Wanita Penggoda (Cinta Felicia)

Wanita Penggoda (Cinta Felicia)
Episode (198)


__ADS_3

Papa Alexander masuk ke dalam kamar kiano dia melihat kiano masih saja melamun di depan jendela kamar nya.


"Sudah sore tutup jendela kamar nya".


Papa Alexander langsung menutup jendela kamar Kiano alexander.


Kiano pun langsung pindah duduk di sofa panjang.


"Kiano ini baru awal permasalahan rumah tangga kamu.kamu harus kuat dan tegar karena kamu ini adalah kepala keluarga.nanti jika erika putri datang kamu bicara kan baik-baik lagi apa keinginan istri kamu itu".


Kiano menghelakan nafas panjang nya.


"Pap sebelum aku lulus kuliah.aku akan selalu seperti ini dengan erika putri.karena nggak mungkin juga pap aku mengikuti kemana erika putri pergi.karena aku juga punya kewajiban untuk kuliah.kecuali jika erika putri mau mengalah berhenti dari pekerjaannya".


Papa Alexander hanya terdiam mendengar perkataan dari kiano.


"Pap,aku menyesal telah meninggalkan perempuan yang tulus mencintai aku dan memilih perempuan yang hanya manis di awal nya saja.aku menyesali semua perbuatan aku pap.mungkin kah ini adalah karma untuk aku pap".


Kiano meneteskan air mata nya seketika dia mengingat kembali felicia.

__ADS_1


"Jangan kamu ingat lagi masalalu kamu kiano alexander.kamu sekarang sudah menikah dengan erika putri itu tandanya kamu sudah memilih dia untuk jadi istri kamu.kamu harus berjuang mempertahankan rumah tangga kamu.jangan lagi kamu mengingat kenangan masalalu kamu".


Perasaan Kiano mulai sedikit membaik ketika dia mendengar perkataan dari papa Alexander.


"Belajar untuk setia kepada satu wanita seperti papa yaa".


Papa Alexander menepuk pundak Kiano dan langsung meninggalkan kiano sendiri di kamar nya.


"Terimakasih banyak pap".


Papa Alexander hanya tersenyum kepada kiano.


Papa Alexander pun langsung kembali masuk ke dalam kamar nya.


Wajah mama melinda begitu sangat cemas sekali.


"Kamu tau mam apa yang di katakan oleh kiano.rumah tangga nya akan terus seperti ini sampai kiano lulus kuliah.karena Kiano tidak mungkin bisa mengikuti kemana pun Erika putri pergi karena dia punya kewajiban untuk kuliah".


Papa Alexander mendekati mama melinda.

__ADS_1


"Ini menjadi pembelajaran besar untuk kita bersama.papa tidak menyalakan mama.memang sebaiknya Kiano itu menikah dengan erika putri di saat kiano sudah lulus kuliah dan berkerja.mungkin erika malu menerima transfer an uang dari kita.karena dia punya suami yang harus bisa memberikan nafkah untuk nya yang bisa mencukupi semua kebutuhan nya".


Wajah mama melinda mulai berubah menjadi kesal.


"Jangan selalu mama berpikir jika dengan banyak kita memberi uang semua akan baik-baik saja dan bahagia".


Papa Alexander langsung meninggalkan mama melinda untuk mengganti baju nya.


"Papa seperti menyalahkan semua nya kepada aku.padahal aku melakukan ini hanya untuk menyelamatkan keluarga alexander.supaya kiano tidak sampai mempunyai keturunan dari keluarga miskin.apalagi perempuan itu berniat ingin memiliki harga dari keluarga alexander dengan berpura-pura hamil anak Kiano".


Mama melinda langsung memilih untuk pergi dari kamar nya.


Sedangkan di kamar mandi papa Alexander melihat jas nya ada di kerajaan baju.


Dia mengambil jas nya tersebut karena meninggalkan sesuatu di dalam jas tersebut.


"Aku menyimpan kertas bukti pembayaran makanan di jas itu".


Ketika papa alexander membalikkan jas nya.dia terkejut ada helai an rambut di tangan nya.

__ADS_1


"Astaga, rambut siapa ini panjang dan pirang.rambut nona alexa kan hitam".


Papa Alexander langsung mengambil kertas itu dan langsung merobek nya.


__ADS_2