Wanita Penggoda (Cinta Felicia)

Wanita Penggoda (Cinta Felicia)
Episode (107)


__ADS_3

Suasana haru dan bahagia di rumah sakit.


"Cantik sekali sayang, felicia apa kamu sudah menyiapkan nama untuk nya ?".


Felicia pun terdiam dia tidak menyimpan sama sekali nama untuk putri cantik nya itu.


"Aku, belum menyiapkan nama bu.nanti aku cari-cari nama yang bagus untuk bayi aku".


Ayah felicia sangat terharu ketika anak kesayangan nya sudah memiliki seorang anak yang sangat cantik.


"Kebahagiaan mu sudah di mulai nak.kamu memiliki malaikat penyemangat hidup mu".


Felicia langsung tersenyum bahagia dan juga terharu mendengar perkataan dari ayah nya itu.


"Aku, masih belum bisa percaya ayah aku sekarang sudah menjadi seorang ibu dan aku akan berjuang sukses demi anak ku ini.supaya jika dia sudah besar dia tidak di hina dan di rendahkan oleh perkataan orang lain".


Felicia seakan membuka lembaran baru hidup nya.dan menutup masa-masa berat di hidung nya.


Tiba-tiba suster datang menghampiri ruangan felicia.


"Ibu felicia,jika keadaan ibu sudah sangat membaik ibu bisa segera pulang".

__ADS_1


Felicia langsung menggangukan kepalanya dengan cepat.


"Aku sudah sehat ko suster,aku ingin bisa segera pulang membawa putri cantik ku ini".


Rakka tiba-tiba langsung masuk tampa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Rakka, kamu kembali ke sini lagi.kamu tidak datang ke acara pernikahan kiano hari ini".


Felicia melihat wajah rakka seperti sedang sangat kesal.


"Lebih baik aku ke sini, melihat kiano versi perempuan di sini".


"Ini anak aku yaa,aku yang hamil dan aku juga yang melahirkan jadi anak ini mirip dengan ibu nya".


Rakka langsung tertawa mendengar perkataan dari felicia dengan wajah yang cemberut.


"Jadi benar ada nya mitos tentang kehamilan itu yaa.jika kita membenci seseorang ketika sedang hamil maka anak itu pasti sangat mirip dengan seorang yang dia benci".


Felicia langsung memandang wajah putri cantik nya itu.


"Sudah yaa rakka, jangan ngomong lagi gitu nanti aku bisa kena babyblues syndrom karena gara-gara perkataan itu"

__ADS_1


Melihat rakka dan felicia yang sangat begitu akrab vania dan suaminya pun memilih untuk meninggalkan mereka bersama.


"Rakka, aku belum memberi nama untuk putri cantik ku ini.selama kehamilan aku tidak menyiapkan nama satu pun".


Rakka pun mendekati felicia dan memandang wajah bayi yang tidak berdosa itu.


"Apa kamu punya nama yang bagus untuk putri cantik ku ini ? karena bagaimanapun juga kamu yang menemani aku di saat aku berjuang untuk melahirkan anak ini".


Rakka pun mulai berpikir untuk mencari nama yang bagus untuk putri cantik felicia.


"Bagaimana kalau Alexa ?".


Felicia pun langsung melirikan wajah kepada kiano ketika Kiano menyebutkan nama Alexa.


"Alexa ? Alexa Putri Anastasya".


Ucap felicia dengan wajah yang sangat terharu.


"Hmmmm, semoga Alexa Putri Anastasya bisa menjadi anak pintar dan berprestasi seperti ibu nya di sekolah.semoga tidak mewariskan setitik pun sikap keluarga alexander".


Rakka terus memandangi wajah cantik putri felicia itu.rakka tidak habis pikir dengan kiano dia sama sekali tidak mau bertanggung jawab dari awal kehamilan sampai anak ini terlahir ke dunia.menayakan kabar pun dia tidak pernah.padahal putri nya terlahirbegitu sangat cantik sekali.

__ADS_1


__ADS_2