Wanita Penggoda (Cinta Felicia)

Wanita Penggoda (Cinta Felicia)
Episode (102)


__ADS_3

Felicia masih menyimpan teddy bear pemberian dari rakka.


"Hey teddy, kamu kata rakka besok adalah hari pernikahan kiano dengan perempuan pilihan orang tua nya.hmmmm di saat aku sedang menanti kelahiran anak pertama ku ini dia malah menikah dengan perempuan lain.apa yang ada di pikiran lelaki itu dia sudah tidak punya hati nurani lagi".


Felicia langsung membaringkan tubuhnya di atas kasur sambil mengusap perut besar nya.


"Jadi anak yang kuat dan baik yaa sayaaaaang.jangan pernah jadi orang yang sombong jangan sampai kamu punya sedikit pun sifat seperti keluarga itu".


Felicia mulai memikirkan bagaimana kehidupan nya setelah dia punya anak.


"Hmmmm, bagaimana nanti yaa kalau anak ini menanyakan ayah nya.aku harus bilang apa nanti".


Felicia di buat kebingungan dan mulai memikirkan bagaimana kedepannya dengan kehidupan anak nya nanti.


Di sisi lain di kediaman rumah mewah Kiano Alexander.


Mereka sangat sibuk mempersiapkan hari pernikahan putra tunggal nya.


Pernikahan pun di selenggarakan sangat luar biasa mewah sekali.


Kiano pun tampak seperti tidak percaya bisa secepat ini dia menikah dengan erika putri.


Rakka menghampiri kiano yang sedang duduk melamun di tangga rumah nya.

__ADS_1


"Kiano,gue nggak nyangka banget loe nikah bisa secepat ini dengan erika putri.bukan nya rencana kalian menikah itu setelah lulus kuliah yaa".


Kiano membalikkan wajah se akan tidak mau menjawab pertanyaan dari rakka.


"Udah nggak usah cemberut gitu, besok kan mau nikah harus nya bahagia donk".


Rakka mun mulai duduk di samping Kiano dan merangkul nya.


"Dari hati loe, yang paling dalam ada nggak rasa kasihan sama felicia.loe pasti tau kan bayi yang ada di dalam kandungan felicia itu adalah anak loe kiano.loe nggak bisa bohong sama gue felicia udah cerita semuanya sama gue".


Kiano langsung melepaskan rangkulannya tangan rakka.


"Loe bisa nggak jangan bahas lagi felicia di rumah ini.kalau sampai mama melinda denger bisa di usir gue dari sini".


Rakka langsung tersenyum sinis sambil membung wajah nya.


"Oke,kiano gue bener-bener nggak nyangka sama loe bisa berubah kaya gini demi harta keluarga loe ? Loe takut miskin Kiano ?".


Melihat rakka dan kiano seperti sedang berdebat mama melinda langsung menghampiri mereka.


"Ada apa ini ? Kiano,rakka kalian sedang bertengkar ? ".


Rakka langsung pergi meninggalkan keluarga alexander.

__ADS_1


Mama melinda seperti kebingungan dengan sikap Kiano dan rakka.


"Sudah,mam jangan di pikirkan biarin aja rakka pergi".


Kiano langsung pergi juga meninggalkan mama melinda.


Kiano langsung berjalan menuju kamar nya.dan memukul tembok berkali-kali dengan perasaan yang sangat emosional.


"Kenapa hidup gue harus kaya gini banget sih.semuanya emang salah gue tapi apa mungkin bayi yang di kandung felicia beneran anak gue.sedangkan selama gue ninggalin felicia dia terus-terusan sama rakka teruskan.bisa aja anak itu dari hasil hubungan sama rakka".


Pikiran kiano mulai di buat sangat kacau setelah rakka membahas kembali felicia.


"Ahhhhhhhhhhh,gue harus berpikir positif.sekarang perempuan yang harus gue pikirkan cuman erika putri.gue harus fokus terus sama dia apalagi besok dia udah jadi istri sah gue".


Kiano langsung menghapus semua tentang felicia yang ada di handphone.semua foto-foto masa putih abu-abu bersama felicia dia hapus sampai nggak ada lagi yang tersisa kenangan terindah semasa berhubungan dengan felicia.


"Erika putri alexander.cuman itu nama yang ada di hati gue untuk sekarang dan selamanya".


Kiano pun lebih memilih untuk beristirahat agar pikiran nya sedikit tenang.


Rakka yang meninggalkan rumah Kiano dengan penuh perasaan kesal pun.langsung memilih untuk pergi meninggalkan rumah kiano dengan cepat.


"Besok gue nggak bakalan datang ke acara pernikahan kiano dan erika.kesel banget gue denger omongan kiano nggak ada sama sekali perasaan menyesal atau hawatir sama felicia yang berjuang mempertahankan kehamilannya sampai berjuang buat lahiran.pikiran emang cuman harta kekayaan".

__ADS_1


__ADS_2