Wanita Penggoda (Cinta Felicia)

Wanita Penggoda (Cinta Felicia)
Episode (14)


__ADS_3

Keesokan harinya kiano dan rakka sibuk mencari kampus yang mereka inginkan dan akhirnya mereka pun menemukan universitas yang mereka mau.


"Oke, sekarang kita langsung urus-urus persyaratan dan administrasi nya Kiano".


Rakka melirik kepada kiano dia sedang melamun tatapan mata nya kosong.


"Kiano,kenapa nggak fokus terus ayo tulis-menulis ini".


Kiano tetap diam tidak memberikan jawaban.


Rakka langsung menepuk pundak Kiano.


"Yaampuun,ada apa sih ngagetin aja".


Ucap Kiano yang sedikit kesal.


"Kenapa dari tadi ngelamun terus kiano Alexander".


Kiano memegang kepalanya seperti sedang berpikir terus-menerus.


"Kangen felicia".


Rakka langsung memegang kening Kiano.


"Jangan sampai sakit cuman gara-gara kangen felicia kita baru mendaftaran belum ini itu.yaaampuuuun kiano pusing gue sama hidup lu".


Kiano langsung melirik ke arah rakka.


"Lu, yang cuman liat aja pusing.apalagi gue yang ngejalanin nya bisa demam gue".


Mereka langsung menyelesaikan semua nya pendaftaran dan administrasi.


"Kiano lu mau pulang ke mana ?.


Kiano masih saja menundukkan kepalanya dan memegang kelapa nya.


"Nggak tau mau pulang ke mana.males pulang ke rumah pasti mama langsung ngomong in pertemuan sama cewek yang nggak jelas itu".


Rakka mulai berpikir keras.


"Kiano gimana kalo kita ngekos aja di dekat kampus kita.bilang aja ke tante melinda biar lebih deket sama kampus dan bonus besar nya lu bisa ketemuan sama felicia.gimana cemerlang nggak ide nya".


Kiano langsung berdiri dan nggak sadar dia meluk rakka.


"Makasih banget emang teman idaman banget".


Dada rakka sampai sesek di peluk erat oleh Kiano.


"Lepasin woy gue susah nafas nih".


Kiano langsung melepaskan pelukannya.


"Hahaha, sorry sorry efek kesenangan banget".

__ADS_1


Kiano udah mulai sedikit cerita.


"Yaudah sekarang kita ke rumah lu kiano.kita bilang ke tante melinda kalau kita udah dapet universitas yang kita mau terus juga kita bilang mau ngekos karena kegiatan kampus yang padet banget".


Kiano langsung menarik tangan rakka.


"Ayo, jangan banyak ngomong kita langsung pergi ke rumah".


Kiano dan rakka langsung menuju rumah Kiano untuk menceritakan semuanya.


Tapi sesampainya di rumah kiano melihat ada mobil yang nggak di kenali.


"Mobil siapa ya ini ? baru liat".


Kiano terus memperhatikan mobil itu.


"Mobil baru tante melinda kali.udah langsung masuk aja".


Kiano dan rakka langsung masuk ke dalam rumah dan ternyata ada tamu yang datang ke rumah nya.


Bahkan papa Kiano yang bertugas di luar negeri pun ada di rumah.


Mata melinda langsung tertuju kepada Kiano.


"Nah, itu dia anak kesayangan kami juga Anka tunggal kami kiano alexander.dia baru mau masuk kuliah".


Rakka langsung bingung ada apa yang terjadi di rumah ini.


"Kiano, kayanya gue pulang dulu deh.ini kayanya acara privasi kuarga deh".


Rakka langsung berpamitan kepada orangtuanya Kiano.


"Om,dan tante saya pamit pulang dulu ya.".


Rakka langsung meninggalkan dengan cepat rumah Kiano.


"Baiklah,rakka kamu hati-hati yaa di jalan nya".


Rakka hanya menggangukan kepalanya dia langsung melihat expresi wajah Kiano yang mulai berubah lagi.


Kiano langsung menghampiri orang tua nya.


"Ada apa ini mah ? siapa perempuan ini".


Kiano langsung melirik sinis kepada perempuan yang ada di samping mama melinda.


"Ohh, kenalkan ini tante riana orang tua dari anaknya yang bakalan mama dan papa jodohkan untuk kamu".


Kiano menghelakan nafas nya.dia pikir perempuan itu yang akan di jodohkan oleh nya.


"Kiano papa harap kamu bisa menghargai keputusan mama dan papa ini.karena anak dari tante riana ini perempuan yang sangat baik sekali dan berpendidikan tinggi".


Kiano bersalaman dengan tante riana.

__ADS_1


"Oh,iya Kiano mama lupa ternyata anak dari tante riana sudah lulus kuliah mama pikir dia seumuran kamu tapi ternyata umurnya lebih tua sedikit dari kamu dan pasti dia lebih dewasa dari kamu dan lebih pengertian ke kamu.".


Kiano hanya terdiam wajah datar tampa ada expresi sedikit pun.


"Sudah kan mah ? aku cape mau istirahat".


Tampa basa basi kiano meninggalkan mereka dan dengan lesu dia langsung pergi ke kamar nya.


Mama melinda merasa malu dengan tingkah laku kiano di depan riana.


"Aku, minta maaf sekali kiano memang seperti itu mungkin dia lagi sibuk memikirkan awal-awal masuk kuliah".


Alexander papa kiano mencoba menghampiri kiano di dalam kamar.


"Saya,mau pergi ke kamar kiano dulu yaa.mungkin dia butuh seseorang mendengar kan ceritanya".


Ucap papa Kiano.


"Oh iya pah, mungkin kalau papa yang ngomong Kiano lebih mengerti".


Alexander mencoba mengetuk pintu kamar Kiano.


"Kiano, buka pintunya papa mau bicara sebentar".


Ketika tau papa nya yang mengetuk pintu.


Kiano langsung membuka pintu kamar nya.


"iya pah, silahkan masuk".


Alexander menghampiri kiano dan duduk di sampingnya Kiano.


"Apa yang membuat kamu berat dengan perjodohan ini".


Tanya Alexander kepada Kiano.


"Aku sudah punya pacar pah,aku pacaran dari kelas 3 SMP dan mama juga tau itu pah.dan mama nggak suka sama dia cuman karena felicia terlahir dari keluarga sederhana".


Alexander mengelus pundak kiano.


"Kamu tau kan bisnis papa sangat sukses begitu bisnis kosmetik mama kamu.dan kamu terlahir jadi anak tunggal.jadi mama dan papa pasti memberikan kekuasaan semua kepada kamu.jika calon istri kamu hanya dari yang biasa saja bagaimana dia bisa mengelola bisnis kosmetik mama mu itu.".


Kiano terdiam mendengar perkataan papa nya.


"Sudah lah, menurut saja dengan keinginan mama dan papa itu pasti akan menjadi yang terbaik untuk masa depan kamu nanti".


Alexander langsung pergi dan meninggalkan kiano di kamar nya.


Kiano makin terpuruk mendengar perkataan papa nya itu


"Aku harus bagaimana mana ini,mau bagaimana mana pun aku cuma sayang dan cinta sama felicia anatasya nggak ada yang lain".


Kiano membuka pintu kamar nya dan memperhatikan orang tua dan perempuan itu semakin serius pembicaraan nya.

__ADS_1


__ADS_2