
Setelah melihat kebahagiaan Felicia dengan Rakka. Kiano pergi ke kantor papa nya dia mengendarai mobil dengan kecepatan yang tinggi, hingga akhirnya dia sampai dengan cepat.
Turun dari mobil nya, dia langsung berjalan cepat untuk menuju ke ruangan papa nya, dia langsung membuka pintu dan membuat papa sangat terkejut sekali.
"Kiano, bisakah kamu mengetuk pintu terlebih dahulu, tidak sopan sekali."
Kiano tidak memperdulikan perkataan papa nya, dia langsung duduk dan bicara.
"Pap, tolong carikan pengacara yang hebat, aku ingin mengambil hak asuh Alexa, supaya Alexa bisa tinggal di rumah kita supaya dia bisa lebih terjamin."
Alexander terkejut dengan mendengarkan perkataan anaknya itu.
"Apa kamu tidak salah dengan keinginan kamu itu Kiano. Alexa tinggal bersama kita di saat kamu dan istri sedang ada masalah, dan Mama mu mana mungkin mau mengurus Alexa, yang ada Alexa di perlakuan seperti bawang putih di rumah kita, sudah percaya kan saja kepada ibunya, di saat felicia hamil dan melahirkan kamu di mana ? sekarang anaknya sudah lahir kamu ingin mengurus nya."
Wajah Kiano semakin emosi mendengar perkataan papanya.
"Felicia seperti akan menikah dengan Rakka, aku tidak mau saja Rakka merasa terganggu dengan kehadiran Alexa jadi aku berniat untuk ingin membawa Alexa."
__ADS_1
Alexander memandangi wajah Kiano yang memerah seperti menahan rasa kesalnya.
"Kamu cemburu melihat mereka bahagia, lebih baik sekarang kamu pulang urus rumah tangga kamu sampai selesai jangan di tunda-tunda lagi selesaikan secepatnya."
Kiano berdiri dari tempat duduk nya, dia berjalan menuju pintu keluar.
"Aku harus meminta bukti yang Felicia punya, baru bisa menyelesaikan masalah rumah tangga ku ini, tapi bagaimana caranya pap aku meminta bukti tersebut dari Felicia, pasti aku harus berurusan dengan Rakka, aku malas sekarang melihat wajah nya."
Kiano dengan emosi memukul tembok yang ada di hadapannya.
Kiano menundukan kepalanya dia langsung pergi dari ruangan papa nya.
"Ada apa dengan anak itu aneh sekali tingkah lakunya, mungkin dia memang harus fokus total dengan kuliah nya, jika bukti sudah ada dan mengakhiri rumah tangga nya dengan Erika, lebih baik dia kuliah ke luar negeri agar lebih fokus tidak seperti ini."
Alexander menutup pintu ruangan nya dan kembali fokus dengan pekerjaan nya.
****
__ADS_1
Keadaan di rumah keluarga Alexander.
Erika terus menangis sambil memeluk Melinda.
"Sudah sayang, jangan menangis semuanya pasti baik-baik saja, jangan dengar omongan perempuan licik itu. Mama percaya bayi yang ada di dalam kandungan kamu ini adalah anak Kiano, pewaris kekayaan keluarga ini.*
Melinda terus memegangi perut Erika sambil mengelus nya.
"Kamu harus tenang, jangan menangis terus yaa kasian sama Dede bayi, takut perpengaruh juga sama kesehatan kehamilan kamu ini."
Erika mengengam tangan mertua nya tersebut, dengan penuh perasaan sekali.
"Terimakasih yaa Mam, cuman Mama yang ada di samping aku sekarang, aku minta maaf atas perilaku aku sebelumnya yang membuat Mama kesal dan kecewa, sekali lagi maafkan aku."
Melinda memeluk erat kembali Erika putri.
"Sudah ya, jangan sedih lagi sekarang lebih baik kamu istirahat yaa."
__ADS_1