Wanita Penggoda (Cinta Felicia)

Wanita Penggoda (Cinta Felicia)
Episode (29)


__ADS_3

Mendengar perkataan Kiano Erika langsung terdiam.


"Apa kamu akan bilang sama mama dengan apa yang terjadi malam ini ? Termasuk felicia yang tadi menelepon".


Erika memalingkan wajahnya dia se akan tidak mau menatap wajah Kiano.


"Aku kecewa sekali dengan kamu kiano.kamu masih berhubungan dengan perempuan lain padahal kita sudah di jodohkan".


Erika langsung meneteskan air mata nya.


"Erika aku melakukan ini karena ini desakan dari mama.dan aku juga terpaksa melakukan ini.aku memang masih sayang dan cinta kepada felicia karena dia cinta pertama ku".


Kiano langsung mengusap air mata Erika.


"Kenapa kamu harus menangis ? secepat itu kamu mencintai seseorang.dan mungkin juga secepat itu juga kamu melupakan nya".


Kiano menatap wajah erika.


"Kiano aku beneran sayang banget sama kamu.yaa mungkin rasa ini begitu cepat karena aku sudah terlalu nyaman dengan kamu".


Kiano langsung tersenyum tipis kepada Erika.


"Apa benar kamu mencintai ku ? dan apa benar kamu ingin cepat-cepat bertunangan dengan karena rasa cinta.bukan karena kamu ingin cepat-cepat menjadi model dan brand ambassador skincare mama".


Erika langsung terkejut mendengar perkataan Kiano.


"Apa maksudnya kamu ngomong kaya gitu Kiano ? nggak perlu harus jadi tunangan kamu juga aku sudah jadi model.kamu jangan merendahkan aku yaa".


Erika langsung terpancing emosi dengan perkataan Kiano.


Wajah erika terlihat sangat kesal sekali dengan kiano.


"Ayoo cepet jalan kan mobil nya.aku ingin cepat sampai rumah".


Kiano langsung melanjutkan perjalanan nya.

__ADS_1


Kiano terus memperhatikan erika.


Sesampainya di rumah Erika Kiano langsung turun dari mobil nya.


Dia tidak membukakan pintu mobil untuk Erika.


Kiano memberhentikan mobil Erika hanya di depan gerbang nya.


Kiano langsung pergi menelepon rakka untuk menjemput nya.


melihat perlakuan Kiano Erika semakin kesal.


"Bener-bener ya,itu cowok dia ninggalin gue sendiri an di dalam mobil.dia langsung pergi".


Erika langsung pindah tempat duduk dan memasukkan mobil nya ke dalam rumah nya.


Kiano memenoleh ke belakang memperhatika Erika.


"Dia pasti super jengkel kesel sama gue malam ini.lagian belum juga jadi apa-apa udah berani buka-buka handphone".


*Rakka tolong jemput gue, nanti alamat nya gue kirim*.


Rakka langsung membaca pesan dari kiano.


"Tumben dia minta jemput.ada masalah apalagi ini Kiano".


*Oke gue berangkat*


Kiano yang membaca pesan dari rakka langsung tersenyum.


"Emang sahabat sejati banget ini rakka".


Kiano langsung teringat dengan felicia.


"Apa gue telepon felicia aja yaa.tapi kalau gue telepon takut nanti ada orang tua felicia kalau gue kirim pesan takut di baca juga sama Tante vania.ahh jadi serba salah begini".

__ADS_1


Kiano terus menutup buka handphone nya.


Sambil menunggu rakka datang.


"Lama banget sih rakka, masih di mana yaa".


Kiano terus melihat handphone nya.


Dan akhirnya rakka pun datang menjemput Kiano.


"Akhirnya,loe datang juga rakka".


Kiano langsung masuk ke dalam mobil.


"Loe kenapa lagi sih ? belum juga jadi apa-apa udah ribut.gimana sudah berumah tangga".


Rakka melirik Kiano.


"Tadi felicia tiba-tiba telepon gue.eh malah mau di angkat sama erika.nggak sopan banget kan dia".


Rakka langsung mengambil handphone nya dia langsung menelepon felicia.


*Hallo felicia,ini gue rakka loe nggk usah ngejawab dulu.cukup dengerin dulu pertanyaan dari gue.tadi ada apa kamu telepon Kiano*


Felicia langsung bingung dia seharian di toko tidak memegang handphone sama sekali.


*Aku nggak telepon kiano.seharian aku sibuk di toko*.


Rakka langsung mematikan handphone nya.


"Felicia bilang,dia nggak pernah telephone loe.dia sibuk di toko kue".


Kiano langsung terkejut.


"Terus tadi siapa yang telephone gue".

__ADS_1


Ucap Kiano kebingungan.


__ADS_2