VANYA : After The Storm

VANYA : After The Storm
S2 Part 149


__ADS_3

Pukul 20.30


Daffin baru saja memarkirkan mobilnya di dalam garasi, turun dari mobil dan kembali berjalan ke depan untuk menutup pintu gerbang. Setelah itu ia berjalanasuk ke dalam rumah.


Sesampainya di dalam. Daffin bergegas masuk ke dalam toilet yang letaknya tak jauh dari dapur. Menarik lengan panjang kemejanya hingga siku, Dan mulai mencuci tangan serta wajahnya di wastafel. Ia mengeringkan wajah dengan handuk kecil berwarna putih dan keluar dari dalam toilet.


Ia nampak mengambil piring dan mulai mengambil nasi beserta lauknya dari dalam lemari penyimpanan makanan. Lalu duduk di kursi dapur dan menyimpan piring di atas meja menyantap makanannya seorang diri.


Biasanya ia tak pulang selarut ini tapi demi Vanya dan juga anak-anaknya ia sengaja mengambil lembur.


Setelah santapannya selesai Daffin beranjak dari kursi dan mencuci piringnya sendiri, Ia tak ingin merepotkan Vanya dan memutuskan untuk tak bermalas-malasan serta melakukan apapun itu yang ia bisa.


Daffin berjalan ke atas menuju kamar, Dibukanya perlahan pintu kamar. Nampak putranya yang sudah tertidur di dalam box bayinya dan Istrinya tengah duduk bersandar dengan selimut yang menutupi hingga menyisakan kepala sampai pangkal lehernya.


"Kamu kok baru pulang???" tanya Vanya yang merasa heran karena suaminya pulang selarut ini.


"Iya, Aku ambil lemburan tadi." jawab Daffin seraya berjalan ke arah Vanya dan mengulurkan tangan kanannya. Vanya meraih tangan Daffin dan mengecup punggung tangannya.


"Kenapa enggak telepon? Enggak kasih kabar??" tanya Vanya lagi.


"Handphone aku lowbet sayang. Jadi enggak bisa kabarin kamu." ucap Daffin yang duduk di tepi ranjang dan menatap ke arah Vanya.


"Oohh... Kirain kemana!" sewot Vanya.


Daffin tersenyum melihat Vanya yang sedang memajukan bibirnya.


"Emangnya kemana??" ucap Daffin dengan senyum yang semakin mengembang.


"Kirain sama cewek..."

__ADS_1


Vanya berkata dengan suara yang pelan. Namun tetap bisa didengar oleh Daffin.


Daffin mengulurkan tangan kanannya dan menarik hidung Vanya yang mancung.


"Cewe terus pikirannya."


"Aduh... Sakit ih!" ucap Vanya seraya melepaskan tangan Daffin dari hidungnya.


"Ya kan siapa tahu... Istri kalau suaminya pulang malam tanpa kabar tuh pasti mikirnya ke sana!" ucap Vanya lagi.


"Tapi di pikiran aku adanya kamu terus gimana dong??"


"Gombal!" Vanya melemparkan bantal ke wajah Daffin.


"Enggak gombal sayang, Serius aku tuh!" ucao Daffin.


"Oke siap," Daffin beranjak dari atas ranjang dan berjalan ke kamar mandi.


Di dalam kamar mandi Daffin menganggalkan seluruh pakaiannya dan mulai membersihkan tubuhnya. Sekitar 15 menit Daffin pun keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melingkar dipinggangnya serta handuk kecil ditangan yang ia pakai untuk mengeringkan rambutnya.


Baru saja ia berjalan keluar, Daffin membeliak melihat Vanya yang tengah berdiri di depan box bayi Dava dengan baju transparan berwarna hitam di atas lutut serta dengan belahan dada yang rendah.


Daffin menelan salivanya sendiri dan berjalan mendekat ke arah Vanya.


"Kamu pakai apa ini?? Masuk angin lho nanti, Lagi hamil malah pake baju tipis begini."


Vanya mengangkat kedua alisnya bersamaan dan menatap ke arah tubuhnya sendiri.


"Ih kamu tuh enggak peka atau gimana sih?? Aku pakai ini kan buat kamu!" ucap Vanya sambil memasang tampang sebal.

__ADS_1


Daffin mengembangkan senyumnya, Ia bukan tak senang hanya saja ia masih bingung biasanya Vanya tidak suka memakai pakaian minim. Tapi hari ini entah angin dari mana Vanya memakainya dan bahkan ia bilang itu ditujukan untuk Daffin.


"Bukan gitu, Biasanya kan kamu paling enggak suka pakai yang sexy begini, Kenapa sekarang pakai, Udah gitu dapat dari mana lagi? perasaan aku enggak pernah belikan." jelas Daffin.


"Dikasih Fani ini tuh pas aku ulang tahun, cuma aku simpen, Males banget pakenya."


"Males tapi masih dipakai juga kamu gimana sih??" ucap Daffin.


"Ya kan Fani bilang, Aku tuh harus bisa nyenengin suami biar enggak nyari yang lain di luar. Makanya aku pake!"


"Udah lah aku ganti aja," ucap Vanya seraya berjalan menuju lemari pakaian.


"Jangan dong," ucap Daffin yang menarik tangan Vanya dan mendekap tubuhnya.


"Abisnya kamu protes terus!" sewot Vanya.


"Aku bukan protes, Cuma masih shock aja dan berhubung kamu udah pakai ya enggak mungkin aku sia-siakan!"


Daffin mulai mengangkat tubuh Vanya ala bridal style dan merebahkannya di atas tempat tidur, Lalu mengecup dan memagut bibir Vanya. Cukup lama mereka berdua saling menautkan bibir sampai akhirnya Daffin melepaskan pagutannya dan menatap wajah Vanya yang merah padam.


"Kenapa lihatin terus??" ucap Vanya.


"Aku suka, Kamu sexy... Tapi..." ucap Daffin yang menggantungkan kalimatnya.


"Tapi apa??"


"Aku lebih suka kamu enggak pakai apa-apa!"


Daffin mulai melepas handuk yang melingkar di pinggangnya dan kembali meraup bibir ranum milik istrinya. Perlahan menurunkan tali dress dari bahu Vanya. mengecup lembut bahunya dan memulai pengambilan jatah yang sudah ia pinta dari pagi tadi.

__ADS_1


__ADS_2