
Melihat rakka yang terus-menerus tersenyum.
"Ada apa rakka ? pasti mau ngasih informasi yaa ? rainbow cake cuman jadi alasan aja".
Felicia cemberut sambil melihat ke wajah rakka.
"Felicia, ternyata kamu itu cute juga yaa.pantesan kiano terpesona banget".
Mendengar perkataan rakka wajah felicia memerah.
"Apasih kamu ini, terus jadi nggak beli rainbow cake nya".
Ucap felicia dengan sinis.
"Kalau gue nggak loe jalan gimana ? boleh nggak yaa ?".
Mendengar seperti ada suara lelaki.ibu Vania langsung menghampiri felicia.
Rakka langsung kaget melihat ibu felicia yang ternyata masih ada di toko.
"Felicia ini siapa ? temen kamu waktu sekolah".
Rakka langsung menjulurkan tangannya dan mencium tangan ibu felicia.
"Iya tante, perkenalkan saya rakka teman waktu felicia masih SMA".
Vania langsung memperhatika rakka.
"Ada apa yaa ? apa ada keperluan dengan felicia ?".
Rakka langsung melirik felicia dia merasa sangat kebingungan.
Felicia malah langsung membuang muka kepada rakka.
"Oh, jadi gini tante niat saya ke sini mau beli rainbow cake.terus ngajak felicia jalan sebentar aja bu.sebelum magrib juga pasti sudah pulang".
Ucap rakka dengan suara gugup nya.
"Yasudah,tapi felicia baru sembuh dari sakit jangan bikin dia kehujanan yaa".
Felicia langsung kaget secepat itu ibunya percaya terhadap rakka.
"Kebetulan saya pake mobil ko bu.bukan motor jadi di jamin aman felicia nggak kehujanan nggak kepanasan".
Rakka langsung tersenyum kepada felicia.
"Yasudah, hati-hati yaa di jalan.felicia kamu pulang dulu kan.untuk bersiap diri.biar rakka menunggu di sini bersama ibu".
Tampa banyak bicara felicia langsung meninggalkan rakka bersama ibunya.
Felicia berjalan menuju rumah nya yang tidak jauh dari toko.
"Ko,ibu bisa langsung percaya gitu yaa sama rakka.aku mau di ajak pergi langsung ngasih ijin".
Felicia langsung mandi dan berpakaian rapi dengan baju dress biru selutut.
Tidak perlu berlama-lama berias diri karena dia hanya pergi dengan rakka bukan dengan Kiano.
Felicia langsung menghampiri rakka dan mengajak nya untuk segera pergi.
"Ayo,rakka aku sudah siap.kita pergi sekarang".
Karena tidak mempunyai perasaan terhadap felicia.
Rakka memandang datar penampilan felicia.
Padahal felicia terlihat sangat cantik sekali walau ber make up tipis.
__ADS_1
"Ayoo,fel kita langsung berangkat aja tadi ibu kamu bilang nggak usah pamitan dulu".
Rakka dan felicia langsung berjalan menuju mobil.
Diperjalanan felicia hanya terdiam saja dan membuat rakka bingung untuk memulai pembicaraan mereka dari mana.
Di saat felicia dan rakka berniat untuk makan.
Di sisi lain kiano di telepon terus oleh mama nya.
"Ada lagi sih,mama telepon terus nggak di angkat telepon terus-terusan".
Akhirnya Kiano mengangkat telepon dari mama nya
*Hallo mam,ada apa aku lagi sibuk nih*
*Kiano hari mama mau memperkenal kamu dengan perempuan pilihan mama.Erika kamu harus datang nanti alamat nya mama kirim*
*Bukan nya mama bilang hari minggu.sekarangkan masih hari Selasa mam*.
*Sudah jangan banyak tanya.pokok nya kamu harus pake pakaian rapi mama tunggu kamu bersama Erika*.
Kiano langsung hilang semangat nya.
"Gue, ketemu sama felicia juga belum masa harus di dulu in sama perempuan itu sih".
Dengan terpaksa Kiano menuruti keinginan mama nya.
Di lain tempat rakka dan felicia masih saja diam seribu bahasa di sepanjang perjalanan.
Dan pada akhirnya rakka yang memulai pembicaraan mereka.
"Felicia, gimana hubungan dengan kiano sekarang ?"
