
Sepulang Kuliah,
Nampak Vanya yang menunggu ditaman Kampus, Cukup lama ia menunggu karena memang kelas Leo belum lah usai, Sampai akhirnya Leo pun datang menghampiri Vanya.
"Hai Vanya"
"Iya Kak, Hai juga"
"Yuk jalan" ajak Leo.
"Kita mau kemana Kak memangnya?" tanya Vanya sebelum beranjak dari duduknya.
"Nanti juga kamu tahu" ucap Leo.
Namun Vanya masih tak bergeming dari duduknya, Leo tak habis akal ia pun tetap berusaha membujuk Vanya.
"Kenapa? Takut aku macem-macem sama kamu? Aku kan udah bilang aku punya orang yang aku suka, Atau jangan-jangan kamu pikir orang itu kamu gitu ya?" tanya Leo secara bertubi-tubi membuat Vanya terlihat malu sendiri mendengarnya.
"Oh enggak kok Kak, Ya udah ayo jalan" ucap Vanya yang mulai beranjak dari duduknya.
"Iya ayo" ucap Leo seraya berjalan beriringan bersama Vanya.
Mereka menuju ke parkiran, Leo nampak tengah naik ke atas motornya terlebih dahulu dan mulai memasukan kunci motor lalu menyalakan mesinnya, Tidak lama setelahnya barulah Vanya yang ikut naik ke atas motor Leo, Leo mulai melajukan motornya.
Mereka nampak terdiam disepanjang jalan, Sampai akhirnya Leo berhenti persis didepan sebuah rumah minimalis, Tidak terlalu luas namun cukup cantik dengan banyaknya tanaman hias yang bertebaran dihalamannya.
"Ini rumah siapa Kak? Kok kita kesini?" tanya Vanya ketika turun dari motor Leo.
"Ini rumah aku, Yuk masuk" ucap Leo seraya berjalan masuk
"Ha?" Vanya nampak terperanjat dan tak lantas masuk mengikuti Leo.
Menyadari kalau Vanya tidak lah mengikutinya, Leo pun mulai menghentikan langkahnya.
"Kenapa ? Kok diem aja? Ayo sini masuk" ajak Leo
"Tapi Kak.. Aku enggak bisa, Aku pulang aja ya" ucap Vanya.
"Lho kenapa memangnya?" tanya Leo.
CEKLEK...
Suara pintu dibuka, Seorang wanita paruh baya berusia sekitar 40tahunan nampak keluar dari dalam rumah.
"Leo, kamu udah pulang?"tanya wanita paruh baya tersebut yang ternyata adalah Mama dari Leo.
"Udah Ma" ucap Leo.
Wanita paruh baya itu nampak menghampiri Vanya seraya berkata,
"Ini siapa?" tanya Mama.
"Vanya Ma" ucap Leo seraya tersenyum.
__ADS_1
"Oh..." ucap Mama yang tersenyum penuh arti.
"Ayo Vanya kita masuk ke dalam" ajak Mama.
Vanya nampak tak bisa lagi menolak, Ia merasa tak enak kalau langsung pergi begitu saja, Akhirnya ia pun ikut masuk kedalam rumah Leo.
Sesampainya di dalam Vanya duduk di sofa, Mamanya kembali ke dapur, Sedangkan Leo pergi ke kamarnya untuk berganti pakaian.
Vanya merasa ingin buang air kecil ia pun mulai menghampiri Mama Leo di dapur,
" Tante, Mau tanya toiletnya disebelah mana ya?" tanya Vanya.
"Oh, Ini disini" ucap Mama Leo seraya berjalan menuju sisi rak piring Lalu membukakan pintunya.
"Makasih tante" ucap Vanya seraya berjalan masuk ke dalam toilet.
Beberapa menit setelahnya Vanya mulai keluar dari dalam toilet, Dilihatnya Mama Leo yang tengah mengaduk adonan kue menggunakan mixer. Vanya menghampiri Mama dan mulai berkata,
"Tante, Sini Vanya bantu" ucap Vanya.
"Enggak usah, Enggak apa-apa"
"Vanya bisa kok, Enggak akan gagal, Sini Vanya bantu ya"
"Ya udah deh, Ini tolong ya" ucap Mama seraya menyiapkan bahan yang lain.
Leo nampak keluar dari kamar, Ia pun berjalan menuju dapur, Ia mulai menyandarkan tubuhnya seraya mengapit kedua tangannya didada, Leo nampak tersenyum melihat pemandangan di depannya.
Leo mulai berjalan menghampiri Vanya, Diambil sedikit adonan kue menggunakan jari telunjuknya, Lalu ia tempelkan pada hidung Vanya, Vanya nampak terbelalak.
