
Kiano langsung pergi ke kontrakan nya.
Dia melihat mobil rakka sudah ada di depan gerbang.
"Rakka sudah pulang ternyata".
Kiano langsung turun dari mobil nya itu dan masuk ke dalam rumah.
Rakka yang melihat kiano dia langsung pergi ke dalam kamar nya.
"Kenapa dia,liat gue langsung pergi aja".
Kiano langsung pergi juga ke dalam kamar nya.
"Kiano bener-bener yaa dia, punya wajah Tampa dosa".
Rakka langsung menutup kembali pintu kamar nya.
"Gue masih nggak habis pikir sama Kiano dan felicia.padahal jelas-jelas kan bulan depan Kiano bakal tunangan sama erika tapi kenapa felicia mau tidur sama Kiano".
Rakka cuman bisa geleng-geleng kepala nya.
Keesokan harinya di rumah felicia~
Felicia bangun jauh lebih pagi dari orang tua nya.
Felicia terlihat lebih sangat bersemangat sekali.
"Oke felicia, hari kamu buka lembaran yang baru.lupakan semuanya lupakan kamu harus mengejar cita-cita kamu bikin sukses toko kue ini.semangat semangat semangat".
__ADS_1
Tampa membangun kan ke dua orang tuanya
Felicia pergi sendiri ke toko kue nya dan membuka sendiri toko kue tersebut.
"Aku ganti nama toko kue ini jadi toko kue Antasya saja yaa.nanti aku bilang sama Ayah dan ibu.
Felicia se enak bener-bener mulai hari nya hari ini tampa mengingat sama sekali tentang Kiano lagi.
Ayah dan ibunya merasa aneh dengan tingkah laku anak perempuan nya itu.
"Ada apa dengan felicia,tadi malam dia kelihatan sangat sedih sekali tampi sekarang dia terlihat bersemangat dan ceria sekali".
Ucap ibu felicia dari jarak kejauhan sambil memandangi felicia.
"Mungkin felicia, sudah benar-benar melupakan kiano.dia mulai lagi hari-hari yang baru sekarang".
Kedua orang tua felicia langsung menghampiri felicia.
Felicia terlihat tersenyum manis kepada orang tua nya itu.
"Selamat pagi sayang".
Ucap ayah felicia dengan wajah yang senang melihat putri kesayangannya bisa berubah.
"Ayah dan ibu, hari aku bakalan lebih bersemangat lagi untuk membuat sukses usaha kita ini.aku sangat bersemangat sekali".
Vania ibu felicia langsung memeluk erat felicia.
Dan tak kuasa menahan rasa sedih nya melihat putri kesayangannya.
__ADS_1
"Kamu yang sabar yaa nak yang kuat ibu yakin akan ada pangeran yang luar biasa tampan dan baik hati yang mau menerima kehadiran keluarga kita".
Felicia langsung melepaskan pelukan erat ibunya.
"Aku tidak akan berpikir lagi tentang lelaki bu.aku sekarang ingin fokus terlebih dahulu dengan usaha kita ini bu.aku ingin sekali membuat ibu dan ayah bahagia dengan kesuksesan kita bersama".
Vania tak kuasa meneteskan air mata mendengar perkataan felicia yang ingin sekali membuat sukses usaha orang tua nya ini.
"Ibu kenapa nangis,kita nggak usah sedih lagi yaa buu.sekarang sudah waktunya kita harus bahagia".
Felicia langsung meninggalkan ibu dan ayah nya untuk pergi mengambil catatan pesan untuk hari ini.
Ibu dan ayah pun tidak menyangka felicia akan bisa berubah seperti ini.
"Semoga selamanya felicia bisa seperti ini.semoga dia benar-benar bisa melupakan Kiano selama nya".
Ucap Vania dengan penuh harapan besar untuk masa depan anak nya itu.
Suasana di kediaman kontrakan kiano~
Rakka masih saja terdiam diri dia tidak menyapa Kiano sama sekali.
Kiano langsung menghampiri rakka.
"Rakka,loe kenapa diem terus nggak biasanya loe kaya begini".
Rakka menarik nafas panjang nya dan langsung berkata.
"Gue,nggak nyaman tinggal di kontrakan ini mulai besok gue lebih memilih diem di rumah aja".
__ADS_1
Rakka langsung meninggalkan Kiano.
Kiano merasa bingung kenapa rakka tiba-tiba ingin meninggalkan kontrakan ini.