Wanita Penggoda (Cinta Felicia)

Wanita Penggoda (Cinta Felicia)
Episode (39)


__ADS_3

Di sisi lain kiano yang mulai merasakan kehilangan sahabat nya.


Felicia mulai hari-hari nya tampa bayang-bayang Kiano lagi.


Felicia semakin bersemangat mengembangkan toko kue milik orang tuanya itu.


Penghasilan perhari pun semakin meningkat karena keramahan dan kecantikan felicia yang membuat pembeli merasa nyaman.


"Aduhhh ko aku pusing yaa bu".


Felicia merasa penglihatan mata nya berkunang-kunang buram.


Felicia langsung segera duduk di bantu oleh ibunya.


"Ayoo nak ibu bantu yaa, kamu terlalu kecapean felicia terlalu bersemangat sana kamu istirahat dulu di rumah.biar ibu dan ayah saja yang menunggu toko kue ini".


Felicia terus memegang kepala nya dan dia mulai merasakan mual.


Felicia langsung lari ke kamar mandi


Ibunya langsung menyusul felicia sambil membawa kan teh hangat.


Felicia keluar dari kamar mandi dengan wajah yang sangat pucat sekali.


"Ayooo,sini duduk dulu dan minuman teh hangat ini pelan-pelan".


Felicia menurut apa yang di perintahkan oleh ibunya.


"Aku, kenapa lagi yaa bu ? Ko seperti yang aku rasakan waktu itu yaa buu."


Felicia langsung memegang perutnya yang terasa keram.


"Bukan kah, Kamu punya penyakit asam lambung dan kurang darah felicia.lagian sekarang kamu di toko sangat super sibuk sekali".


Felicia terdiam dia mulai membuka kalender di handphone.


"Yasudah bu,aku mau diam dulu di dapur sebentar.ibu silahkan jaga dulu toko kue nya".


Vania langsung meninggalkan felicia di dapur tempat membuat kue.


Felicia kembali membuka handphone nya dan melihat kalender.


"Aku belum telat datang bulan, masih ada 3 hari lagi.tapi kenapa aku merasa sangat tidak enak badan.pusing mual begini".


Felicia mulai sangat ketakutan sekali karena dia sebelumnya berbuat seperti itu dengan kiano.


"Aku harus berpikir positif.aku nggak mungkin hamil anak kiano.aku nggak boleh berpikir yang aneh-aneh lagi".


Felicia yang merasa sudah membaik langsung menghampiri ibunya.


"Bu,ke adaan ku sudah mulai membaik.aku yang jaga toko lagi yaa buu".

__ADS_1


Melihat felicia yang masih terlihat sangat pucat.


Vania menyuruh felicia untuk beristirahat ke rumah nya saja.


"Kamu pulang saja nak, istirahat yaa di rumah sayang.wajah kamu masih sangat pucat sekali.jangan memaksakan diri".


Felicia langsung pergi ketika mendengar perkataan dari ibunya.


"Yasudah yaa bu,aku pulang dulu ibu hati-hati yaa jaga toko kue nya".


Felicia langsung pergi berjalan pelan-pelan menuju ke rumah nya yang tidak jauh dari toko kue milik orang tua nya.


"Kamu kenapa sih felicia, ayo sehat jangan sakitan kaya begini donk".


Felicia sampai di depan pintu rumah nya dan langsung masuk ke dalam rumah nya.


"Akuu,nggak kuat pusing sekali dan mual ini sampai buat perut ku keram.semoga setelah aku beristirahat semua nya baik-baik saja".


Felicia membaringkan badannya dan langsung berisitirahat.


Malam hari nya felicia merasa sangat mual dan pusing sekali.


"Yaa tuhan, kenapa aku malah makin pusing dan mual.aku nggak mungkin memanggil ibu karena pasti ibu sudah tidur".


Felicia langsung memaksa untuk bangun dari tempat tidurnya dan mencari obat di dapur di kotak obat p3k.


Felicia membuka pintu kamar nya dengan pelan-pelan sekali dia sangat takut orang tua terbangun dan hawatir dengan keadaan ini.


Baru saja melangkah kaki nya felicia langsung terjatuh pingsan di depan kamar nya.


