
Sembilan bulan sudah berlalu felicia menahan rasa malu dan berjuang dengan kehamilan yang tampa ada setatus pernikahan dan pertanggung jawaban dari kiano Alexander.
"Aku sudah sangat letih sekali,usia kandungan sudah 9 bulan.semoga saja kamu segera lahir nak".
Usaha toko kue pun semakin meningkat bahkan sekarang sudah mempunyai karyawan sehingga ibu dan ayah tidak terlalu cape untuk pergi ke toko kue.
"Felicia, bagaimana dengan kandungan kamu itu.apa sudah terasa ada kontraksi palsu ?".
Tanya Vania kepada felicia yang usia kandungan nya sudah lewat satu hari dari hari perkiraan lahir.
"Tidak bu,aku tidak merasakan apa-apa bu.tapi dia masih sangat aktif di dalam kandungan".
Ucap felicia sambil mengelus perut nya yang besar.
Tiba-tiba rakka datang menghampiri felicia dengan membawa buah-buahan untuk felicia.
Rakka sangat begitu perhatian terhadap felicia semenjak dari awal kehamilan nya.
Rakka selalu ada untuk felicia sebernarnya ke datangan rakka ke sini ingin memberitahu bahwa besok adalah hari pernikahan Kiano dan erika tapi melihat felicia yang sedang cemas menantikan kelahiran anak pertama nya.rakka lebih memilih untuk tidak memberitahu kepada felicia.
__ADS_1
Alasan keluarga Kiano mempercepat hari pernikahan nya.karena takut felicia menjadi perusak hubungan antara kiano dan erika sebelumnya mereka merencanakan pernikahan nya itu ketika kiano sudah lulus kuliah tapi rencana seketika langsung batal.
"Bagaimana felicia ? dengan kandungan kamu itu sepertinya kamu sudah mulai kesulitan untuk berjalan dan bernafas".
Perhatian rakka kembali membuat felicia tersenyum.
"Iyaa rakka,aku sudah tidak bisa tidur nyenyak sekarang.berjalan dan bernafas pun aku mulai terganggu tapi belum juga ada kontraksi pertanda untuk melahirkan".
Felicia langsung duduk di samping rakka.
"Terimakasih banyak rakka, dari awal kehamilan ku sampai sekarang aku mau melahirkan kamu selalu ada di samping aku.selalu perhatian dan memberikan aku semangat".
Felicia seketika memegang tangan rakka yang menyentuh perut nya itu.
"Ada apa rakka kamu ke sini ? pasti ada sesuatu hal yang mau kamu sampaikan kepada aku".
Rakka langsung mendorong kan badan nya ke tembok.
"Bicara saja rakka aku tidak apa-apa ko.kamu jangan seperti itu yaa.jangan lagi ada yang kamu tutup-tutupi dari aku".
__ADS_1
Rakka menghelakan nafas panjang nya.
"Felicia, sebernarnya aku tidak mau mengatakan ini kepada kamu.aku takut sekali ini membuat kandungan kamu berpengaruh".
Felicia mulai terdiam mendengar ucapan dari rakka.
"Tidak apa-apa rakka,aku siap apapun itu berita nya".
Rakka langsung memegang erat tangan felicia.
"Besok Kiano dan Erika akan menggelar acara pernikahan mereka.aku tidak tau mengapa mereka begitu cepat merencanakan hal itu.padahal dulu tante melinda pernah bilang jika mereka akan menikah di saat kiano sudah lulus kuliah dan mempunyai pekerjaan".
Mendengar perkataan dari rakka felicia langsung tersenyum dan mengelus perut nya.
"Tante melinda mungkin dia ketakutan.dia takut Kiano kembali lagi kepada aku.tapi sampai kapan pun dendam aku ini tidak akan pernah hilang.aku terdiam sejenak karena aku sedang hamil dan menjaga kesehatan fisik aku dan anak ku ini.tapi jika nanti anak ku ini sudah terlahir.semua nya baru akan di mulai".
Felicia melirikan mata nya kepada rakka.
"Sudah yah felicia, kamu jangan berpikir dulu ke arah sana yaa.sekarang kamu harus fokus dengan kandungan kamu ini".
__ADS_1
Rakka mencoba menenangkan perasaan felicia yang terlihat begitu sangat emosional.