Wanita Penggoda (Cinta Felicia)

Wanita Penggoda (Cinta Felicia)
Episode (123)


__ADS_3

Kiano menahan erika untuk pergi dari rumah ini.


"Tapi,aku sudah tidak kuat kalau mama kamu terus saja membahas tentang kehamilan.aku pusing dan buat aku tidak nyaman untuk tinggal di rumah ini".


Kiano terus menenangkan erika yang sangat kesal dengan sikap mama melinda.


"Kamu tenang kan dulu emosi kamu yaa.nanti kita baru keluar dari kamar ini".


Erika hanya terdiam dan terus mengatur nafas nya.


"Oke, apa kamu sudah membaik sekarang.kamu sudah siap untuk keluar kamar".


Erika pun tidak menjawab dia hanya menggangukan kepalanya saja.


"Ayoo,kita keluar kamar".


Kiano menggenggam erat tangan erika yang bergetar menahan rasa kesalnya.


Di saat kiano dan erika menghampiri meja makan.kiano langsung berbicara.


"Mam, seperti nya aku dan erika pagi ini tidak sarapan di rumah.kita sarapan di tempat berbeda.aku di kampus dan erika di tempat kerja nya.karena kita berdua sudah sangat telat".


Kiano dan erika langsung bersalaman dengan orang tua kiano dan langsung pergi meninggalkan mereka.

__ADS_1


Erika tidak sedikit pun berbicara mulut tertutup sangat rapat bahkan untuk tersenyum kepada mama melinda dia tidak mau.


"Pap, erika kenapa seperti itu yaa sama mama.dia jadi diam biasa nya dia suka senyum ke mama".


Mama melinda mulai melihat perubahan sikap erika putri terhadap nya.


"Sudah mam, mungkin erika lagi punya masalah pribadi yang tidak bisa dia cerita kan".


Papa Alexander mencoba menenangkan perasaan mama melinda.


"Masalah apa sih pap,dia menikah dengan kiano pasti hidup nya makin bahagia tidak mungkin jadi timbul masalah".


Mama melinda memilih meninggalkan meja makan dia pun menjadi tidak sarapan pagi.


Wajah erika masih saja datar tidak berekspresi sama sekali.


Kiano terus memandangi wajah erika yang masih belum tersenyum.


"Erika, sudah yaa.jangan kaya gini jangan marah.aku minta maaf atas perilaku dan ucapan mama melinda ke kamu dan membuat kamu jadi seperti ini".


Erika hanya melirik sinis kiano dan kembali pandangan mata tertuju ke depan.


"Kiano,aku turun di sini saja yaa.aku mau bertemu dengan teman aku di sini.kamu langsung ke kampus saja yaa".

__ADS_1


Erika memaksa untuk turun kepada kiano.


"Tapi ini kan masih jauh erika dari tempat kerja kamu".


Erika tetap memaksa untuk turun dari mobil Kiano.


Pada akhirnya Kiano mengikuti apa yang Erika mau.


Erika langsung turun dari mobil kiano dan langsung menutup dengan keras pintu mobil Kiano.


"Kamu, hati-hati yaa erika putri".


Ucap Kiano sambil berteriak-teriak kencang membuka kaca mobil nya.


Erika tidak memperdulikan ucapan Kiano dia langsung berjalan mencari taxi.


"Hah, hari yang sangat menyebalkan sekali.aku nggak sanggup tinggal lama di rumah itu.sudah ku duga seperti ini jadi nya niat menunggu empat tahun lagi.ini baru saja satu tahun bertunangan langsung menikah.jadi aku belum tau asal-usul sikap asli tante melinda".


Erika duduk untuk menunggu taxi online yang dia pesen.


"Aku, pergi ke mana yaa sebernarnya hari ini jadwal ku sedang kosong tidak ada pekerjaan.tapi karena suasana tidak mendukung aku jadi berbohong dengan kiano".


Erika pun tidak tau dia harus pergi ke mana.karena tidak mungkin dia pulang ke rumah nya.pasti jadi pertanyaan besar mama nya.

__ADS_1


__ADS_2