Wanita Penggoda (Cinta Felicia)

Wanita Penggoda (Cinta Felicia)
Episode (98)


__ADS_3

Felicia dan ayah nya pun langsung masuk ke dalam rumah nya.


Vania masih saja merenung diri di dalam kamar nya.


Felicia sangat sedih sekali dengan keadaan ini dia terus saja menangis tampa henti.


"Sudah yaa felicia, sudah sayang jangan menangis terus naak.ayah yakin di balik semua ini akan ada kebahagiaan nanti nya.sudah yaa kamu jangan menangis terus kasian janin yang ada di dalam kandungan kamu".


Ayah felicia terus menenangkan perasaan felicia tapi felicia masih saja tetap menangis.


"Ayah, bagaimana nanti pandangan orang lain.semakin hari kandungan ini akan semakin membesar kiano tidak mau bertanggung jawab atas perlakuan nya ini.nanti pasti akan menjadi pertanyaan di mana ayah nya.dan nanti jika anak ini sudah terlahir ke dunia dia tidak punya ayah".


Mendengar perkataan felicia.ayah felicia tak kuasa menahan air mata nya dan langsung memeluk erat felicia.


"Kamu yang sabar ya nak, kamu yang kuat ayah akan selalu ada di samping kamu".


Vania yang mendengar percakapan antara felicia dan suami nya pun langsung menghampiri felicia.

__ADS_1


Melihat ibu nya datang menghampiri.felicia langsung ketakutan sekali dan menutup matanya sambil memeluk erat ayah nya.


"Felicia,apa yang akan kamu lakukan dengan bayi yang ada di dalam kandungan kamu itu ?".


Vania berbicara dengan wajah yang sangat sinis sekali.


Felicia langsung melepaskan pelukan erat dengan ayah nya.


"Aku akan membesar anak ini bu.anak ini tidak berdosa aku dan kiano yang membuat dosa dan bersalah.apapun yang terjadi aku akan terus mencintai anak ini bu".


Vania merasa sangat tersentuh dengan perkataan felicia.


"Ayah,ibu masih saja marah kepada ku ayah.apa yang harus aku lakukan supaya ibu baik lagi dengan aku".


Felicia menatap wajah ayah nya dengan mata yang berkaca-kaca.


"Ibu kamu perlu waktu agar bisa menerima semua keadaan ini.kamu yang sabar ya sayang.sekarang kamu pergi ke kamar istrirahat.ayah akan menyusul ibu kamu dan membicarakan hal ini secara pelan-pelan".

__ADS_1


Felicia menuruti perkataan ayah nya dia langsung pergi ke kamar nya.


Sedangkan ayah nya menyusul ibu yang sedang ada di toko kue.


Ketika ayah felicia berjalan menuju ke toko kue nya.ternyata vania sedang melamun di depan toko kue.


Ayah felicia pun langsung menghampiri istri nya itu.


"Sampai kapan kamu bersikap seperti itu kepada felicia ? Kasian dia semakin berat beban yang dia alami.kamu harus nya bersyukur felicia tidak ada niat untuk berbuat jahat terhadap kandungan nya.dia tetap mau membersarkan anak di dalam kandungan nya itu".


Vania menatap wajah suami nya dengan mata berkaca-kaca.


"Jangan salah kan felicia,ini juga salah kita tidak bisa menjaga anak perempuan kita dengan baik dalam pergaulan nya.sudah lah jangan seperti ini kasian felicia".


Vania langsung menghelakan nafas yang panjang.


"Apa kita pindah saja dari sini ? Kita mencari rumah yang baru untuk kita tempati ?".

__ADS_1


Ayah felicia menggelengkan kepalanya seakan tanda dia tidak setuju dengan perkataan istri nya itu.


"Kita tetap tinggal di sini saja,kita kembangkan lagi usaha kita di sini ayah yakin di balik semua ini ada kesuksesan rezeki untuk anak felicia nanti".


__ADS_2