"Kak, Kok ditempelin dihidung sih !" protes Vanya seraya membulatkan matanya.
Leo nampak tersenyum,
"Kotor Kak" ucap Vanya seraya mematikan mixer dan melap hidungnya.
Namun Leo nampak mengambil adonannya lagi dan lagi-lagi menempelkannya pada hidung Vanya.
"Kakak ih, Iseng banget sih !" ucap Vanya yang mulai melap kembali hidungnya.
Leo tersenyum dengan mimik wajah menyebalkan menurut Vanya, Vanya pun mulai mengambil adonan itu juga dan mulai mencoba menempelkannya pada hidung Leo, Namun ternyata meleset dan hanya terkena pada pipinya saja.
Leo pun tak mau kalah dan mulai membalas begitu pula sebaliknya, Sementara itu Mama Leo ternyata memperhatikan mereka sedari tadi dan hanya terlihat mengembangkan senyumannya.
Baru kali ini Leo tertawa begitu lepas dan juga terlihat senang bersama seorang perempuan batin Mamanya.
"Ehemm" Mama Leo yang berdehem.
"Sudah adonannya ?"
"Udah tante ini" ucap Vanya seraya memberikan adonan kue tadi kepada Mama.
"Makasih ya udah dibantuin, Ya udah sana kalian ngobrol-ngobrol dulu, Mama mau bereskan ini tinggal sedikit lagi" ujar Mama Leo.
__ADS_1
"Siap Ma" ucap Leo seraya berjalan ke teras rumah diikuti oleh Vanya dibelakangnya.
Leo mulai duduk di kursi teras, Begitu juga Vanya yang mulai duduk disebelahnya.
"Aku senang kamu dekat sama Mama aku, Dan aku harap bisa seterusnya begitu" ujar Leo.
"Iya, Aku kan adik Kakak, Mungkin Mama Kakak juga anggap aku seperti Mona ya" ujar Vanya.
Leo nampak tersenyum, Ia pun mulai berkata, " Tapi kayaknya Mama aku enggak anggap kamu seperti Mona" ujar Leo
"Ha? Maksudnya?" tanya Vanya yang terlihat mengerenyitkan dahinya.
"Vanya, Aku suka sama kamu, Kalau kamu enggak bahagia sama Daffin, Kamu tinggalin dia aja ya," ucap Leo dengan entengnya.
Vanya nampak terbelalak,
"Kak, Enggak usah bercanda, Enggak lucu"
"Aku enggak bercanda Vanya, Aku serius, Aku suka sama kamu" ucap Leo lagi.
Vanya tak percaya dengan apa yang didengarnya, Ternyata apa yang Daffin katakan benar, Bahwa Leo memiliki perasaan lebih dari sekedar Kakak dan Adik.
Vanya nampak bergegas bangun dari duduknya, Namun sebelum Vanya melangkahkan kakinya Leo nampak mencegah Vanya dengan memegangi tangannya.
"Vanya, Kamu mau kemana?" tanya Leo.
"Aku mau pulang, Enggak seharusnya aku ada disini."
"Tapi, Vanya..." ucap Leo yang masih berusaha menahan Vanya.
"Kak, Sadar, Aku ini udah punya suami, Dan suami aku teman Kakak sendiri ! ucap Vanya dengan lantangnya.
Akhirnya Leo melepaskan genggamnya dan membiarkan Vanya pergi.
"Leo" ucap Mamanya yang baru saja keluar dari dalam rumah.
"Jadi Vanya itu sudah bersuami? Kamu bawa perempuan yang sudah bersuami ke rumah kita!??" ucap Mama Leo yang tak sengaja mendengar pembicaraannya dengan Vanya tadi.
"Ya kan Mama yang suruh ajak dia kesini"
"Tapi kalau Mama tahu dia punya suami, Mama tidak akan mengizinkan Leo"
"Ma udah lah , Emangnya kenapa sih kalau punya suami? hmm?" ucap Leo dengan santainya.
"Ya ampun Leo kamu masih nanya juga !? Itu tandanya dia milik orang lain, Kamu tidak boleh mengambil apapun itu yang menjadi milik orang lain ! "
"Ma, Dia menikah tuh karena terpaksa, Dia dijebak dan dihamili sama teman Leo, Makanya dia menikah, Jadi bukan karena keinginan dia"
"Leo !! Apapun alasan dia menikah yang jelas dia sudah milik orang lain dan kamu tidak boleh mengambil milik orang lain, Mengerti kamu !!"
Leo hanya menghela nafas sementara Mama mulai meninggalkannya pergi kembali ke dalam rumah.
Note : Yuk di like menuju babak akhir nih😊
__ADS_1