VANYA : After The Storm

VANYA : After The Storm
Hari Ini Dikasih ya?


__ADS_3

WARNING !!!


Zona diatas 18 tahun ke atas😂


Belum 18 tahun skip aja ya 🙈


Daffin mau buka puasa dulu🙊


...----------------...


Daffin agak sedikit terkejut karena Vanya mulai berinisiatif lebih dahulu,Ia pun tak mau melewatkan kesempatan ini, Dan mulai balas memagut bibir Vanya, bibir mereka saling terpaut sekarang, Lagi-lagi perasaan itu pikir Daffin. Ia ingin segera menyatu dengan istri tercintanya saat ini juga, Namun sebelum itu terjadi Vanya pun mulai berhenti mencium Daffin.


"Aku mau mandi dulu" ucapnya seraya bergegas pergi meninggalkan Daffin yang masih mematung disana.


Tak butuh waktu lama Daffin pun menyusul ke dalam kamar, Nampak Vanya yang sudah masuk ke dalam kamar mandi, Ia pun mulai merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dan menunggu Vanya disana.


Setelah beberapa menit berlalu Vanya akhirnya keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk saja, Daffin tersenyum,


Hari ini kamu akan memberikan hakku kan Vanya batin Daffin.


Daffin mulai beranjak bangun dan menghampiri Vanya serta memeluknya, "Sayang, Sudah cukup lama aku menunggu, Hari ini dikasih ya" bujuk Daffin.


Vanya nampak terdiam, Ia pun teringat perkataan Fani kalau tak ingin Daffin berpaling ia harus berusaha untuk melayani Daffin dengan baik, Apalagi akhir-akhir ini ia berperilaku cukup aneh menurutnya.


Daffin pun mulai berusaha mengangkat tubuh Vanya dan perlahan ia rebahkan di atas tempat tidur, Tak ada perlawanan sedikit pun dari Vanya, Daffin benar-benar akan mendapatkannya hari ini pikirnya.


Daffin mulai membelai lembut pipi Vanya serta mulai mendekat dan memagut bibirnya kembali, Tidak seperti tadi Vanya nampak lebih pasif sekarang, Matanya terus saja terpejam.


Ingin rasanya Daffin mengakhiri permainan konyol ini pikirnya, Tapi ia pun harus benar-benar bermain dengan lembut dan tak boleh terburu-buru agar Vanya tak terlihat ketakutan seperti biasanya.


Tangan kanan Daffin mulai menyusup dari sela-sela handuk mandi Vanya, dan membuka bahunya, Daffin mulai menciumi bahu dan lehernya sekarang, sementara Vanya masih saja memejamkan mata sambil mengerenyitkan dahinya.

__ADS_1


Tangan kiri Daffin kini mulai berusaha membuka tali handuk mandi milik Vanya dan tak perlu waktu ia pun berhasil membukanya, Dengan perlahan tapi pasti Daffin mulai membuka sedikit demi sedikit handuk yang ada pada tubuh Vanya.


Kini ciuman itu secara perlahan mulai turun kebawah dan sampai di dada Vanya, Nampak Daffin yang bermain dengan bebas diatas sana, Sementara Vanya nampak terlihat kebingungan, Pikirannya terus saja menolak tapi kenapa tubuhnya menerima dan bahkan terlihat menikmati permainan Daffin.


Daffin sudah terlihat tak tahan, Ia mulai bangun dan menanggalkan seluruh pakaiannya, Lalu mulai kembali mendekat dan men*d*h tubuh Vanya.


"Sayang buka matanya, Enggak perlu takut, Ini aku suami kamu" ucap Daffin selembut mungkin.


Vanya perlahan mulai membuka matanya, Dilihatnya Daffin yang tengah tersenyum ke arahnya, Ia kembali membelai rambut Vanya dan secara perlahan memulai penyatuannya,Vanya nampak terbelalak, Sedangkan Daffin tersenyum sambil memejamkan matanya dan kembali menciumi istrinya.


Lagi-lagi Vanya merasa aneh, Kenapa rasanya tak sesakit dulu pikirnya, Apa karena kali ini Daffin melakukannya dengan lembut. Daffin mulai menghujam perlahan tubuh mungil didepannya, Entah sampai berapa menit lamanya yang jelas Vanya mulai merasa tak karuan dibawah sana.


