aku bakalan ikut pindah kesini" ucap Daffin.


"Emangnya Mama aku bakal kasih izin," ujar Vanya.


"Ya pasti kasih lah, Kenapa enggak buat menantunya yang ganteng ini" ucap Daffin dengan begitu percaya diri.


"Dih pede banget kamu" ucap Vanya.


"Emangnya aku enggak ganteng?" tanya Daffin.


"Ganteng lah kan cowok kalau cewek baru namanya cantik" ujar Vanya.


"Bisa aja ya kamu" ujar Daffin seraya mencubit pipi Vanya.


"Aduh sakit" ucap Vanya seraya menggosok pipinya.

__ADS_1


Note : Jangan lupa tinggalkan like, komen dan juga votenya, Makasih untuk yang masih setia


Terima kasih😘


__ADS_2