Felicia menghelakan nafas yang panjang.
"Aku nggak tau rakka,apa yang akan terjadi antara aku dan kiano.hubungan kita semakin memburuk sekali.apalagi Tante melinda sangat tidak suka sekali dengan aku.dan sekarang pun ibu juga mulai melarang aku buat berhubungan lagi dengan kiano".
"Kiano juga kelihatan murung sekali di kampus.di sisi lain mungkin dia ingin ketemu dengan kamu tapi takut ketahuan Tante melinda.Makanya kita berdua memutuskan untuk ngontrak rumah dekat kampus".
Mata felicia mulai berkaca-kaca.rakka yang melihat sangat tidak tega sekali.
"Apa kamu mau kita pergi ke kontrakan kita saja . supaya kamu bisa ketemu dengan kiano ?".
Felicia menggelengkan kepalanya sambil mengusap air mata nya.
"Tidak,aku tidak mau rakka.aku belum mau bertemu dengan kiano".
Rakka pun langsung melanjutkan perjalanan nya.
Dan memilih tempat untuk dia dan felicia makan.
Tapi tiba-tiba handphone rakka berdering.
Rakka menghentikan dulu mobil dan mengangkat telepon nya
Melihat yang menelephone adalah Kiano.
Rakka langsung menggangkat telepon nya.
*Rakka,loe di mana sekarang.gawat banget hari ini gue harus ketemu sama perempuan pilihan mama itu*.
Rakka langsung melirik ke arah felicia.
Rakka langsung mematikan handphone nya.
"Ada apa rakka,siapa yang tadi telepon ko wajah kamu tegang begitu".
__ADS_1
Ucap felicia yang merasa ada yang aneh dengan rakka.
"Nggak ada apa-apa ko, kita lanjutkan perjalanan cari tempat makan yang enak".
Sepanjang perjalanan rakka terus memandangi wajah felicia.
Sampai felicia menyadari nya.
"Kamu kenapa sih rakka ? merhatiin aku terus keliatan tau".
Rakka langsung memalingkan wajahnya.
"Nggak apa-apa ko,iseng aja nggak ada bisa di perhatiin kecuali kamu".
Ucap rakka yang se akan menggoda felicia.
Felicia langsung tersenyum malu-malu mendengar ucapan rakka.
"Kita makan di sini aja yaa, tempat kelihatan nyaman dan asri banget".
Rakka langsung memberintikan mobil nya.
Dan membuka pintu mobil felicia.
"Terimakasih rakka, kamu baik sekali".
Rakka dan felicia langsung memilih kursi untuk duduk ternyata kursi yang di pilih rakka udah ada yang pesan.
Rakka langsung mencari lagi kursi yang lumayan jauh lebih kursi itu.
"Oke felicia gimana kamu suka ? tempat nya ?".
Felicia hanya menggagukan kepala nya.
"Yasudah kita pesan dulu makanan yang mau kita makan hari ini.makanan yang paling favorit di sini".
Ketika rakka yang sibuk memesan menu.
Felicia asik memainkan handphone nya.
Melinda dan erika datang ketempat yang sama.
Ternyata kursi milik melinda yang sudah di pesankan.
Ketika rakka mulai menggakat kepalanya untuk memanggil pelayan restoran.
Rakka melihat kiano berjalan menuju kursi yang sebelumnya di pilih rakka.
Kiano yang melihat rakka langsung kaget dan hampir mau menghampiri rakka tapi tangan kiano di tarik oleh mama melinda.
"Mau kemana kamu kiano,ayo duduk perempuan pilihan mama sudah ada di depan mata kamu".
Kiano terpaksa duduk dan berhadapan dengan perempuan pilihan mama nya itu.
"Kiano, kenalkan ini Erika putri lihat lah dia sangat cantik sekali.tak hanya cantik dia juga perempuan berpendidikan tinggi dan dia se orang model sangat cocok sekali dengan kamu kan kiano".
Mata Kiano tetap memandang ke arah rakka.
Apa jadinya jika leticia membalikkan wajahnya.
Maka pasti akan hancur semuanya.
"Hai,Kiano aku Erika putri senang sekali bisa bertemu dengan kamu dengan lebih cepat".
Kiano hanya tersenyum kepada Erika.
Pandangan terus fokus kepada rakka.
__ADS_1
Erika Putri