Wanita Penggoda (Cinta Felicia)

Wanita Penggoda (Cinta Felicia)
Episode (21)


__ADS_3

Sesampainya di rumah, felicia langsung di gandeng oleh ibunya untuk turun dari mobil.


"Hati-hati nak, jalan nya pelan-pelan saja".


Dengan penuh kasih sayang vania mengandeng felicia sampai masuk kamar.


"Ayoo, kamu tiduran aja yaa.jangan dulu bangun dari tempat tidur yaa.jangan memaksakan kalau masih pusing dan lemas".


Vania langsung menyelimuti felicia agar tidak kedinginan.


"Iyaa bu, terimakasih banyak ya bu".


Vania mengelus rambut felicia.


"Ingat, jangan katakan apapun tentang keadaan kamu sekarang kepada kiano.dan jangan sampai dia datang ke rumah kita".


Felicia menggangukan kepalanya.


"Iyaa buu,aku mengerti".


Vania langsung pergi meninggalkan felicia untuk beristirahat.


"Yasudah,kamu tidur istirahat jangan main handphone.ibu mau ke toko kue dulu kasihan ayah kamu sendiri an di toko".


Felicia menurutin apa yang di bilang ibunya.


Felicia menyimpan handphone dan beristirahat


Sebelum ibunya pergi ke toko kue dia memastikan felicia sudah tertidur apa belum.


"Seperti nya felicia sudah tertidur.aku bisa tenang meninggalkan nya pergi ke toko".


Vania menutup kembali pintu kamar felicia.


Dan berjalan menuju ke toko kue.


Sesampainya di toko kue.vania langsung di hampiri suaminya.


"Bagaimana bu, dengan felicia apa dia baik-baik saja ? apa kata dokter tentang felicia".


Ayah felicia sangat hawatir sekali kepada anaknya itu.


"Felicia kurang darah, terus asam lambung nya tinggi.jadi itu yang membuat felicia mual muntah dan lemas pusing mungkin dari tensian darah nya yang rendah".


Ayah felicia menghelakan nafas yang panjang.


"Lalu sekarang gimana keadaan felicia bu ?".


Tanya ayah felicia kepada istrinya.


"Felicia,ibu suruh dia untuk beristirahat.sekarang dia sedang tertidur di kamar nya".


Vania langsung meminta suaminya untuk duduk.


"Ayah,kita sekarang harus membatasi pergaulan felicia dengan kiano.ibu tidak mau felicia berteman dengan kiano.ibu tidak suka sama dia".


Ayah felicia memegang pundak istrinya.


"Kenapa bu,kita jangan melarang anak kita untuk bergaul dengan siapapun selagi kita yakin anak kita kan baik bu.jadi ayah yakin felicia pasti bisa menjaga harga dirinya".

__ADS_1


Vania langsung meninggalkan suaminya dan memilih untuk pergi ke dapur.


Di lain tempat di kediaman kiano dan rakka.


Mereka hari ini sudah bisa menempati rumah sewaannya itu.


"Gimana kiano, sederhana tapi kita bisa bebas di sini".


Ucap rakka sambil merangkul pundak Kiano.


"Iya sederhana tapi bisa bebas,bisa bawa felicia di ke sini".


Kiano langsung melirik ke rakka.


"Wahhh,parah nih pikirannya.eh kiano hari ini loe belum kasih sama felicia.nggak bakalan basa-basi gitu nanya in kabar".


Kiano seperti di ingatkan oleh rakka.


"Yaampuun,iya hari ini belum sempat kasih kabar ke felicia".


Kiano langsung pergi ke kamar baru nya dan meninggalkan rakka.


"Yaa Kiano,maen kabur aja ke kamar baru.aneh itu orang bisa-bisa nya lupa sama pacarnya sendiri.bilangnya cinta banget".


Rakka langsung pergi ke kamar nya juga.


Di rumah itu tersedia dua kamar.


Kiano langsung mengirimkan pesan kepada felicia.


