Wanita Penggoda (Cinta Felicia)

Wanita Penggoda (Cinta Felicia)
Episode (19)


__ADS_3

Vania terus menerus mengetuk pintu kamar mandi.


"Felicia,buka nak pintu kamar mandi nya cepat".


Vania tak sadar suaranya sampai terdengar keluar toko.


Ayah felicia langsung berlari mendengar teriakkan istrinya itu.


"Ada apa bu, teriak-teriak sampai kedengaran ke luar".


Vania langsung terdiam ketika suaminya datang.


Felicia yang ada di kamar mandi pun langsung ketakutan setelah mendengar suara ayahnya.


"Yaa tuhan,itu kan suara ayah.aku harus bagaimana mana ini".


Ayah felicia langsung mengetuk pintu kamar mandi dengan suara yang pelan dia menyuruh anaknya untuk ke luar dari kamar mandi itu.


"Felicia sayang,buka pintu nya nak jangan bikin ayah dan ibu mu ini hawatir".


Mendengar perkataan ayahnya felicia langsung membuka pintu kamar mandi nya itu.


"Kamu tidak apa-apa kan nak ?"


Dengan suara yang lemah lembut ayah felicia langsung memegang kening Felicia.


"Akuuu nggak apa-apa ko ayah,ini mungkin karena aku belum sarapan tadi pagi.jadi aku lemes pusing dan mual".


Felicia menundukkan kepalanya dia tidak berani menatap wajah kedua orangtuanya.


"Felicia kamu harus di periksa ayo ikut ibu ke dokter".


Ucap ibu felicia yang suara yang tegas.

__ADS_1


"Tidak,usah di periksa kan bu aku nggak apa-apa ko bu.nanti aku minum obat warung pun pasti sembuh".


Ibu felicia langsung melirik ke wajah suaminya.


"Felicia, sebaiknya kamu ikuti apa saran ibu mu.dia sangat hawatir dengan kesehatan mu nak ayo pergi ke dokter segera".


Wajah felicia semakin pucat.dia tidak mau di periksa dia takut dengan hasil yang berikan oleh dokter.


"Buu,aku mohon banget aku nggak mau ke dokter buuuu.aku tidak apa-apa buuu.atau aku pulang saja yaa bu untuk beristirahat di rumah".


Felicia terus-menerus memohon kepada ibunya.


"Felicia, jangan buat ibu marah.ayo sekarang kita pergi ke dokter".


Felicia tidak bisa menolak lagi permintaan ibunya itu.


Pada akhirnya felicia ikut kemauan ibunya.


"Iya buu,aku mau di periksa sekarang".


"Ibu pesan dulu taxi online nya yaa.kamu duduk dulu saja"


Ayah felicia langsung memberikan teh manis hangat untuk anak kesayangan itu.


"Diminum dulu naak, supaya kamu tidak terlalu lemas"


Felicia langsung meminum teh manis hangat buatan ayah nya itu.


Ayah felicia terus mengelus rambut anaknya itu


Dia sangat tidak tega melihat wajah felicia yang begitu sangat pucat.


"Terimakasih ayah,ayah baik sekali".

__ADS_1


Felicia langsung tersenyum kepada ayahnya.


"Iyaa nak,kamu cepat sembuh yaa naak".


Tak lama kemudian pesanan taxi online pun datang.


"Ayooo felicia,taxi online sudah datang".


Vania langsung menuntut felicia untuk berjalan.


"Hati-hati jalan nya pelan-pelan saja nak".


Ucap Vania kepada felicia.


"Iya bu, tapi aku sangat lemas sekali buu".


Sesampainya di mobil felicia langsung memilih tertidur di pundak ibunya.


Hati Vania se akan di buat hancur melihat kondisi putri kesayangannya ini.


Vania terus menciumi rambut felicia sambil menahan tangis.


Ketakutan tersebar orang ibu kepada anak gadis nya.


"Semoga semua nya baik-baik saja yaa naak.".


Ucap Vania dengan suara yang bergetar.


Felicia yang mendengar perkataan ibunya itu langsung terdiam dan meneteskan air matanya.


Ternyata sejak awal ibunya sudah mulai mencurigai dirinya saat pulang dari villa di bogor bersama kiano.


Kiano Alexander.

__ADS_1



__ADS_2