
Melinda pulang ke rumah nya dengan perasaan marah,kesal dan sangat perih sekali.
Melinda langsung masuk ke dalam kamar nya dan melampiaskan kekesalan nya dengan menangis histeris di kamar mandi.
"Yaa Tuhan, kenapa ini harus terjadi kepada aku.lelaki yang aku percaya selama 24 tahun pernikahan ku.terancam berakhir hanya hadir nya wanita penggoda".
Melinda memandang diri nya di cermin dia menangis sambil meratapi nasib nya.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang,aku harus bersikap manis kepada suamiku padahal dia berhianat di belakang aku.tapi jika aku meluapkan semua perasaan aku ini maka aku akan kehilangan semua nya".
Melinda sangat frustrasi sekali seakan ingin mengakhiri semuanya ini.
"Kamu harus kuat melinda, kamu harus pertankan rumah tangga kamu.apa pun cara nya kamu harus kuat menghadapi felicia".
Ketika melinda sedang meluapkan kekesalannya tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.
Tok,,,,Toook,,Tookkk
"Mama ini aku mam Kiano"
Kiano terus mengetuk pintu kamar mama melinda.
"Suara ketukan pintu,itu pasti kiano.aku nggak mungkin seperti ini di depan Kiano".
__ADS_1
Melinda langsung mencuci wajah nya dan keluar dari kamar mandi nya.
Melinda bercermin terlebih dahulu dan membawa bedak ketika membuka pintu kamar nya.
"Kiano,ada apa sayang.ayo masuk".
Kiano memperhatikan mata mama melinda yang terlihat sangat merah.
"Mama habis nangis yaa ? mata mama merah begitu si.mama ribut sama papa yaa".
Melinda langsung membuka tempat bedak nya untuk bercermin.
"Ohhh,ini tadi mama habis cuci muka terus kena mata jadi mata mama pergi dan merah".
"Mama,aku kemarin bertemu dengan felicia di rumah nya mam.dan aku melihat ibu nya felicia tante Vania sedang mengendong anak kecil.dan felicia langsung menyuruh tante Vania masuk ke dalam rumah nya".
Hati serasa terbakar kembali ketika dia harus mendengar nama felicia kembali.
"Lalu apa urusan nya dengan keluarga kita jika wanita itu sudah mempunyai anak".
Melinda melempar kan bedak nya ke meja rias nya.
"Mam, bagaimana kalau itu adalah anak aku mam.felicia mau mempertahankan kehamilannya sampai melahirkan mam".
__ADS_1
Melinda sangat emosional sekali mendengar perkataan Kiano.
"Kiano Alexander, kamu jangan langsung merasa kalau itu adalah anak kamu.apa bukti kalau anak itu anak kandung kamu ? apa kamu yakin wanita itu baik.bagaimana kalau dia bermain dengan lelaki lain di belakang kamu kiano".
Kiano langsung beranjak dari tempat duduk nya.
"Tapi aku memang pernah melakukan dengan felicia mam.aku harus tanggung jawab".
Melinda mematap tajam wajah Kiano.
"Jika sampai benar dia anak kandung kamu.mama nggak akan pernah menganggap anak itu bagian dari keluarga alexander.kiano jika kamu masih saja membicarakan lagi tentang wanita kotor itu.kamu keluar dari kamar mama sekarang juga".
Kiano memilih untuk keluar dari kamar mama melinda.
Ketika kiano sudah keluar dari kamar nya.mama melinda langsung mengunci pintu kamar nya.
Dia memegang kepalanya dengan kedua tangan nya.
"Felicia lagi felicia lagi.kenapa semua harus berawal dari wanita kotor itu.suami kuu,anak kuu ke dua nya tergoda dengan wanita yang sama".
Melinda melempar kan handphone ke cermin sampai cermin tebelah dua.
"Tunggu saja felicia,aku tidak akan diam".
__ADS_1