
Felicia terbangun dari tidurnya dan langsung mempersiapkan diri.dia berpenampilan sangat cantik dan rapih sekali.felica terus memandangi wajah nya di cermin berkali-kali.
"Oke, felicia anatasya kamu harus siap hari ini".
Felicia langsung mencari ibu nya dan langsung berpamitan untuk pergi.
"Bu,aku pergi dulu yaa.doa kan aku supaya semua nya baik-baik saja".
Felicia mencium tangan ibu nya dan segera pergi.
"Hati-hati yaa sayang.semoga kamu bisa semakin sukses dari usaha kue ini".
Felicia membuka pintu mobil nya dan di antarakan oleh supir pribadi nya.
"Pak,kita pergi ke sini yaa".
Felicia memberikan kartu nama perusahaan itu kepada supir pribadi nya.
"Baik bu,kita berangkat sekarang".
Pandangan felicia terus kepada cermin kecil di tangan nya.
"Penampilan aku harus menarik supaya om alexander tertarik dengan aku".
Sepanjang perjalanan felicia terus memandangi wajah nya.
__ADS_1
Sampai akhirnya felicia sampai di depan perusahaan alexander.
"Sudah, sampai kita bu.di depan perusahaan alexander".
Pandangan felicia langsung tertuju dengan besar dan tinggi nya bangunan gedung perusahaan itu.
"Astaga, besar sekali gedung nya.jangan sampai aku tidak bisa keluar dari gedung ini".
Felicia langsung turun dari mobil nya dan berjalan menuju ke dalam gedung tersebut.
Sebelum turun felicia memakai kaca mata hitam dan masker di wajah nya.untuk menghindari jika dia bertemu dengan tante melinda.
Tapi ternyata felicia langsung di sambut oleh salah satu pegawai kantor tersebut.
Felicia langsung menggangukan kepalanya.
"Iyaa,saya Alexa putri".
Felicia hampir saja lupa dia tidak memakai nama felicia anatasya.
"Silahkan,ibu bapak alexander sudah menunggu ibu di ruangan nya.dia tidak punya waktu yang banyak karena sangat sibuk sekali".
Felicia langsung berjalan cepat menuju ruangan alexander dengan di temani sekertaris nya.
Sekertaris itu pun langsung membawa masuk felicia di dalam ruangan itu.
__ADS_1
Felicia membuka kaca mata nya dan masker nya.dia sangat gugup dan tangan nya dingin.
Alexander langsung memandang wajah dan penampilan felicia dan langsung tersenyum.
Sekertaris alexander langsung meninggalkan felicia dan alexander di ruangan itu.
"Silahkan duduk ibu Alexa Putri".
Felicia langsung segera duduk berhadapan dengan Alexander.
"Saya sangat penasaran sekali dengan yang mempunyai usaha kue tersebut.dulu anak saya pernah membawa kue itu untuk keluarga saya.dan akhirnya sekarang saya bisa menemukan siapa pembuat rainbow cake itu.semua pegawai saya sangat menyukai nya begitu juga pada saat peresmian produk skincare terbaru istri nya.respon nya sangat baik sekali".
Felicia hanya tersenyum setelah mendengarkan semua perkataan dari Alexander.
"Saya merintis usaha itu sejak saya keluar dari SMA.saya lebih memilih untuk membantu usaha orang tua saya.karena saya hanya terlahir dari keluarga sederhana jadi saya lebih memilih mensukseskan usaha orang tua saya dari pada melanjutkan sekolah saya".
Alexander terdiam mendengar perkataan dari felicia.dia merasa sangat kagum dengan felicia bisa mengembangkan usaha orang tua nya.
"Pantes saja saya lihat kamu masih sangat muda sekali.tapi sudah bisa mempunyai usaha sendiri".
Felicia tersenyum manis sambil memandang wajah alexander.
"Yaa,saya memang masih sangat muda.umur saya masih 22 tahun.tapi saya sudah mempunyai anak yang baru berusia 1 bulan.saya juga harus berjuang sendiri untuk menghidupi anak saya".
Alexander yang tidak tau permasalahan Kiano dan felicia karena tugas di luar kota.langsung terdiam mendengar cerita felicia.
__ADS_1