Wanita Penggoda (Cinta Felicia)

Wanita Penggoda (Cinta Felicia)
Episode (124)


__ADS_3

Kiano yang langsung meninggalkan erika turun sendiri an di jalan.meresa sangat hawatir dengan istrinya itu.


"Gue, hawatir banget sama erika tapi kalau gue telephone juga percuma dia lagi ngambek level akhir".


Kiano langsung meneruskan perjalanan nya ke kampus.


Kiano berjalan menuju ke taman kampus sambil duduk merenungi kehidupan nya.


"Kehidupan gue kenapa jadi begini.dulu gue berharap bisa menikah dengan felicia tapi kenyataannya gue nikah sama erika.belum seminggu gue nikah masalah udah datang".


Kiano pun hanya melamun sambil melihat bunga-bunga di taman kampus.


Rakka yang melihat kiano langsung ingin menghampiri nya.


"Itu dia kiano,gue harus ngomong banyak sama dia tentang kelakuan tante melinda".


Rakka mempercepat langkahnya untuk menghampiri kiano.


"Heh kiano,gue mau ngomong sama loe".


Nada suara rakka terlihat sangat tegas sekali.


Kiano langsung berdiri dari tempat duduk nya.

__ADS_1


"Loe,mau ngomong apa sama gue ?".


Wajah Kiano terlihat lemas dan tidak bersemangat sama sekali.


"Apa maksud tante melinda datang ke rumah gue.cuman buat menjelekkan felicia dan membanggakan erika.apa kurang puas tante melinda buat kehidupan felicia jadi hancur ? apa belum puas tante melinda merendahkan harga diri nya felicia ?".


Rakka terlihat sangat emosional sekali di saat dia berbicara dengan kiano.


"Heh,rakka putra.loe kenapa sih ngebelaan terus felicia anatasya ? kaya nya apa gue pikir kan selama ini benar adanya".


Kiano tersenyum sinis kepada rakka.


"Kalau bukan gue yang ngebelain felicia terus siapa lagi yang mau belain dia ? apa yang loe pikir hah ? loe sama orang tua loe mikir kalau felicia hamil anak gue ? Kiano loe lupa ingatan apa.loe yang nidurin sampai hamil terus loe nyalahin gue.felicia dia perempuan yang sangat kuat dia mau mempertahankan kehamilannya sampai waktu nya dia melahirkan.walapun dia tau loe gabakalan sama sekali bertanggung jawab atas perbuatan yang udah loe lakuin ke dia".


Kiano langsung memukul kan tangan ke kursi taman kampus.


Kiano langsung terdiam dan mengingat kembali perkataan rakka.


"Jadi felicia mempertahan kehamilan nya.berarti sekarang anak itu sudah lahir ke dunia".


Badan Kiano mendadak lemas sekali seakan tidak kuat untuk berdiri tegak.


"Apa itu benar anak gue ? gue udah punya anak.ini pasti nggak mungkin perkataan rakka belum tentu semua nya benar.apalagi sekarang dia lagi emosi sama mama".

__ADS_1


Kiano langsung pergi ke kelas karena sudah waktunya dia masuk kelas.


Rakka yang masih emosional pun memilih untuk pergi langsung dari kampus.


Rakka mencari sebuah cafe untuk menenangkan pikiran nya.


Ketika dia masuk ke dalam cafe dan duduk tiba-tiba seperti ada yang menghampiri nya.


Rakka langsung membalikkan badannya dan ternyata itu adalah erika putri.


"Rakka, kamu sedang apa di sini.kamu nggak kuliah hari ini".


Erika langsung menggeserkan kursi dan duduk saling berhadapan dengan rakka.


"Erika,aku pikir siapa.aku sudah selesai kuliah terus aku langsung pergi ke sini".


Rakka langsung memperhatikan penampilan Erika Putri yang terlihat sangat anggun sekali.


"Kamu makin cantik yaa erika setelah kamu menikah dengan kiano.pasti kamu sangat bahagia sekarang jadi bagian keluarga alexander".


Wajah erika langsung berubah setelah mendengar perkataan rakka.


"Hmmmm, semua tidak seindah yang aku bayangkan sebelumnya.seperti nya aku sangat menyesal memilih kiano sebagai suami".

__ADS_1


Rakka langsung kaget mendengar perkataan erika putri.


__ADS_2