Wanita Penggoda (Cinta Felicia)

Wanita Penggoda (Cinta Felicia)
Episode (220)


__ADS_3

Rakka mendapatkan pesan dari ibu nya.kalau hari ini Felicia menjadi model di produk kosmetik kecantikan ibu nya.


"Apa gue,ke sana aja yaa.penasaran sama Felicia dia pasti cocok banget jadi model produk kosmetik ibu yang baru pemutih wajah dan badan.Felicia kan dasar kulit untuk putih banget".


Rakka langsung pergi ke kantor ibu nya.tapi baru saja sampai Rakka melihat banyak orang berkerumun di parkiran.


"Ada apa itu yaa".


Rakka pun langsung berlari ke tempat kejadian tersebut.ketika Rakka perhatian ternyata Felicia.


"Maaf bu,pak,ini teman saya Felicia Antasya.kalau tidak percaya bisa di lihat KTP nya".


Rakka langsung membawa Felicia ke dalam mobil nya.beruntungnya kunci mobil ada di tangan felicia.


Dan menghubungi ibu nya untuk ikut bersamanya.mengantar Felicia pulang.


Dengan tergesa-gesa Melissa langsung keluar dari kantor nya dan menghampiri Rakka yang sedang bersama Felicia di mobil.


"Ada apa ini dengan Felicia ?".


Melissa di buat sangat panik sekali.


"Sudah buu,cepat masuk saja ke dalam mobil nanti di jalan aku ceritakan".


Melissa duduk di kursi belakang bersama Felicia.

__ADS_1


"Tadi Felicia bertengkar omongan dengan Melinda.dan di saat sesudah mereka berdepat panjang.wajah Felicia langsung pucat sekali dia terlihat sangat lemas".


Rakka langsung memandang ibu nya lewat kaca.


"Apa ini ada hubungannya juga dengan Tante Melinda yang menyebabkan Felicia pingsan di depan mobil nya".


Melissa dan Rakka langsung curiga.


"Nanti jika Felicia sudah sadar kan diri,kita tanya saja langsung".


Di perjalanan Melissa terus memegang tangan Felicia yang sangat dingin sekali.


Sesampainya di rumah Felicia,orang tua Felicia sangat kaget ketika Felicia keluar dari mobil nya di gendong oleh Rakka.


Rakka langsung membawa felicia masuk ke dalam kamar nya.


"Felicia tadi pingsan bu, ketika dia mau membuka pintu mobil nya"


Vania langsung memberikan minyak angin kepada Felicia.


"Tangan nya sangat dingin sekali".


Vania begitu hawatir dengan keadaan putri nya tersebut.


"Bu,di mana Alexa Putri.boleh kah saya bertemu dengan Alexa ?".

__ADS_1


Rakka menanyakan Alexa,Rakka pun langsung di antar ke kamar nya Alexa.


Rakka memandangi Alexa yang sedang tertidur pulas.


"Kamu sudah besar yang sayang,Kamu makin cantik seperti ibu kamu.maafkan om yang nggak bisa lagi bertemu dengan kamu setiap hari seperti dulu"


Rakka mencubit pipi Alexa dan mencium nya.


Rakka pun langsung keluar dari kamar Alexa karena takut Felicia sudah sadar.


"Buu,saya pamit dulu yaa.saya ada kuliah dan ibu saya juga pasti sedang sibuk untuk membereskan pekerjaan yang tadi bersama Felicia".


Melissa yang masih mau mengobrol pun langsung di tarik tangan nya oleh Rakka.dan memaksanya untuk mengikuti kemauan Rakka.


"Semoga Felicia bisa cepat sadar yaa buu.dan bilang juga jangan terlalu kecapean bekerja nya".


Rakka dan ibu nya pun meninggalkan rumah Felicia.


"Hati-hati yaa buu di jalan nya,dan terimakasih banyak sudah mau mengantarkan Felicia sampai ke rumah".


Rakka dan Ibu nya pun tersenyum kepada Vania.


Mereka berjalan dan duduk di halaman depan toko kue felicia.untuk menunggu supir pribadi menjemput mereka.


"Rakka, kenapa kamu ingin cepat pergi.padahal ibu masih mau di sana untuk menemani Felicia.ibu harus bertanggung jawab dong Felicia jatuh pingsan setelah habis pemotretan".

__ADS_1


__ADS_2