"Aahhh" desah Vanya tanpa sadar membuat orang yang berada diatas tubuhnya semakin bersemangat.


"Enggak apa-apa sayang, keluarin aja suaranya, Hmm" bisik Daffin di telinga Vanya, Vanya terlihat malu ia pun mulai menutup mulutnya agar ia tak lagi mengeluarkan suara.


Entah sudah berapa menit yang berlalu saat ini, Tetapi Daffin belum terlihat ingin menyelesaikan urusannya diatas sana,Ia masih sibuk menikmati permainannya.


Daffin pun masih sibuk melancarkan aksinya, Hingga sampai ia tak bisa menahannya lagi, Desahan panjang pun mulai keluar dari mulut Daffin, Ia tersenyum puas, Dilihatnya Vanya yang basah bermandikan keringat dibawahnya lalu ia pun mulai merebahkan tubuhnya disamping Vanya.


Vanya masih seperti tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi diantara mereka berdua, Daffin mulai mendekat kembali dan memeluk Vanya, " Terima kasih ya kamu sudah memberikan hak aku" ujar Daffin seraya mengecup pipi Vanya.


Daffin dan Vanya nampak berpelukan beberapa menit sebelum akhirnya Vanya mulai kembali merapikan handuknya dan bangun serta berjalan menuju kamar mandi.


Saat Vanya hendak menutup pintu kamar mandi sebuah tangan mulai menahan pintu,


"Ayo mandi sama-sama" ucap Daffin yang mulai ikut masuk ke dalam kamar mandi lalu mulai menutup pintunya.


Daffin telihat sibuk menyalakan shower dan mandi dibawahnya sementara Vanya hanya diam mematung serta menundukkan kepalanya.


Daffin yang sadar Kalau Vanya tak ikut bergabung pun mulai mendekatinya,

__ADS_1


"Ayo mandi" ajak Daffin seraya melepas handuk milik Vanya.


Vanya pun menutupi kedua area sensitifnya dengan tangan, Meskipun tadi ia dan Daffin telah melakukannya tapi dilihat langsung seperti ini ia masih merasa malu.


Daffin nampak tersenyum, Lalu menarik tangan Vanya, "Ayo sini enggak apa-apa, Enggak usah malu" ucap Daffin.


Akhirnya mereka pun mandi bersama, Setelah selesai mandi Vanya mulai mengenakan pakaiannya dan begitu pula dengan Daffin.


Vanya turun ke bawah dan akan mulai memasak, Aktifitasnya tadi membuat perutnya terasa lapar, Daffin datang dan ikut membantu Vanya memasak dengan memotong-motong sayuran.


Setelah semua siap dan matang mereka mulai makan bersama. Setelah itu merapikan kembali mejanya dan mulai berjalan ke ruang TV.


Nampak Vanya dan Daffin yang duduk bersama di sofa Vanya merebahkan kepalanya pada dada bidang Daffin, Sementara Daffin mengusap kepala Vanya.


Vanya nampak lelah setelah seharian bermain di taman hiburan ditambah lagi bermain bersama Daffin di tempat tidur, Ia pun mulai memejamkan matanya yang sudah tidak kuat lagi untuk terbuka.


"Sayang " panggil Daffin namun tak ada jawaban.


Daffin menoleh dan melihat ke arah wajah Vanya, "Tidur ternyata" ucapnya.


Daffin mulai mematikan TV lalu mengangkat tubuh Vanya hingga ke kamar dan merebahkannya diatas tempat tidur.


Ia pun mulai menyelimutinya dan naik serta merebahkan tubuhnya disamping Vanya, Daffin pun tersenyum senang, Tak sia-sia hari ini ia bolos kerja pikirnya, Karena dirumah ia bisa mendapatkan hal yang ia nanti-nanti selama ini.


Daffin pun nampak ikut memejamkan matanya dan mulai ikut tertidur didekat Vanya.


Note : Jangan lupa tinggalkan, like, Komen dan juga Votenya. Terima kasih😆


Ya ampun nulis kek gini aja bingung nyusun kata-katanya, dan setelah puluhan purnama baru dapet juga kan tuh hak nya.😂


Lunas ya Daffin dah dapet jatah 😅

__ADS_1


Tunggu jatah-jatah selanjutnya😂😂


__ADS_2