
Tampa mendengar jawaban dari ibunya felicia langsung pergi meninggalkan toko kue itu.
"Ada apa yaa, dengan anak itu sudah dua hari ini tingkah laku nya berbeda sekali".
Ucap vania yang merasa ada yang aneh dengan felicia dari mulai makanan dan tingkah laku menjadi sering banyak mengeluh.
Felicia berjalan dengan wajah cemberut seperti sedang kesal dan malas.
Di sepanjang jalan dia terus berkata.
"Aku ingin tidur cape sekali mengantuk sekali".
Felicia langsung membuka pintu kamar nya dan langsung tertidur pulas.
Sementara Kiano dan erika masih saja sibuk mencari pakaian yang pas untuk acara pertunangan mereka.
"Kiano aku rasa kita sudah selesai memilih baju nya.dan aku rasa nanti tema pertunangan kita itu princess dan pangeran.Ahhhhh pasti gemes sekali di penuhi dengan balon-balon berwarna putih dan pink aku jadi tidak sabar Kiano".
Melihat tingkah laku erika yang sangat gembira kiano langsung mengingat kembali kepada felicia mungkin felicia akan bersikap seperti Erika yang sangat senang dengan pertunangan bertema kan princess dan pangeran.
"Iya erika,pasti konsep nya sangat indah sekali yaa".
Erika tersenyum manis kepada Kiano.
"Terimakasih yaa Kiano, kamu bisa membuat pasangan mu selalu senang begini".
__ADS_1
Kiano membalas senyuman dari erika.
"Iya, sama-sama Erika putri".
Erika langsung memeluk erat Kiano.
Kiano pun mengelus rambut panjang erika dan segera melepaskan pelukan erat dari Erika.
"Ayoo, kita pulang aku rasa sudah selesai semua nya".
Kiano menarik tangan erika dan erika malah mencium tangan Kiano.
"Ayo,Kiano sayang kita pulang".
Kiano langsung membuka kan pintu mobil untuk erika masuk duluan ke dalam.
"Hmmmm,Kiano ini kan masih lumayan siang menuju sore masih jauh untuk ke malam hari bagaimana kalau kita jalan-jalan dulu saja.hari ini kamu libur kuliah kan ?".
Kiano terdiam dan mulai memikirkan ajakan dari erika.
"Bagaimana Kiano, kamu mau kan ?".
Kiano masih saja terdiam dia belum bisa menjawab ajakan dari erika untuk berjalan-jalan.
Setelah Kiano berpikir-pikir jika dia sudah menjadi tunangan nya Erika.
__ADS_1
Dia nggak bakalan ada waktu luang untuk bertemu dengan rakka karena pasti tiap libur kuliah dia harus jadi supir erika kemanapun Erika minta dia harus mau.
"Erika maafkan aku, seperti nya nggak bisa aku sudah terlanjur ada janji dengan rakka.sekarang aku langsung nganterin kamu ke rumah yaa.supaya kamu bisa istirahat dulu di rumah karena pasti kamu cape banget kan.inget kamu harus jaga kesehatan kamu yaa".
Kiano bersikap sangat manis kepada erika dia berbicara sambil sesekali memegang tangan Erika.
"Baik lah Kiano, tapi kamu janji yaa cuman bertemu dengan rakka jangan sama yang lain.
kalau ngebohongin aku nanti aku marah besar sama kamu".
Kiano langsung terkejut mendengar perkataan erika yang sudah mulai berani mengancam Kiano.
"Kamu, tenang aja aku gabakalan ngebohongin kamu aku sudah mulai belajar menerima kamu erika yaa walaupun masih dalam proses yang lama.semoga saja kamu mau bersabar".
Erika langsung memperhatika Kiano dia memang seperti melihat ada kesungguhan di dalam diri Kiano.sehingga bisa membuat nya percaya dan bersabar.
"Kiano, sebernarnya aku mengerti jika aku ada di posisi kamu.pasti sangat sulit sekali melupakan cinta pertama kamu itu.aku sama sekali tidak marah jika di dalam hati kecil kamu masih ada nama perempuan itu.tapi aku yakin nanti pun ada saat nya kamu bisa melupakan nama perempuan itu di hati kamu walaupun dengan proses yang lama".
Mata Erika pun langsung berkaca-kaca ketika dia berbicara seperti itu kepada Kiano.
Kiano langsung memberhentikan mobilnya dan mengusap air mata yang terjatuh di pipi Erika.
"Terimakasih kasih Erika,hati kamu sangat mulia sekali.aku berjanji aku akan mencoba menghapus nama felicia anatasya di dalam hati ku ini dan mengganti nya dengan nama Erika putri Alexander".
Mereka langsung berpelukan mesra di dalam mobil itu.
__ADS_1