Mendengar suara yang terjatuh ke dua orang tuanya langsung terbangun.


"Suara apa itu bu,ayo cepat kita lihat".


Orang tua felicia langsung membuka pintu kamar nya dan berjalan menuju kamar felicia.


Ketika ayah felicia menyala lampu ruangan dia langsung terkejut melihat putri nya tergeletak di lantai depan kamar nya.


"Yaa tuhan, felicia".


Ibu dan ayah felicia langsung berlari dan mengangkat felicia ke tempat tidur nya.


"Felicia seperti nya dia pingsan bu,coba bawa minyak angin untuk nya supaya dia cepat sadar".


Ibu felicia langsung berlari mengambil kotak obat yang ada di dapur.


"Seperti nya felicia belum makan yah.kita sadar dulu saja dia terus kita suruh makan dan minum obat".


Ayah felicia terus memberikan minyak angin ke hidung felicia sampai akhirnya felicia tersadar dari pingsan nya.


"Ayah,ibu apa yang terjadi kenapa kalian ada di dalam kamar ku".

__ADS_1


Mata felicia masih berkubang-kunang dan pusing.


"Ayoo bangun dulu sedikit dan bersenderlah.minum teh hangat ini pelan-pelan yaa".


Felicia menuruti apa yang di perintahkan ibu nya.


"Ibu dan ayah melihat kamu pingsan di depan pintu kamar naak.memang kamu mau kemana ?".


Vania mengelus rambut anak nya dia terlihat sangat sedih melihat anak nya yang sakit.


"Aku terbangun dari tidurku bu, tapi kepala ku sangat pusing sekali bu.sampai aku tidak kuat untuk berjalan".


Vania langsung memeluk putri kesayangannya itu.


"Kenapa kamu nggak telephone ibu saja,kalau kamu tidak kuat untuk berjalan".


Felicia langsung melepaskan pelukan ibunya.


"Ibu dan ayah pasti sangat cape sekali kan.pesanan di toko pasti sangat ramai sekali.aku nggak mau menggangu istirahat kalian".


Vania langsung memegang erat tangan putrinya itu.


"Nak, kesehatan kamu jauh lebih penting.kamu putri ibu satu-satunya.ibu nggak mau kamu seperti ini lagi yaa.ibu akan menyiapkan makanan untuk kamu lalu setelah itu kamu minum obat dan baru berisitirahat lagi".


Vania langsung meninggalkan felicia dan ayah nya di kamar untuk menyimpan makanan untuk nya.


"Felicia, boleh kah ayah bertanya kepada mu tentang Kiano".


Mendengar perkataan ayah nya felicia langsung terkejut.


"Ayah mau bertanya tentang apa dengan kiano".


Felicia langsung merasa ketakutan dan sangat gelisah ketika ayah nya bertanya tentang Kiano.


"Apa sampai sekarang kamu masih berhubungan dengan kiano ? Ayah mohon jawab jujur pertanyaan ayah.karena ayah tau kamu sangat cinta kepada Kiano tidak mungkin bisa secepat itu melupakan Kiano".


Felicia terlihat sangat tegang dan gugup untuk menjawab pertanyaan dari ayah nya.


"Jawab saja felicia, jangan takut ayah janji hanya kita berdua yang tau percakapan ini".


Felicia langsung tidak bisa membohongi perasaannya dia langsung menangis dan memeluk erat ayah nya.


"Aku sangat masih sangat mencintai nya ayah.tapi kenapa aku harus kehilangan nya.dia harus bertunangan dan mungkin juga menikah dengan perempuan lain"


Felicia menangis sangat kencang.dia meluapkan semua perasaan sakit hati di hati nya.


"Yaa sudah nak, kamu harus sabar yaa.ayah yakin sekali akan ada lelaki baik yang akan menggantikan posisi kiano di hati kamu.Kamu tidak usah hadir di acara pertunangan itu hanya membuat hati kamu sakit".


Tampa sepengetahuan felicia dan suami nya.


Ternyata Vania mendengar perkataan semuanya yang di ucapkan felicia.

__ADS_1


Vania yang tidak kuasa menahan rasa sedih langsung pergi meninggalkan kamar felicia dan memilih pergi ke kamar nya untuk menangis.


__ADS_2