
Setelah mengetahui semuanya alexander pun langsung bergegas untuk menemui Kiano anaknya.
"Aku harus membicarakan hal ini dengan Kiano, dia harus bertanggung jawab atas perlakuan nya."
Alexander langsung keluar dari ruangan nya, rakka yang belum pergi melihat om Alex.
"Mau pergi ke mana om Alexander, gue harus ikutin terus kemana pun dia pergi."
Rakka langsung masuk ke dalam mobil nya, dan mengikuti mobil om Alex.
"Ini jalan mau ke kampus, wah om Alex mau ketemuan sama Kiano. Langsung tancap gas nih om Alex."
Rakka hanya terdiam di dalam mobil nya, dia hanya memandangi dari kaca depan.
"Gue berharap ini akan membuat semua nya langsung selesai, supaya gue juga bisa cepet-cepet sama Felicia hehehe."
Om Alexander duduk di kursi yang biasa Rakka dan Kiano duduk, om Alex menunggu Kiano selesai dari kampus nya.
"Yaa Tuhan, lama sekali Kiano kenapa dia belum keluar juga yaa."
Tidak begitu lama menunggu akhirnya Kiano pun datang langsung menghampiri papa nya.
"Ada apa sih pap,?"
__ADS_1
Kiano langsung duduk di sebelah papa nya.
"Kiano, papa sudah tau semuanya dari Rakka. Kalau sudah mempunyai anak dari perempuan lain sebelum kamu menikah dengan Erika , papa mau kamu bertanggung jawab jangan sampai berita ini sampai dengan media massa apalagi media sosial."
Kiano langsung terkejut mendengar perkataan papa nya.
"Baik pap aku mengerti, tapi bagaimana dengan mama yang sangat benci dengan Felicia mungkin juga mama tidak percaya jika Alexa itu bagian dari keluarga kita."
Alexander langsung termenung mendengar perkataan dari Kiano.
"Mama kamu itu urusan papa, sekarang yang penting kamu beri anak kamu fasilitas yang memadai. Nanti papa kirimkan uang nya ke rekening kamu sekarang papa balik lagi ke kantor yaa."
Alexander langsung bergegas pergi meninggalkan Kiano.
Rakka yang memperhatikan dari kaca mobil nya langsung terheran-heran melihat mereka berdua.
Rakka langsung turun dari mobil nya, dan menghampiri Kiano yang mau pergi.
"Kianooooo," teriak Rakka kencang.
Kiano langsung berhenti dan membalikkan badannya.
"Kemana loe, kita ngobrol dulu bisa dong."
__ADS_1
Rakka mengajak Kiano untuk duduk kembali.
"Loe pasti mau ngobrol tentang Felicia kan, udah gue duka itu pasti."
Rakka tersenyum manis kepada Kiano.
"Loe tenang aja, papa udah masukin Alexa sebagai keluarga Alexander dan juga gue di suruh ngasih pasilitas terbaik untuk Alexa."
Kiano memegangi kepalanya sambil melirik ke arah wajah Rakka.
"Gue sekarang punya anak, gue masih belum percaya dengan ini. Gue berharap Alexa mau dekat sama gue normal nya seorang ayah dan anak."
Rakka langsung menepuk pundak Kiano.
"Gue boleh nggak jadi ayah sambung Alexa,?"
Kiano langsung melirik sinis kepada Rakka.
"Maksud nya loe punya perasaan sama Felicia, dan mau menikah dengan Felicia."
Rakka langsung tersenyum dan memegang tangan Kiano.
Refleks Kiano menepis tangan Rakka.
__ADS_1
"Gue kan harus minta ijin dulu, ya walaupun dulu gue pernah mengatakan perasaan gue tapi di tolak sama Felicia. Tapi gue yakin sekarang pasti Felicia bakalan nerima gue."
Kiano hanya terdiam dia tidak menjawab pertanyaan dari Rakka, dia malah memilih pergi meninggalkan Rakka.