Wanita Penggoda (Cinta Felicia)

Wanita Penggoda (Cinta Felicia)
Episode (247)


__ADS_3

Di saat kebersamaan ke dua keluarga tersebut, Rakka langsung meminta ijin untuk mengajak Felicia pergi.


"Bu, boleh kah saya mengajak Felicia pergi sekarang, tidak sampai larut malam kok jam 8 juga sudah pulang."


Felicia langsung melirikan mata kepada kedua orang tuanya.


"Boleh Rakka, silahkan tapi hati-hati jangan ngebut-ngebut menjalankan mobilnya."


Rakka langsung tersenyum lebar sambil melirik Felicia.


"Tapi Rakka aku ganti baju dulu yaa, pokoknya tunggu sebentar yaa."


Senyuman Rakka berubah menjadi cemberut, karena di pikiran perempuan ber makeup itu pasti menghabiskan waktu yang sangat lama.


"Baiklah, aku tunggu di mobil yaa, ingat jangan lama-lama kita cuman di kasih waktu sampai jam 8 malam."


Felicia menggangukan kepalanya, dan langsung masuk ke dalam kamar nya.


Rakka berjalan pelan-pelan ke mobilnya, dia ternyata di ikuti oleh Ayah Felicia.


"Rakka, om ingin bicara dengan kamu tentang Felicia tadi datang ke rumah Kiano."


Rakka dan Ayah Felicia langsung duduk di bawah pohon rindang depan toko kue nya.


"Rakka, tolong kamu jaga Felicia baik-baik karena Felicia mempunyai bukti foto perselingkuhan istri nya Kiano, tadi Om dan Felicia sebenarnya baru saja pulang dari rumah Kiano. Felicia berdebat panas dengan Mama nya Kiano, Om sangat takut sekali terjadi apa-apa dengan Felicia."


Rakka langsung memegang tangan Ayah Felicia.

__ADS_1


"Om tenang saja, saya pasti akan menjaga Felicia dan Alexa setiap saat."


Melihat Ayahnya dan Rakka berbicara seperti sangat serius Felicia langsung menghampiri mereka.


"Lagi ngomong in apa yaa kalian seperti nya, serius sekali aku jadi penasaran deh."


Rakka terpesona melihat kecantikan Felicia, sampai dia tidak mengedipkan mata nya.


"Hey Rakka, kamu kenapa bengong begitu ayo kita pergi."


Rakka langsung terkejut mendengar suara Felicia yang sangat kencang.


"Om, kita pergi dulu ya om."


Rakka dan Felicia berpamitan sambil mencium tangan Ayah Felicia.


Rakka membuka kan pintu mobil nya sambil tersenyum manis dan membuat Felicia malu karena masih ada Ayah nya di situ.


Felicia dengan cepat masuk ke dalam mobil tersebut.


Rakka di buat tidak fokus mengendarai mobil nya, dia terus melirik kan mata nya melihat Felicia.


"Ihhhhh Rakka, fokus dong pandangan nya ke depan bukan ke aku ihhh bahaya tau."


Rakka langsung memberhentikan mobilnya secara tiba-tiba.


"Felicia, sumpah demi apapun kamu cantik banget. Pokoknya kamu harus berjodoh sama aku apapun yang terjadi."

__ADS_1


Rakka langsung melanjutkan kembali perjalanan.


"Kamu berhenti cuman buat ngomong kaya gitu, lucu sekali kamu Rakka."


Setelah mempuh perjalanan hampir 1 jam, akhirnya sampai juga di tempat tujuan, Rakka membawa Felicia ke tempat yang sangat indah.


"Rakka, ini bagus sekali aku sangat suka."


Felicia lebih memilih untuk membuka pintu mobil nya sendiri karena dia tidak sabar ingin melihat lebih jelas.


Rakka langsung menyusul Felicia dia mulai berani memegang tangan Felicia.


Felicia langsung terfokus dengan genggaman tangan Rakka.


"Pemandangan yang indah sekali yaa, bagaimana kalau kamu ber foto di sana, pasti sangat cantik sekali."


Felicia mengangkat tangan Rakka dan langsung mencium nya dan langsung melepaskan dan berlari.


Rakka terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Felicia, tangan bergetar.


Rakka langsung mengejar Felicia sambil perasaan yang berbunga-bunga sekali.


Felicia Antasya.



__ADS_1



__ADS_2