
Kedatangan Kiano di rumah nya di saat yang tepat seluruh keluarga sedang berkumpul untuk makan malam.
Kiano langsung duduk di samping Erika sambil tersenyum manis kepada istrinya itu
"Apasih, tumben banget senyum gitu biasanya juga datar expresi wajah nya."
Melihat situasi yang sangat baik, Kiano pun langsung berbicara dengan Papa nya.
"Pap, tadi aku bertemu dengan Alexa ternyata dia sedang bersama baby sister nya, karena Felicia yang sedang di rawat karena ada keluhan dengan kandungan nya."
Expresi wajah Erika dan Melinda mulai berubah mendengar perkataan dari Kiano.
"Bagaimana kalau kita bawa saja Alexa ke sini, di saat Felicia masih di rawat di Rumah Sakit, supaya Erika bisa belajar mengurus anak dari Alexa."
Melinda yang seperti nya sangat keberatan dengan keinginan Kiano langsung berniat berbicara tapi di hentikan oleh suaminya.
"Bawa saja ke sini, kamu berhak karena kamu adalah ayah kandung nya, tidak usah meminta pendapat dari siapa pun. Jika ada yang keberatan dengan kehadiran Alexa silahkan pergi dari rumah ini, karena Alexa pewaris keluarga kita."
__ADS_1
Kiano mulai tersenyum mendengar perkataan dari papa nya
"Terimakasih banyak Pap," Kiano langsung menghampiri papa dan memeluknya.
"Ingat kesalahan kamu itu terlalu banyak kepada Alexa, kamu wajib untuk membahagiakan anak kamu itu."
Melinda memilih untuk pergi ke kamar nya, daripada harus mendengar perkataan antara Kiano dan Papa nya.
"Erika kamu harus bisa menerima kehadiran Alexa, posisi kamu itu sama seperti Rakka, jadi papa harap kamu harus bersiap baik dengan Alexa, anggap seperti anak kandung kamu."
Erika hanya menggangukan kepalanya saja dan langsung pergi ke kamar nya juga.
"Apa sih maksud dari ini semua. Kenapa itu anak harus di bawa ke sini coba, lagian Felicia dia manja banget sih segala harus di rawat, aku rasa ini alesan aja supaya bisa berdua sama Rakka dan melupakan anak pertama nya."
Erika pun seperti sangat prustasi harus merawat Alexa.
*****
__ADS_1
Di sisi lain Kiano sibuk dengan memesan pernak pernik lucu untuk di kamar nya nanti. Dia sangat ingin jika Alexa datang ke sini dia nyaman dengan pasilitas terbaik.
Erika yang melihat Kiano sangat sibuk menelephone pun langsung menghampiri nya.
"Apa ini tidak terlalu berlebih-lebihan Kiano ? Alexa nya belum ada dan belum tentu juga mereka memberikan Alexa kepada kita karena masih ada orang tua Felicia yang pasti lebih memilih untuk mengambil Alexa."
Kiano langsung memandangi wajah Erika dengan wajah marah nya.
"Erika, apa tadi kamu nggak dengar apa yang papa bilang, jika ada yang keberatan dengan kehadiran Alexa silahkan pergi dari rumah ini, dan jika kamu pergi aku tidak akan merasa kehilangan sama sekali, apalagi jika ada Alexa di rumah ini hidup ku pasti sangat bahagia."
Dengan penuh emosi Erika langsung pergi ke dalam kamar nya kembali.
"Apasih Kiano, belum apa-apa sikapnya udah berubah, seperti nya percuma juga jika aku hamil anak nya pun rasa sayang nya hanya untuk Alexa."
Erika langsung membanting semua benda-benda yang ada di hadapannya.
Kiano yang mendengarnya pun tidak memperdulikan nya.
__ADS_1
"Suka hati kamu saja Erika, yang penting sekarang aku sangat bahagia sekali jadi apapun yang akan kamu lakukan aku tidak peduli sama sekali."