Wanita Penggoda (Cinta Felicia)

Wanita Penggoda (Cinta Felicia)
Episode (13)


__ADS_3

Kiano dan rakka langsung pergi masuk ke dalam mobil Kiano.


"Heh,Kiano kenapa sih,dari tadi yang di perhatiin handphone terus".


Kiano memberikan handphone kepada rakka.


"Lu,liat aja sendiri baca sana".


Rakka membuka handphone Kiano ternyata isi nya percakapan kiano dan mama melinda.


"Hah, serius ini belum juga ketemu udah ngerencanain pertunangan".


Rakka langsung kaget dan memegang pundak kiano.


"Yang sabar ya,kalau emang kalian jodoh pasti ada cara supaya kalian bersatu kembali".


Kiano menahan emosi nya sampai dia se akan ingin menangis.


"Bantu gue yaa kaa,cuman lu teman terbaik dan percaya full sama lu".


Rakka menanggukan kepalanya.


Sesampainya di rumah Kiano.


Melinda sudah ada di depan pintu rumah dia senggaja menunggu kiano pulang.


"Darimana saja kamu kiano ?"


Tanya mama melinda dengan tegas.


"Kiano dari rumah saya tante.tadi kita lagi ngomong in kampus yang mau kita datangi".


Ucap rakka yang seakan meyakinkan mama melinda.


"Kamu nggak bohong kan sama tante.bener kiano dari rumah kamu bukan dari rumah perempuan miskin itu".


Kiano ngelusap dada nya berkali mendengar perkataan mama melinda.


"Ahhhhh,yaa nggak bohong tante.ngapain juga saya bohong sama tante.emang Tante nggak tau kalau Kiano dan felicia itu sudah putus yaa".


Melinda mendekati rakka.


"Benarkah mereka putus ??? apa yang membuat perempuan miskin itu meninggal kan kiano.apa ada lelaki yang lebih kaya dari keluarga kami".


Melinda tersenyum dan melirik ke arah Kiano.


"Mah, udah deh mah jangan bahas lagi tentang felicia dan jangan sebut lagi dia perempuan miskin".


Kiano langsung pergi meninggalkan rakka dan mama melinda dia masuk ke dalam kamar nya.


"hah,kiano kamu sudah terpengaruh oleh perempuan itu padahal masih banyak perempuan cantik dan kaya raya di luar sana".


Rakka kaget mendengar perkataan mama melinda terhadap felicia yang menurut nya sudah keterlaluan sekali.


"Rakka,tante mau bayak bicara dengan kamu bisakan kita berdua bicara di ruangan khusus".

__ADS_1


Rakka menganggukkan kepalanya dan mengikuti langkah mama melinda.


Melinda membawa rakka ke ruangan yang mungkin kedap suara hanya terdengar oleh mereka berdua.


"Rakka apakah perempuan miskin itu juga kuliah ?".


Tanya Melinda.


"Tidak tante, felicia tidak meneruskan untuk kuliah dia membantu usaha orang tua menunggu toko kue".


Jawab rakka.


"Oh,baguslah kalau dia tidak kuliah jadi dia nggak akan menggangu kegiatan Kiano selama di kampus".


Rakka tersenyum tipis kepada mama melinda.


"Rakka,tante minta tolong sama kamu.kalau nanti kalian berdua sudah mulai kuliah.awasi ketat kiano jangan sampai dia bertemu lagi dengan perempuan miskin itu.karena tante sangat yakin nggak semudah itu kiano bisa melupakan perempuan miskin itu".


Rakka langsung menggangukan kepalanya.


"Baik,tante saya akan awasi terus kiano".


Rakka langsung berdiri dan berpamitan untuk pulang.


"Tante saya pulang dulu ya."


Rakka membuka pintu ruangan tersebut.


"Oh,oke rakka hati-hati di jalan ya".


"Pulang sama siapa gue,tadi kan dari rumah di culik sama kiano.nunggu tadi aja".


Tak lama kemudian taxi datang rakka masuk ke dalam taxi tersebut.


"Kasian banget felicia.padahal dia cantik pintar tapi sampai di hina gitu banget sama tante melinda".


Rakka menuju pulang ke rumah nya tapi dia ke ingetan dengan kue buatan felicia.


"Mampir dulu ke toko kue felicia buat mama di rumah pasti suka".


Rakka langsung berenti di depan toko kue felicia.


"Wahhh, ternyata ibu nya yang nunggu toko kue nya.sayang banget kamu felicia kan bisa minta bonus".


Rakka langsung berjalan menuju toko kue itu.


"Permisi buu,saya mau beli kue rainbow cake ini".


Rakka menuju kue yang persis di hidangkan di saat di rumah felicia tadi


"Ohh, boleh sekali mau berapa kardus beli nya ?".


Rakka terkesima dengan cara bicara ibu felicia yang sangat ramah beda jauh dengan mama kiano melinda.


"Saya mau dua dua saja bu".

__ADS_1


Ibu felicia pun tersenyum dan memberikan kue nya kepada rakka.


"Ini,uang nya bu terimakasih banyak".


Rakka yang hendak pergi dari toko kue itu sejenak berhenti.


"Hati-hati yaa nak, semoga bisa berlangganan dan datang kembali".


Rakka membalikkan badannya dan menggangukan kepalanya sambil tersenyum.


"Pantesan felicia lemah lembut sekali dapat didikan dari orang tua nya yang ramah banget.


Rakka melanjutkan perjalanan rumah.


Di sisi lain kiano ingin bertemu dengan felicia.


"Kangen banget sama felicia tapi gimana nggak mungkin juga bisa ketemu besok udah mulai cari kampus dan pendaftaran juga".


Kiano cuma bisa memandang foto felicia di handphone nya.


Kiano langsung mengirimkan pesan kepada felicia.


*Aku kangen kamu felicia anatasya*.


Felicia langsung membalas pesan dari kiano.


*Tapi aku nggak bye good night*.


"Yaampuun, felicia jutek amat sih balesannya"


Kiano membalas lagi pesen kepada felicia.


*Besok,aku mulai sibuk cari kampus dan langsung pendaftaran juga dan pasti di sibukkan lagi sama kegiatan-kegiatan kampus lainnya.kamu jangan tambah marah lagi yaa kalau nanti aku sibuk banget*.


Membaca pesan dari kiano felicia langsung terlintas di pikiran nya.


"Coba,aku juga bisa seberuntung mereka bisa melanjutkan sekolah.tapi aku nggak boleh juga egois jangan menambah beban ibu sama ayah dengan bayaran yang pasti mahal sekali".


Felicia membalas pesan dari kiano.


*Semangat yaa, semoga kamu bisa seseorang yang lebih sukses dari orang tua kamu,*.


Membaca pesan dari felicia Kiano langsung menghubungi felicia dengan video call.


Tapi felicia tidak menjawab nya dan lebih memilih mematikan handphone nya.


"Loh,ko nggk di angkat sih.apa handphone felicia lowbat ya".


Sebelum tidur felicia memandangi foto kebersamaan nya bersama kiano dari sejak SMP sampai SMA.


"Nggak nyangka yaa aku berhubungan dengan kiano sudah lumayan lama sekali.tapi semakin lama hubungan kita semakin murka Tante melinda tidak menyukai aku".


Felicia langsung berbaring di tempat tidur nya dengan memikirkan bagaimana hubungan dengan kiano selanjutnya.


"Apa,aku bisa meluluhkan hati tante melinda yang begitu membenci aku".

__ADS_1


Felicia menutup mata berharap semua nya yang di alami bersama kiano akan menemukan titik terang.


__ADS_2