*Felicia sayang,lagi apa sayang ? maaf yaa baru bisa kasih kabar.soalnya aku baru pulang dari kampus*.


"Siapa yaa itu, yang ngirim pesan.apa ibu yaa".


Felicia memaksakan diri untuk bangun dari tempat tidur dengan pelan karena masih merasa sangat pusing sekali.


Felicia langsung membuka pesan yang ada di handphone nya.


Ternyata yang mengirim kan pesan itu adalah Kiano.


"Kiano,ada apa yaa dia mengirim pesan bukannya dia bilang sibuk sebulan ini*.


Felicia langsung membaca pesan dari kiano


Felicia terdiam dan mengingat pesan dari ibunya.


"Ibu kan melarang aku berhubungan dengan kiano.bagaimana yaa ini aku balas jangan ya pesan dari kiano".


Felicia merasa sangat bingung dia tidak bisa berbohong dengan dirinya sendiri kalau masih punya perasaan kepada Kiano.


Dan akhirnya felicia pun membalas pesan dari kiano.


*Aku,baru pulang dari dokter.*


Kiano yang membaca pesan dari felicia langsung kaget.


"Yaampuun felicia, ternyata dia lagi sakit".


Kiano langsung membalas dengan cepat pesan dari felicia.

__ADS_1


*Kamu sakit apa sayang ? maaf ya pas lagi sakit gini aku nggak ada di samping kamu*.


Membaca pesan dari kiano membuat felicia tersenyum karena mendapatkan perhatian dari kekasihnya itu.


*Asam lambung ku naik, terus tensian darah ku juga rendah.jadi aku mual pusing sampai muntah-muntah*.


Kiano langsung hawatir dengan keadaan felicia.


*Makanya kamu jaga kesehatan yaa.jangan terlalu kecapean.makan yang teratur juga.buat sekarang aku nggak bisa ketemu dulu.tapi nanti kalau aku udah nggak terlalu sibuk pasti aku luangkan waktu buat ketemu sama kamu".


Felicia merasa sangat berbunga-bunga.rasa rindu nya terasa terobati dengan bisa berkomunikasi dengan kiano.walaupun hanya dengan pesan singkat.


Kiano berhasil membuat felicia luluh kembali dan melupakan semua perkataan ibunya.


Dengan penuh senyuman felicia membalas pesan dari kiano.


"Iyaa kiano sayang, terimakasih banyak yaa kamu perhatian banget sama aku.aku seneng banget.i love you kiano Alexander.


Membaca pesan dari felicia kiano langsung loncat teriak-teriak kegirangan.


Rakka yang mengintip kiano dari pintu langsung masuk ke kamar kiano.


"Loe kenapa Kiano, teriak-teriak habis baca pesan".


Kiano langsung memberikan handphone nya kepada rakka.


Supaya rakka bisa membaca pesan dari felicia.


"Dah,ah gue mending tidur.males deh nemenin orang yang lagi kasmaran kaya gini".


Rakka langsung keluar dari kamar Kiano.


Kiano langsung membalas pesan dari felicia dengan tulisan kapital.


*I LOVE YOU TOO, felicia Antasya*.


Membaca balasan dari kiano felicia langsung seakan langsung sembuh dengan sendirinya.


Felicia dan Kiano terus mengirimkan pesan singkat seakan bisa mengobati sedikit rasa rindu mereka.


Terlalu asik memainkan handphone nya.sampai felicia tidak sadar ibunya mengetuk pintu rumahnya.


"Felicia kemana yaa,apa dia masih tertidur".


Vania menyimpan dulu barang-barangnya ke dapur.


Lalu dia berjalan menuju pintu kamar felicia.


"'Ketuk pintu jangan yaa,kalau ketuk pintu takut nya felicia masih tidur nanti dia kebangun dari tidur kasian".


Vania masih ragu untuk masuk ke dalam kamar nya felicia.


Vania pun membuka pintu kamar felicia dengan pelan sekali.


Dan dia terkejut melihat felicia di kamar nya.


Felicia Anatasya


__ADS_1


__ADS_2